INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

AL AMIN, SIMBOL KEJUJURAN MUHAMMAD!

Posted by Exmuslim pada Maret 7, 2009

Nama memang tidak selalu menunjukkan sifat asli seseorang. Teman saya bernama Al-Amin, namun ia sekarang mendekam dipenjara karena kasus korupsi. Begitu pula dengan Muhammad, ingin mendapat julukan al-amin, yang maksudnya adalah orang yang jujur, atau dapat dipercaya.

Dalam sirat Rasulullah terdapat beberapa orang yang disebut amin. Amin adalah gelar bagi mereka yang menjual dan membeli barang atas nama orang lain. Seseorang disebut wali sekolah atau wali kota karena profesinya dan bukan karena dia orang jujur. Gelar “Amin” adalah label bagi semua profesi. Ini contohnya: Amin El-Makataba (Wali Perpustakaan), Amin El-Shortaa (Wali Polisi Trustee) Majlass El-Omnaa (jamaknya dari Amin) (penasehat dari para wali).

Malahan, Abul Aas, suaminya Zeinab dan menantu Muhammad juga dikenal sebagai Amin karena bisnisnya. Dia tidak menerima Islam sampai dipaksa utk menerimanya, karena Muhammad memerintahkan Zeinab utk meninggalkannya jika dia tidak mau.

Muhammad bertindak sebagai wali dari Khadijah sekali, ketika dia membawa barang dagangannya ke Damaskus dan menjual dalam namanya. Klaim bahwa orang Mekah menyebut Muhammad sebagai Amin karena mereka lihat dia jujur adalah salah. Kalau saja klaim ini benar, mereka tidak akan menolak dan mengejeknya ketika dia bilang telah menerima pesan Tuhan. Mereka yang kenal Muhammad dengan baik menyebutnya pembohong dan orang gila.

Dalam beberapa kisah diceritakan bahwa Muhammad adalah orang yang jujur, namun dikisah berikutnya, banyak orang Quraish yang menganggap Muhammad adalah seorang pembohong.

Abu Lahab dan orang2 Quraisy lainnya datang dan nabi kemudian bersabda “seandainya saya katakan pada kalian bahwa ada sepasukan berkuda di lembah berniat menyerang kalian, akankah kalian percaya pada saya ?” Mereka berkata “YA, sebab kami tidak menemukan kamu mengatakan sesuatu selain dari kebenaran”. (Sahih Bukhari 60:293)

Mungkin saja saat itu borok Muhammad belum tercium oleh orang2 Quraish. Setelah orang2 tau bahwa ia adalah pembohong, ia tak segan2 untuk mengutuki sang paman Abu Lahab dengan Quran sura 111.

QS 111: 1-5

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Penipuan terbesar Muhammad sejatinya adalah Quran itu sendiri, dari artikel2 sebelumnya kita telah melihat rekayasa yang dilakukan Muhammad atas Quran. Cara berbohong Muhammad juga nampak dari perubahan ayat Mekah ke ayat Madinah, dari ayat damai ke ayat pembantaian. Coba kita bandingkan model kebohongan Muhammad ini dengan kebohongan yang dilakukan Adolf Hitler. Lihatlah pernyataan-pernyataan Hitler antara tahun 1933-1939:

May 17, 1933: “Pemerintah Jerman ingin menyelesaikan masalah-masalah yang sukar dengan pemerintah-pemerintah lain dengan cara DAMAI….. Jerman tidak akan menggunakan cara lain diluar piagam perjanjian …. Orang-orang Jerman tidak bermaksud menyerang negara lain.”

Nov 10, 1933: “Saya tidak segila itu untuk menginginkan perang.”

Aug 17, 1934: “Pemerintah Jerman, seperti halnya warga Jerman, dengan segenap hati ingin memberi sumbangan sebesar-besarnya untuk memelihara kedamaian di dunia ini.”

