<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>INDONESIA EX-MUSLIM FORUM</title>
	<atom:link href="http://exmuslim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://exmuslim.wordpress.com</link>
	<description>Telling the truth about Muhammad and Islam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 08:55:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='exmuslim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>INDONESIA EX-MUSLIM FORUM</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://exmuslim.wordpress.com/osd.xml" title="INDONESIA EX-MUSLIM FORUM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://exmuslim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SELAMATKAN MUSLIM DARI KESESATAN</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/10/selamatkan-muslim-dari-kesesatan/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/10/selamatkan-muslim-dari-kesesatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 10:37:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[B. PENDAHULUAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[About this blog (click here) UNDUH / DOWNLOAD BLOG INI LENGKAP (KLIK) Blog ini hanyalah duplikasi dari blog utama kami: trulyislam.blogspot.com (klik disini) Begitu membaca judul blog ini, sebagian dari kita pasti beranggapan bahwa blog ini adalah blog pembenci buta terhadap Islam, blog sesat, blog fitnah, blog penista, dan penghujat Islam ataupun sebutan lainnya. Kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=9&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><strong><a href="http://exmuslim.wordpress.com/about-forum-murtadin-indonesia/" target="_blank">About this blog (click here)</a></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><strong><br />
</strong></span></p>
<h2><span style="color:#008000;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/10463186/EXMUSLIM-INDONESIA.zip.html" target="new">UNDUH / DOWNLOAD BLOG INI LENGKAP (KLIK)</a></strong></span></h2>
<p><span style="color:#008000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><strong>Blog ini hanyalah duplikasi dari blog utama kami: <a href="http://trulyislam.blogspot.com/" target="_blank">trulyislam.blogspot.com (klik disini)</a></strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/" target="new"><img class="alignleft" title="murtadin indonesia" src="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SZljTph1A8I/AAAAAAAAAe8/FJy4Ti7eelM/s400/agama+allah.jpg" alt="" width="200" height="253" /></a>Begitu membaca judul blog ini, sebagian dari kita pasti beranggapan bahwa blog ini adalah blog pembenci buta terhadap Islam, blog sesat, blog fitnah, blog penista, dan penghujat Islam ataupun sebutan lainnya. Kami maklum terhadap hal itu, karena banyak diantara kita yang tidak mengetahui seperti apa sejarah kehidupan Muhammad sebenarnya! Banyak hal yang telah <span style="color:#3333ff;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">disensor</span></span> dari kita! Pernahkah anda mendengar perkataan Muhammad dan hadis2 berikut ini?</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">Rasulullah (Muhammad) mengatakan, &#8220;Saya memiliki </span><span style="color:#ff0000;">LIMA</span><span style="color:#0000ff;"> hal yang </span><span style="color:#ff0000;">TIDAK DIBERIKAN KEPADA SIAPAPUN SEBELUM SAYA.</span><span style="color:#0000ff;"> Saya diberikan kemenangan lewat </span><span style="color:#ff0000;">TEROR / KETAKUTAN</span><span style="color:#0000ff;"> (yang diinspirasi oleh saya)&#8230;. dan </span><span style="color:#ff0000;">BARANG JARAHAN</span><span style="color:#0000ff;"> dibuat halal bagi saya, dan tidak dihalalkan bagi siapa saja sebelum saya &#8230;&#8221;. (Hadis Muslim 4:1058)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk </span><span style="color:#ff0000;">MEMERANGI</span><span style="color:#0000ff;"> orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan aku adalah Rasul Allah…” (Hadis Bukhari 2:24)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">Ketika Allah menganugrahi RasulNya dengan kekayaan dari suku Hawazin sebagai barang jarahan (rampokan), dia mulai memberi sebagian orang2 Mekah sampai 100 ekor unta per orang (dengan maksud agar orang tersebut mau masuk Islam). Melihat itu beberapa orang2 Ansari berkata, “Semoga Allah mengampuni RasulNya! Dia memberi pada kaum Quraish dan tidak pada kami, </span><span style="color:#ff0000;">PADAHAL KENYATAANNYA PEDANG2 KAMI MASIH BERLUMURAN DARAH PARA KAFIR</span><span style="color:#0000ff;">…” (Hadis Bukhari 53:375)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">Diceritakan oleh Aisyah: Bahwa Muhammad menikahinya ketika ia berusia </span><span style="color:#ff0000;">ENAM TAHUN</span><span style="color:#0000ff;"> dan berhubungan suami istri ketika dia berusia </span><span style="color:#ff0000;">SEMBILAN TAHUN</span><span style="color:#0000ff;">, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian Muhammad). (Hadis Bukhari 62:64)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">Rasulullah hidup sampai tiga tahun setelah itu, sampai </span><span style="color:#ff0000;">RACUN ITU MENYEBABKAN RASA SAKIT SEHINGGA IA WAFAT</span><span style="color:#0000ff;">. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.” (Ibn Sa&#8217;d, &#8220;Tabaqat al-Kabir&#8221; hal 252)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;">.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Sama seperti anda, dulu kami selalu berpikir bahwa orang2 non muslim berusaha memfitnah dan menghujat Muhammad dengan menceritakan keburukan2 Muhammad kepada kami (silahkan baca ayat lengkapnya di Quran, jika anda menuduh kami memplintir ayat);</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>&#8220;HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU AMBIL MENJADI TEMAN KEPERCAYAANMU</strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong> ORANG-ORANG YANG DILUAR KALANGANMU </strong></span><span style="color:#0000ff;"><strong>(KARENA) MEREKA TDAK HENTI-HENTINYA (MENIMBULKAN) KEMUDARATAN BAGIMU. MEREKA MENYUKAI APA YANG MENYUSAHKAN KAMU. TELAH NYATA KEBENCIAN DARI MULUT MEREKA, DAN APA YANG DISEMBUNYIKAN OLEH HATI MEREKA LEBIH BESAR LAGI.