May 21, 1935: Jerman tidak bermaksud ataupun mengharapkan untuk mencampuri urusan dalam negeri Austria, untuk mengambil alih Austria, ataupun menciptakan persatuan politik Anschluss.

Mar 15, 1936: “Warga Jerman tidak ingin terus berperang untuk mengubah garis depan kekuasaan. Setiap perubahan dibayar dengan pengorbanan yang lebih besar daripada apa yang didapat.”

Sep 26, 1938: “Kami telah meyakinkan semua tetangga dekat kami akan integritas daerah kekuasaan mereka. Ini bukan kata-kata kosong belaka: Itu keinginan suci kami…. The Sudetenland adalah daerah yang terakhir yang akan pernah kami inginkan di Eropa..”

Jan 1, 1939: ”Pada umumnya kami hanya punya satu keinginan – bahwa di tahun-tahun mendatang kami akan dapat memberi sumbangan kepada perdamaian diseluruh dunia.”

Jan 30, 1939: “Hanya orang-orang yang memulai perang yang berpikir akan ada perang. Saya pikir akan ada masa DAMAI yang panjang.”

Apr 1, 1939: “Kami tidak bermimpi untuk menyerang negara lain, asalkan mereka tidak mengganggu kami … ”

[Ref.: R.E. Murphy et al., National Socialism (U.S.Gov. Ptg. Office, 1943), pp. 232- 43 http://web.jjay.cuny.edu/jobrien/reference/ob78.html ]

Pada tahun 1933 ketika masih dalam taraf membangun kekuatan, Hitler mengatakan Orang-orang Jerman tidak bermaksud menyerang negara lain.”

Setelah merasa dirinya cukup kuat untuk menyerang negara lain, ia menyatakan; The Sudetenland adalah daerah yang terakhir yang akan pernah kami inginkan di Eropa..”

Sekarang mari kita bandingkan pernyataan Hitler dengan sang guru Muhammad;

Ini adalah ayat2 sewaktu nabi kita masih belum punya apa2..

QS 16: 90

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

QS 2: 62

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

QS 20: 130

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu

QS 50: 45

Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka

QS 109: 6

Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku

Dan ini adalah ayat setelah sang nabi menjadi Raja Perampok

QS 3: 28

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

QS 8: 65

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir.

QS 9: 29

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

QS 8: 12

Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

Inikah kejujuran nabi sebagai suri teladan terbaik?

Berikutnya mari kita lihat beberapa hadis yang mengijinkan untuk menipu…

Sahih Muslim 6303

Ibn Shihab mengatakan bahwa dia tidak mendengarkan PENGECUALIAN untuk BERBOHONG kecuali untuk tiga kasus berikut ini: dalam perang, untuk membawa rekonsiliasi dan dalam pembicaraan / perbincangan / penjelasan suami kepada istri, dalam pembicaraan / perbincangan / penjelasan istri kepada suami (dalam bentuk yang dipelintir/ diputar-balik untuk membawa rekonsiliasi diantara mereka).

BUKHARI, Volume 3, Bukukan 49, Nomor 857:

Diceriterakan oleh Um Kulthum bint Uqba: Bahwa dia mendengar Rasulullah berkata, ” Ia yang berdamai dengan membuat-buat perkataan atau mengatakan sesuatu yang baik, bukanlah seorang pendusta”

BUKHARI, Volume 5, Book 59, Number 369:

Dikisahkan oleh Jabir Abdullah : RASULULLAH BERSABDA, “SIAPA YANG BERSEDIA MEMBUNUH KA`B BIN AL-ASHRAF YANG TELAH MENYAKITI ALLAH DAN RASULNYA?” Dari situ Maslama berdiri dan berkata, “Oh, Rasulullah! Apakah kamu suka kalo saya membunuhnya? ” Nabi bersabda, “Ya”. Maslama berkata, “Kalo begitu BIARKAN SAYA MEMFITNAH (dengan kata lain menipu Kab)`. NABI BERSABDA, “ANDA BOLEH MELAKUKAN ITU.”