</strong></span><span style="color:#0000ff;"> </span><span style="color:#0000ff;"><strong>SUNGGUH TELAH KAMI TERANGKAN KEPADAMU AYAT-AYAT (KAMI), JIKA KAMU MEMAHAMINYA&#8221; (Quran Sura 3:118).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;">“<strong>ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI TIDAK AKAN SENANG KEPADA KAMU HINGGA KAMU MENGIKUTI AGAMA MEREKA” (QS 2:120).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Dengan hidayah dari Tuhan semata akhirnya kami sadar, bahwa semua itu hanyalah upaya Muhammad dalam menanamkan kebencian agar para muslim tidak terpengaruh oleh para non muslim. Serta sebagai usaha Muhammad untuk menutupi semua kebohongannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;">“<strong>BACALAH QURAN, ANDA AKAN MENEMUKAN KEBENARAN ISLAM DIDALAMNYA”</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Saat di Mekah, disaat belum mempunyai banyak pengikut, Muhammad mengatakan bahwa Islam adalah agama damai, agama yang toleran terhadap agama2 lain.</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>&#8220;KAMI TELAH BERIMAN KEPADA (KITAB-KITAB) YANG DITURUNKAN KEPADA KAMI DAN YANG DITURUNKAN KEPADAMU; </strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong>TUHAN KAMI DAN TUHANMU ADALAH SATU</strong></span><span style="color:#0000ff;"><strong>; DAN KAMI HANYA KEPADA-NYA BERSERAH DIRI&#8221; (QS 29:46).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;">“<strong>TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK (MEMASUKI) AGAMA (ISLAM)” (QS 2:256).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;">“<strong>UNTUKMULAH AGAMAMU DAN UNTUKKULAH AGAMAKU” (QS 109:6).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Kebohongannya pun terbukti, setelah berada di Madinah, dimana upaya perampokannya berhasil dan ia memiliki beribu pasukan perampok, ia mulai memaksakan kehendaknya kepada semua orang. Ayat damainya kini berubah menjadi ayat perang!</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/01/09/menafsirkan-ayat-quran-dengan-benar/" target="_blank"><strong>&gt;&gt;MENAFSIRKAN AYAT QURAN DENGAN BENAR (klik disini)&lt;&lt;</strong></a></p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;">“<strong>BARANG SIAPA MENCARI AGAMA </strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong>SELAIN AGAMA ISLAM</strong></span><span style="color:#0000ff;"><strong>, MAKA SEKALI-KALI TIDAKLAH AKAN DITERIMA (AGAMA ITU) DARIPADANYA, DAN DIA DI AKHIRAT TERMASUK ORANG-ORANG YANG RUGI” (QS 3:85).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>&#8220;HAI NABI, <span style="color:#ff0000;">BERJIHADLAH (MELAWAN)</span> ORANG-ORANG KAFIR DAN ORANG-ORANG MUNAFIK ITU, DAN <span style="color:#ff0000;">BERSIKAP KERASLAH</span> TERHADAP MEREKA&#8221; (QS 9:73).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;">“<strong>KELAK AKAN AKU JATUHKAN RASA KETAKUTAN KE DALAM HATI ORANG-ORANG KAFIR, MAKA </strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong>PENGGALLAH KEPALA MEREKA</strong></span><span style="color:#0000ff;"><strong> DAN PANCUNGLAH TIAP-TIAP UJUNG JARI MEREKA” (QS 8:12).</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;"><strong>Anda harus tahu bahwa apa yang kami sampaikan dalam blog ini, adalah penjabaran dari kisah dan sejarah yang ditulis oleh para penulis Islam sendiri</strong></span><span style="color:#0000ff;"><strong>. BANYAK HAL YANG SELAMA INI TERSEMBUNYI, YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH KITA. YANG KAMI LAKUKAN HANYALAH MENCERITAKANNYA KEMBALI KEPADA ANDA.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Berikut nama2 sejarawan Islam awal beserta hasil karyanya yang telah diakui oleh para pakar Islam modern. Dari tulisan merekalah sebagian besar sejarah dan syariat Islam didasarkan (Setelah Quran tentunya). Silahkan klik pada nama untuk mengecek kebenarannya di Wikipedia;</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">1. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Ishaq" target="new"><strong>Ibnu Ishaq,</strong></a> (704-768M) ia adalah sejarawan muslim pertama, penulis <strong>Sirat Rasulullah</strong>, yang merupakan biografi tertua Rasulullah.</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">2. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Sa%27d" target="new"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad</strong>,</a> (784-845M) ia adalah ahli sejarah Islam mula2, murid dari al Waqidi. Dia membagi tulisannya dalam delapan bagian, dan menamakannya <strong>Tabaqat</strong> (kategori2).</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">3. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari" target="new"><strong>Imam Bukhari,</strong></a> (810-870M) ia adalah seorang pengumpul hadis atau sunnah, (kumpulan perkataan dan perbuatan Rasulullah). Buku kumpulan hadisnya, yaitu <strong>Sahih Bukhari</strong>, dianggap paling terkemuka. Persyaratan yang ditetapkannya untuk menentukan keaslian hadis sangat ketat dan karenanya kumpulan hadisnya disebut Sahih (tepat, benar).</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">4. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim" target="new"><strong>Imam Muslim</strong>,</a> (821-875M). Karyanya yang paling terkenal adalah kumpulan hadis yang disebut <strong>Sahih Muslim</strong>. Kitab ini disusun lebih sistematis dari Sahih Bukhari. Kedua kitab hadis sahih ini; Sahih Bukhari dan Sahih Muslim biasa disebut dengan Ash Shahihain.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p style="margin-bottom:0;">5. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/At-Tabari" target="new"><strong>Tabari,</strong></a> (838-923M) ia adalah seorang sejarawan dan pemikir muslim dari Persia (Iran). Karyanya yang paling terkenal adalah: <strong>Tārikh ur-Rusul wal-Mulūk</strong> (Sejarah para Nabi dan Raja), yang berisi sejarah dunia hingga tahun 915M. Ia terkenal karena keakuratannya dalam menuliskan sejarah Arab dan Islam.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-top:.49cm;margin-bottom:0;"><img class="alignleft" title="Leave Islam" src="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SZljTQoKxiI/AAAAAAAAAes/oLjL7P9qojQ/s400/exmuslim.jpg" alt="" width="243" height="320" /><span style="color:#000000;">Dan setelah mempelajari sejarah dari para penulis Islam tersebut, akhirnya kami mengerti, </span><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:130%;"><strong>BAHWA KAMI TELAH DIBOHONGI.</strong></span></span><span style="color:#000000;"> </span>Kami menjadi tahu, mengapa banyak muslim yang baik, yang cinta damai dan bertoleransi, dan di lain pihak terdapat muslim radikal, yang dengan kebenciannya memusuhi orang2 kafir, dan berusaha membunuh mereka. Muslim menjadi orang yang baik, karena mereka tidak menaati ajaran Muhammad sepenuhnya, <span style="color:#3333ff;font-size:130%;"><strong>mereka masih mengedepankan hati nuraninya sebagai manusia</strong></span><span style="color:#3333ff;">,</span> daripada melakukan ajaran2 picik agamanya. Sebaliknya, bagi mereka yang mendalami Quran dan Hadis dengan seksama, <span style="color:#3333ff;font-size:130%;"><strong>tanpa sensor hati nurani,</strong></span> kemungkinannya hanya dua, menjadi <span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><strong>MURTADIN</strong></span> seperti kami, atau menjadi <a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/surat-imam-samudera.html" target="new"><span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><strong>MUSLIM SEJATI</strong></span><span style="color:#ff0000;"> (klik disini),</span></a> yang dipenuhi rasa kebencian terhadap orang yang berbeda keyakinan, seperti Amrozi CS, dan teroris2 lain didunia ini.</p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-top:.49cm;margin-bottom:0;">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-top:.49cm;margin-bottom:0;">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-top:.49cm;margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;">Saudaraku, jika menceritakan kembali Quran, Hadis, dan sejarah kehidupan Muhammad anda anggap sebagai <span style="font-weight:bold;">BENTUK KEBENCIAN TERHADAP ISLAM</span>, itu adalah hak anda! Yang pasti tak ada niatan hati kami untuk<span style="font-weight:bold;"> MENGHUJAT</span> siapapun. Dan bila anda tetap beranggapan bahwa apa yang kami ungkapkan adalah kebohongan dan fitnah, maka </span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:130%;"><strong>BUKTIKANLAH</strong></span></span><span style="color:#000000;">. Dengan membuktikan isi dari blog ini, anda akan menemukan mana yang benar dan mana yang salah. Anda akan mengerti seperti apakah Muhammad dan Islam itu sejatinya. Biarlah sebagian besar dari kita yang tidak tahu apa2 tentang Islam mengetahui akan pesan dan wajah asli Islam. Secepat kita mengetahui kebohongan Islam ini, secepat itu pula kita menjadi bagian masyarakat dunia yang beradab dan terhormat.</span></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-top:.49cm;margin-bottom:0;">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-top:.49cm;margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:130%;"><strong>Selamat berburu kebenaran!</strong></span></span></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-top:.49cm;margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:130%;"><strong> </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">Artikel selanjutnya, klik dibawah ini <span style="font-size:130%;"><span style="color:#ff0000;font-weight:bold;">(wajib dibaca)</span></span> :</p>
<p style="margin-bottom:0;">.</p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/10/sejarah-singkat-muhammad/" target="new">Sejarah Singkat Muhammad</a></p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/muhammadisme/" target="new">Muhammadisme</a></p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/salahkah-aku-mencintai-muhammad/" target="new">Salahkah saya mencintai nabi?</a></p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/islam-adalah-alat-arabisasi-dunia/" target="new">Islam adalah Arabisasi dunia</a></p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/otak-rasionalitas-vs-iman-buta-fanatisme/" target="_blank">Cara berpikir muslim</a></p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/sejarah-terorisme-islam-1/" target="new">Sejarah perampokan Muhammad</a></p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/yesus-dan-trinitas-dimata-murtadin/" target="_blank">Yesus dan Trinitas dimata murtadin</a></p>
<p>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=9&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/10/selamatkan-muslim-dari-kesesatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SZljTph1A8I/AAAAAAAAAe8/FJy4Ti7eelM/s400/agama+allah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murtadin indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SZljTQoKxiI/AAAAAAAAAes/oLjL7P9qojQ/s400/exmuslim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Leave Islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH SINGKAT MUHAMMAD</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/10/sejarah-singkat-muhammad/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/10/sejarah-singkat-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 09:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[B. PENDAHULUAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Dulu kami selalu bertanya, mengapa ada muslim yang cinta damai, yang toleran dengan pemeluk agama lain, dan dipihak lain terdapat muslim yang radikal, yang memusuhi non muslim dan memerangi para kafir (Israel, AS, dan agamanya), padahal kedua pihak itu menggunakan dasar yang sama yaitu Quran. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita menelaah Quran berdasar sha’ne [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=27&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-singkat-muhammad.html" target="new"><img class="alignleft" title="bunuh ahmadiah" src="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIIZXEDZII/AAAAAAAAABk/cCY7ExpBZEk/s320/bunuh+ahmadiah.jpg" alt="" width="234" height="277" /></a>Dulu kami selalu bertanya, mengapa ada muslim yang cinta damai, yang toleran dengan pemeluk agama lain, dan dipihak lain terdapat muslim yang radikal, yang memusuhi non muslim dan memerangi para kafir (Israel, AS, dan agamanya), padahal kedua pihak itu menggunakan dasar yang sama yaitu Quran. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita menelaah Quran berdasar <em><strong>sha’ne nozool</strong></em> (konteks) dalam penurunan ayat2 tersebut, agar kita dapat mengerti apa sebenarnya perintah yang dimaksudkan dalam Quran.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sebelum Muhammad mengenal monotheisme, terdapat beberapa orang yang telah menentang budaya berhala yang ada di Mekah, dan berdakwah tentang tauhid atau monotheisme. Salah satunya adalah, <strong>Zayd bin Amr. </strong>Ia adalah seorang penyembah berhala kemudian murtad menjadi seorang Hanif (Agama Ibrahim). Zayd dengan keras menentang polytheisme, karenanya ia kemudian diasingkan oleh orang2 Mekah. Selama masa pengasingan ini, ia sering bertemu Muhammad didekat Gua Hira. Zayd belajar agama hingga ke Syria. Dikemudian hari Muhammad bercerita tentang Zaid ini; “<strong>Aku telah melihat dia di surga menggambar baju2nya.”</strong> Perkataan ini membuktikan bahwa Muhammad begitu terkesan terhadap ajaran monotheisme yang diajarkan oleh Zaid tersebut. (Ibn Sa&#8217;d, vol.i, p.185)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tidak banyak hal yang dapat kita ketahui mengenai apa agama awal Muhammad, namun dari beberapa hadis dan biografinya, kita memperoleh informasi bahwa kemungkinan pada mulanya Muhammad adalah seorang kafir penyembah berhala. Ibnu Ishaq menulis bahwa Muhammad biasa bertapa seorang diri di gua Hira setiap tahun selama sebulan untuk melakukan &#8216;<strong>tahnanuth</strong>&#8216; yang merupakan ibadah berhala. Menurut masyarakat Quraish, <strong>&#8216;tahnanuth&#8217;</strong> berarti pengabdian agamawi (Ibn Ishaq, Sirat, p.105).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">‘Kami diberitahu bahwa Rasul Allah pernah menyinggung hal tentang al-‘Uzza dan katanya, “Aku telah mempersembahkan domba putih kepada al-‘Uzza, ketika aku masih menjadi pengikut agama masyarakatku.” (Hisham ibn al-Kalbi, Kitab al-Asnam, p.17)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bukhari juga mencatat bahwa Muhammad muda memakan daging yang dipersembahkan pada berhala Mekah, hal yang dilarang dalam kepercayaan monotheisme seperti Yahudi dan Hanif. (Sahih Bukhari, 67:407, 58:169). <strong>Hal ini menunjukkan pada mulanya Muhammad adalah penyembah berhala (kafir),</strong> namun karena bimbingan dari orang2 seperti Waraqah, Khadijah, dan Zaid bin Amr, akhirnya Muhammad menjadi seorang monotheisme.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">13 tahun Muhammad berdakwah mengenai monotheisme di Mekah, menyampaikan berita bahwa dirinya adalah seorang rasul, namun kurang dari 80 orang yang menerimanya dan percaya padanya <span style="color:#0000ff;">(bandingkan dengan </span><span style="color:#0000ff;"><strong>Lia Eden</strong></span><span style="color:#0000ff;">, dalam 5 tahun pengikutnya lebih dari 50 orang)</span>. Dalam dakwahnya, ia selalu mengatakan bahwa barangsiapa yang tidak taat pada Allah dan dirinya adalah kafir. Hal itu membuat jengkel masyarakat Mekah, karena dengan begitu Muhammad mengejek agama dan dewa2 mereka. Akibatnya masyarakat Mekah tidak mau berhubungan dengan dia dan pengikutnya. Dalam sejarah yang ditulis para Muslim sendiri, tidak ada bukti penindasan terhadap Muhammad. Kaum2 tua Quraish yang muak dengan hinaan2 Muhammad melaporkan hal itu kepada paman Muhammad, Abu Talib dan berkata,</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:georgia;"><strong>Keponakanmu ini telah mengucapkan kata2 hinaan terhadap dewa2 dan agama kami, dan telah mengatakan kami bodoh, dan mengatakan semua kakek moyang kami sesat. </strong></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:georgia;">Sekarang, kau yang berada di pihak kami silakan balas dia; (karena kau pun mengalami hinaan yang sama), atau jangan lindungi dia agar kami yang membalasnya.” (Sir William Muir, Life of Muhammad, Vol. 2, chap. 5,. p. 162.)</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Ini bukan ucapan orang2 yang suka menindas. Ini adalah sebuah permintaan dan peringatan agar Muhammad berhenti menghina dewa2 mereka. <span lang="sv-FI">Bandingkan dengan tindakan kaum Muslim modern ketika nabi mereka digambarkan di beberapa kartun. Muslim2 ini mengamuk dan di tempat2 seperti Nigeria dan Turki, mereka membunuh hampir 100 orang yang tidak bersalah atas pembuatan kartun2 itu. Tapi masyarakat Quraish bertoleransi atas hinaan2 terhadap dewa2 mereka selama tiga belas tahun. </span></span></p>
<p lang="sv-FI" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:georgia;">Ibnu Ishaq berkata, &#8220;Seperti yang disampaikan kepadaku, bahwa Abu Jahal bin Hisyam berjumpa dengan Rasulullah, kemudian ia berkata kepada beliau, <strong>&#8216;Hai Muhammad, engkau harus berhenti mencela tuhan2 kami! Jika tidak, maka kami akan mencela tuhan yang engkau sembah.&#8217;</strong> (Ibnu Hisyam, Sirah NA, Vol 1, p 318)</span></span></p>
<p lang="sv-FI" align="justify"><span style="font-family:georgia;">Berdasarkan peristiwa tersebut, maka Allah menurunkan ayat berikut:</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#008000;"><span style="font-family:georgia;">&#8216;Dan janganlah kalian memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan &#8216;. (QS 6:108).</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;"><strong>Siapakah yang pertama kali mencela dan melecehkan agama orang lain?</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Karena ditinggal Muhammad berdakwah, dan sibuk mengurus sepuluh anak tanpa bantuan dari suami, akhirnya Khadijah (istri pertama Muhammad) tidak sempat mengurus bisnisnya, hartanyapun habis guna mencukupi kebutuhan Muhammad dan para pengikutnya, sehingga setelah dia meninggal dunia, keluarganya menjadi miskin. Setelah Khadijah meninggal, pendukung lain Muhammad yakni pamannya Abu Talib juga meninggal. Karena kehilangan dua pendukung setianya dan tidak dipedulikan masyarakat Mekah, maka Muhammad mengambil keputusan untuk hijrah ke Medina. Apalagi Muhammad telah melakukan perjanjian dengan tujuh puluh lima (73 pria dan 2 wanita) Ansar (penduduk kota Medina) yang disebut sebagai sumpah kedua Aqaba. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Masyarakat Arab Medina lebih dapat menerima Muhammad, bukan hanya karena ajarannya, tapi karena mereka bersaing dengan masyarakat Yahudi. Masyarakat Medina menganggap Muhammad adalah sang penyelamat yang akan membalaskan kecemburuan mereka terhadap masyarakat Yahudi. Di daerah Medina banyak terdapat masyarakat Yahudi. Sesuai dengan agama mereka, masyarakat Yahudi merasa mereka sebagai “bangsa pilihan.” Mereka pun lebih kaya dan terpelajar dibandingkan masyarakat Arab, sehingga ini menimbulkan kecemburuan sosial dalam diri masyarakat Arab Medina. Sebagian besar tanah Medina dimiliki orang2 Yahudi <span style="color:#0000ff;">(Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah; 197).</span></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#008000;"><span style="font-family:georgia;">Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan <strong>tempat yang bagus</strong> kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui. (QS 16:41).</span></span></p>
<p lang="sv-FI" align="justify"><span style="font-family:georgia;">Orang2 Mekah yang hijrah ke Medina tidak punya mata pencarian. Jadi bagaimana Muhammad memenuhi janjinya untuk memberikan “<strong>tempat yang bagus”</strong> pada mereka yang meninggalkan rumah mereka karena perintahnya? Mereka menjadi miskin dan tergantung pada belas kasihan orang2 Medina untuk bertahan hidup. Beberapa dari mereka bekerja sebagai kuli untuk jangka waktu singkat dan setelah itu tidak punya pekerjaan lagi. Akibat kemiskinan dan kelaparan, para pengikut Muhammad mulai berbisik-bisik tidak puas. Beberapa malah meninggalkannya. Muhammad nyaris kehilangan wibawanya. Reaksi Muhammad adalah mengeluarkan ayat ancaman baru:</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;"><span style="color:#008000;">Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). </span><span style="color:#008000;"><span lang="sv-FI">Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. </span></span><span style="color:#008000;"><span lang="sv-FI"><strong>Maka jika mereka berpaling (murtad), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya,</strong></span></span><span style="color:#008000;"><span lang="sv-FI"> dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong, (QS 4:89)</span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Dalam ayat ini, Muhammad mengatakan pada pengikutnya untuk membunuh Muslim2 lain yang meninggalkannya dan berniat kembali ke Mekah. (Jalal al-Din al-Suyuti menulis: “sekelompok orang dari Mekah masuk Islam dan beriman; sebagai akibatnya, para sahabat di Medinah menulis surat kepada mereka dan meminta mereka untuk melakukan hijrah sesuai perintah Muhammad; karena jika mereka tidak mau, maka mereka dianggap sebagai musuh Muslim. Mereka setuju dan meninggalkan Mekah tapi kemudian segera dilarang orang2 kafir (Quraish) yang adalah saudara mereka sendiri; mereka dipaksa murtad, tapi tidak mau.” <span style="color:#0000ff;"><span lang="it-IT">[Jalal al-Din al-Suyuti "al-Durr al-Manthoor Fi al- Tafsir al-Ma-athoor," vol.2, p178;] </span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Meskipun telah mengeluarkan ayat2 panik penuh ancaman bagi mereka yang berniat meninggalkannya, Muhammad tetap saja harus menemukan jalan untuk menafkahi pengikut2nya. Apa yang dilakukan Muhammad untuk menghidupi pengikutnya? Mari kita lihat hadis dibawah:</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;"><span style="color:#0000ff;">Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:<br />
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”</span><span style="color:#0000ff;"><strong>Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku,</strong></span><span style="color:#0000ff;"> (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”</span><br />
<span lang="sv-FI">Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;">Hadis Sahih Muslim 4:1058<br />
Rasulullah mengatakan, &#8220;Saya memiliki LIMA hal yang TIDAK DIBERIKAN KEPADA SIAPAPUN SEBELUM SAYA. Saya diberikan kemenangan lewat <strong>KETAKUTAN</strong> (yang diinspirasi oleh saya) &#8230;: dan <strong>BARANG JARAHAN</strong> dibuat halal bagi saya, dan tidak dihalalkan bagi siapa saja sebelum saya &#8230;&#8221;)</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;">(Ibn Ishaq Sirat Rasul Allah; 326)<br />
Allah mengatakan, “Tidak ada nabi sebelum Muhammad yang mengambil barang jarahan dari musuhnya, maupun mengambil sandera untuk uang tebusan.” Muhammad mengatakan, “Saya diberikan kejayaan lewat <strong>TEROR</strong>. Bumi diberikan bagi saya untuk dibersihkan&#8230; Jarahan dibuat sah bagi saya &#8230; Kelima hak istimewa ini tidak diberikan kepada nabi lain sebelum saya.” </span></p>
<p align="justify">Itulah Muhammad, sang Rasul Allah. <strong>Jika selama ini anda bertanya apakah pekerjaan Muhammad, inilah jawabannya</strong>. Muhammad menafkahi dirinya dengan cara merampok, uang tebusan dari sandera dan memungut pajak jizya. Benar kata pepatah,<span style="color:#ff0000;"> </span><span style="color:#ff0000;"><strong>kemiskinan dekat dengan kekhufuran</strong></span>. Patut diperhatikan bahwa Hadis Bukhari bab 88 diatas telah dihilangkan dalam versi Internet Sahih Bukhari. Hadis yang sukar dipercaya ini hanya dapat ditemukan di terjemahan cetak asli “The Translation of Sahi Bukhari” oleh Dr. Muhammad Muhsin Khan. <span style="color:#0000ff;">[Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University—Al-Medina Al-Munauwara]. </span></p>
<p align="justify">Ya, Muhammad memerintahkan pengikutnya untuk merampok kafilah2 pedagang Mekah. Dia meyakinkan mereka bahwa masyarakat Mekah telah mengusir mereka ke luar dari rumah mereka, karena itu sudah jadi hak mereka untuk merampok orang2 Mekah tersebut;</p>
<p align="justify"><span style="color:#008000;">Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: &#8220;Tuhan kami hanyalah Allah&#8221;. (QS 22:39-40)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-singkat-muhammad.html"> </a></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Di Medina, pendatang Muslim dari Mekah hanya beberapa orang saja. Agar lebih berhasil dalam usaha penyerangannya, Muhammad butuh bantuan dari Muslim baru asal Medina, yang disebutnya sebagai ‘Ansar’ (pembantu). Akan tetapi, orang2 Medina tidak memeluk Islam untuk merampok kafilah dan berperang. Percaya pada Allah adalah satu hal, sedangkan menyerang, menjarah, dan membunuh orang merupakan hal yang lain sama sekali. Sebelum Muhammad datang, orang2 Arab tidak mengenal agama perang. <strong>Bahkan saat jaman modern sekalipun, terdapat para Muslim yang percaya pada Allah tapi tidak mau berperang dan membunuh bagi agamanya</strong>. Untuk membujuk pengikut seperti ini, Muhammad membuat Allah mengeluarkan perintah ini: </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;"><span style="color:#008000;"><span lang="sv-FI"><strong>Diwajibkan atas kamu berperang</strong></span></span><span style="color:#008000;"><span lang="sv-FI">, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. </span></span><span style="color:#008000;">(QS 2:216)</span></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Tak lama kemudian, usaha sang Nabi mulai berbuah. Terdorong keserakahan ingin mendapat harta jarahan dan janji2 hadiah surgawi, maka Muslim Medina bergabung melakukan perampokan dan penjarahan. Setelah tentara Muhammad bertambah banyak dan ambisinya semakin membengkak, dia pun mendongkrak posisinya dengan tidak hanya memerintahkan pengikutnya berperang baginya “di jalan Allah” tapi juga harus membayar biaya perang sekalian.</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#008000;"><span style="font-family:georgia;">Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS 2:195)</span></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Perhatikan bagaimana Muhammad menghubungkan “<strong>perbuatan baik”</strong> dengan menjarah, meneror, dan membunuh. Dengan memutarbalikkan moralitas seperti inilah maka Muslim dapat mengesampingkan nurani mereka dan menganut etika terbalik dalam memperlakukan non-Muslim, yang harus terus dimanfaatkan demi keuntungan Muslim. Apapun keadaan yang menguntungkan Muslim dianggap baik. </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:georgia;">(Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah; 304)<br />
Saya memotong kepala Abu Jahl dan membawanya kepada Rasulullah. “O Nabi Allah, inilah kepala dari orang yang memusuhi Allah”. Muhammad mengatakan, &#8220;<strong>TERPUJILAH ALLAH</strong>.&#8221;</span></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Muhammad membuat pengikutnya percaya bahwa melakukan perang baginya dan melakukan tindakan terorisme dalam Islam merupakan perbuatan yang menyenangkan Allah. Muhammad menyebut “<strong>PERAMPOKAN dan PENJARAHAN”</strong>, dengan istilah “<strong>PEPERANGAN”.</strong> Hal ini dilakukan agar dirinya nampak sebagai <strong>KORBAN</strong>, pihak yang teraniaya, atau pihak yang dikhianati dari orang2 yang dirampokinya, dengan demikian Muhammad memiliki alasan pembenaran untuk melakukan perampokan tersebut. Bahkan Muhammad menjanjikan kemakmuran bagi mereka yang mau bergabung dalam bisnis perampokannya.</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;"><span style="color:#008000;"><strong>ALLAH MENJANJIKAN KEPADA KAMU HARTA RAMPASAN YANG BANYAK YANG DAPAT KAMU AMBIL, </strong></span><span style="color:#008000;">maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada </span><span style="color:#008000;"><strong>JALAN YANG LURUS. (QS 48:20)</strong></span></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Dan sekarang keberuntungan Muhammad telah berubah. Dengan kekayaan dari hasil berpuluh2 kali perampokan, ia berhasil membentuk ribuan pasukan. Kini dia bukan lagi seorang pendakwah lemah yang diabaikan seperti sewaktu di Mekah, tapi kini dia adalah pemimpin sebuah “<strong>NEGARA”,</strong> yang memerintah dengan kekuasaan absolut atas para pengikutnya. Dengan perubahan nasib ini, seluruh pesan Muhammad juga berubah. <strong>Ia yang dulu begitu alim di Mekah, menjadi begitu lalim di Medinah.</strong></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Di bawah ini adalah perbandingan antara beberapa ayat2 awal yang dia tulis di Mekah ketika masih lemah dan beberapa yang ditulis di Medinah setelah menjadi berkuasa.</span></p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="3" width="100%">
<col width="128"></col>
<col width="128"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="50%">Ayat Awal di Mekah dan Medinah</td>
<td width="50%">Ayat di Medinah setelah berkuasa</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">2:256 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)</td>
<td width="50%">9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang 			kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui 			kekerasan daripadamu</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">29:46 Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan 			dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di 			antara mereka, dan katakanlah: &#8220;Kami telah beriman kepada 			(kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan 			kepadamu; <span style="color:#3333ff;"><strong>Tuhan kami dan T</strong></span><span style="color:#3366ff;"><strong>uhanmu 			adalah satu</strong></span>; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri</td>
<td width="50%">9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan 			tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan 			apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak 			beragama dengan <span style="color:#3333ff;"><strong>agama yang benar (agama 			Allah)</strong></span>, (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab 			kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang 			mereka dalam keadaan tunduk.</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">109:6 Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku</td>
<td width="50%">3:85 Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka 			sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan 			dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">5:82 Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat 			persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang 			yang berkata: &#8220;Sesungguhnya kami ini orang Nasrani</td>
<td width="50%">3:28 Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir 			menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang 			mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari 			pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari 			sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu 			terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">10:99 Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua 			orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) 			memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman 			semuanya?</td>
<td width="50%">2:193 Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi 			dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">50:45 Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, 			dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka</td>
<td width="50%">9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka 			dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan 			mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati 			orang-orang yang beriman</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">73:10 Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan 			jauhilah mereka dengan cara yang baik.</td>
<td width="50%">8:12 Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati 			orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah 			tiap-tiap ujung jari mereka</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, 			orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara 			mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan 			beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, 			tidak ada kekhawatiran<br />
terhadap mereka, dan tidak (pula) 			mereka<br />
bersedih hati.</td>
<td width="50%">9:30 Orang-orang Yahudi berkata: &#8220;Uzair itu putra Allah&#8221; 			dan orang Nasrani berkata: &#8220;Al Masih itu putra Allah&#8221;. 			Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru 			perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah 			mereka; bagaimana mereka sampai berpaling</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%">43:88,89 Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang 			tidak beriman&#8221;. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka 			dan katakanlah: &#8220;Salam (selamat tinggal).&#8221; Kelak mereka 			akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)</td>
<td width="50%">47:4 Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan 			perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu 			telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;"><br />
</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:georgia;">Ayat diatas hanyalah sebagian dari ayat2 yang bertentangan dalam Quran. Dikotomi (pemikiran bercabang) ini dijelaskan oleh beberapa ulama Muslim. </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Dr. M. Khan, penerjemah Sahih Bukhari dan Quran ke dalam bahasa Inggris menulis:<br />
<span style="color:#0000ff;">Jadi pada awalnya &#8216;pertempuran&#8217; dilarang, kemudian diijinkan, dan setelah itu dibuat &#8216;wajib&#8217;. (Pengenalan untuk Terjemahan Inggris dari Sahih Bukhari, halaman xxiv). </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Dr. Sobhy as-Saleh, seorang akademik jaman ini, tidak melihat dalam QS 2:256 dan QS 9:73 sebagai kasus penggantian tapi sebagai kasus penundaan atau penangguhan perintah untuk melawan para kafir. Untuk mendukung pandangannya dia mengutip Imam Suyuti, Penulis Itqan Fi&#8217;Ulum al-Quran yang menulis:</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Perintah untuk melawan para kafir <span style="color:#ff0000;">DITUNDA HINGGA PARA MUSLIM MENJADI KUAT</span>, tapi dikala mereka lemah mereka diperintahkan untuk bertahan dan bersabar<span style="color:#0000ff;">. [ Sobhy as_Saleh, Mabaheth Fi 'Ulum al- Qur'an, Dar al-'Ilm Lel-Malayeen, Beirut , 1983, p. 269.] </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Dan Nahas menulis:</p>
<p align="justify">Para ulama berbeda pendapat mengenai QS 2:256 (Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)) Ada yang bilang: &#8220;Itu telah digantikan (<strong>dibatalkan</strong>) karena sang nabi memaksa orang Arab untuk memeluk Islam dan melawan mereka dan tidak menerima alternatif lain kecuali menyerah pada Islam. Ayat tersebut telah digantikan oleh QS 9:73 <span style="color:#008000;">&#8220;Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka.&#8221;</span> Muhammad meminta ijin Allah untuk melawan mereka dan dikabulkan. Ulama lain berkata QS 2:256 tidak digantikan, tapi mendapat penerapan khusus. Ayat ini muncul karena mengenai &#8220;Ahlul Kitab&#8221; (Yahudi dan kristen); mereka tidak dapat dipaksa untuk memeluk islam jika mereka membayar pajak Jizia (Pajak untuk nonmuslim dibawah undang2 muslim). Hanya pemuja berhala saja yang dipaksa untuk memeluk agama Islam dan pada merekalah QS 9:73 diterapkan. Ini pendapat dari Ibnu Abbas yang merupakan pendapat terbaik karena dari kesahihan otoritasnya <span style="color:#0000ff;">[ al-Nahas, An-Nasikh wal-Mansukh, p.80. See also Ibn Hazm al-Andalusi, An-nasikh wal-Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute, 1986, p.42.]</span></p>
<p align="justify">Dikotomi diatas menjelaskan, mengapa orang2 seperti Cak Nur dan Abu Bakar Baasir, dapat berbeda dalam menafsirkan Quran. <span style="color:#3333ff;"><strong>Muslim menjadi orang yang baik karena mereka masih mengedepankan hati nurani mereka sebagai manusia daripada mengikuti ajaran2 picik agamanya.</strong></span><strong> </strong>Sedangkan Islam Radikal menyatakan Islam apa adanya, Islam yang sesungguhnya, tanpa sensor hati nurani! Karena mereka tau, bahwa ayat2 damai dalam Quran telah <span style="color:#ff0000;"><strong>DIBATALKAN</strong></span> dengan ayat baru yang lebih tegas!</p>
<p><span style="font-size:100%;">&gt;&gt;<a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/01/09/menafsirkan-ayat-quran-dengan-benar/" target="_blank"><span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Menafsirkan Quran dengan benar</span> (klik disini)</a>&lt;&lt; </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Obsesi Muhammad untuk menundukkan orang2 agar mau mengakuinya luar biasa besarnya, hingga dia menjanjikan para pemerkosa dan perampok sebuah tempat di surga jika mereka menerimanya. Sementara bagi mereka yang tidak menerimanya dan mengakui kerasulannya akan dia bakar di dunia dan neraka andai meskipun mereka hidup soleh di dunia ini.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;">Nabi berkata, &#8220;Jibril berkata padaku, &#8216;Siapapun di antara para pengikutmu yang mati tanpa menyembah tuhan lain selain Allah, akan masuk surga (atau tidak akan masuk neraka).&#8217; Nabi bertanya, &#8216;Bahkan jika dia telah melakukan pemerkosaan atau pencurian&#8217;? Jawabnya, &#8216;Ya, bahkan merekapun.&#8217;&#8221; (Hadis Bukhari 54:445 )</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Ini bahkan dipastikan oleh Quran:</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#008000;">(QS 4:48) &#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.&#8221;</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Dan bagi mereka yang mau menerima Muhammad dan Allahnya, akan diberikan tempat disurga:</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#008000;">Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): &#8220;Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan&#8221;, <strong>mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.</strong> (QS 52:17-20)</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#008000;">Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka <strong>gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya</strong>…(QS 56:35-37)</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Bagaimana bisa orang yang berpikiran normal menerima omong kosong ini?</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Perampok dan pemerkosa dijanjikan surga yang penuh kenikmatan seks dan birahi asal menerima Muhammad dan Allahnya!</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Tidakkah kita melihat keganjilan disini? Lihatlah apa yang dikatakan seorang wanita Yahudi kepada Muhammad setelah ia ketahuan meletakkan racun di makanan rasulullah tersebut!</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;">“Kami ingin tahu jika kau ini <strong>PEMBOHONG </strong>dan kalau kau memang pembohong, kami akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu tidak akan mempan pada dirimu.” (Hadis Bukhari 53:394)</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span lang="nl-NL">Dan ucapan wanita Yahudi itupun terbukti. Racun itu membunuh Muhammad secara perlahan. </span>Selama 3 tahun sang nabi bertarung dengan racun tersebut.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;">Rasul Allah hidup sampai tiga tahun setelah itu sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya <strong>batang nadiku terputus</strong>.” (Ibn Sa&#8217;d, &#8220;Kitab al-Tabaqat al-Kabir&#8221; hal 252)</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Sang nabi pun wafat karena kutukan yang ia buat sendiri:</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#008000;">Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya, Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari <strong>pemotongan urat nadi</strong> itu. (QS 69:44-47)</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Bagaimana mungkin bahwa orang2 tidak berhenti sejenak untuk berpikir tentang semua ini?</p>
<p align="justify">
<p lang="it-IT" align="justify">Kenapa kita tidak bertanya pada diri sendiri pertanyaan sederhana ini, seperti:</p>
<p lang="it-IT" align="justify">
<p lang="it-IT" align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong>KENAPA ALLAH SANGAT INGIN DIRINYA DIKETAHUI DAN DIPUJA?</strong></span></p>
<p lang="it-IT" align="justify">
<p align="justify">Kenapa dia tidak menampakkan dirinya pada setiap orang seperti dia menampakkan dirinya pada si nabi? Kenapa dia bermain petak umpet dan kemudian menghukum dan membunuh mereka yang gagal menemukannya, dengan meminjam tangan Muhammad dan pengikutnya.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#008000;">Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan </span><span style="color:#ff0000;">(</span><span style="color:#ff0