Maslama pergi ke Ka`b dan berkata, “Orang itu (Muhammad) meminta Sadakah (i.e Zakat, pajak) dari kita, dan dia bisa menyebabkan masalah pada kita, dan saya datang untuk meminjam sesuatu darimu.” Untuk itu, Ka`b berkata, “Oleh Allah, kamu akan cape (bosan) menghadapi dia (Muhammad)!” Maslama berkata, “Sekarang sejak kami sudah mengikutinya, kami tidak mau meninggalkan dia dan sampai kami melihat bagaimana dia akhirnya. Sekarang kami mau kamu meminjamkan kepada kami satu atau dua truk onta penuh dengan makanan.” Ka`b berkata, “Ya, tapi kamu mesti memberikan jamiman pada saya.” Maslama dan temannya berkata, “Apa yang kamu mau?” Ka`b menjawab, “Jaminkan perempuan anda pada saya”. Mereka berkata, “Bagaimana mungkin kami menjaminkan perempuan kami pada anda dan anda adalah yang terganteng daripada semua orang Arab?” Ka`b berkata, “Kalau begitu jaminkan anak anda kepada saya.” Mereka berkata, “Bagaimana mungkin kami menjaminkan anak-anak kami kepada mu? Di waktu yang akan datang, mereka akan dihina oleh orang-orang bahwa si anu telah dijaminkan untuk satu truk onta penuh makanan. Hal itu akan membuat kami malu, tapi kami akan menjaminkan senjata kami kepadamu.”

Maslama dan temannya menjanjikan pada Ka`b bahwa ia akan kembali padanya. Dia datang ke Ka`b pada malam harinya bersama dengan saudara lelaki angkat Ka`b, Abu Na`ila. Ka`b mengundang mereka untuk masuk kedalam rumahnya dan pergi bersama dengan mereka. Isterinya menanyakan padanya, “Kemana engkau akan pergi di waktu malam demikian?” Ka`b menjawab, “Tidak lain tetepai Maslama dan saudara angakat saya abu Na`ila yang datang.” Isterinya berkata, “Saya mendengar suara seakan-akan darah bercucuran darinya.” Ka`b berkata, “Mereka tidak lain tetapi saudara saya Maslama dan saudara angkat saya Abu Na`la. Seorang yang murah hati selayaknya memenuhi undangan untuk melewatakan malam hari walaupun jika diundang untuk dibunuh.”

Maslama pergi dengan kedua lelaki tersebut. Jadi Maslama masuk bersama dengan dua orang, dan berkata kepada mereka, “Ketika Ka`b datang, saya akan menyentuh rambutnya dan menciumnya, dan ketika kamu melihat bahwa saya telah memegang kepalanya, pukulah dia. Saya akan membiarkan anda mencium kepalanya.”

Ka`b bin al-Ashraf turun dan menghampiri mereka dalam pakaiannya, dan menyebarkan bau parfum. Maslama berkata, “Saya belum pernah mencium wangi yang lebih baik dari pada ini.” Ka`b menjawab, “Saya mempunyai wanita Arab terbaik yang mengetahui cara penggunaan parfum kelas tinggi.” Maslaam meminta Ka`b, “Bolehkan saya mencium kepala anda?” Ka`b berkata, “Boleh.” Maslama menciumnya dan membuat temanya menciumnya juga. Kemudian dia meminta Ka`b lagi, “Apakah saya boleh (mencium kepala anda)?” Ka`b berkata, “Boleh.” Ketika Maslama berhasil memegangnya erat, dia berkata (kepada teman-temannya) , “Tangkap dia!” KEMUDIAN MEREKA MEMBUNUHNYA dan pergi kepada nabi untuk memberitahukan kepadanya.

Itukah yang disebut kejujuran dalam Islam?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: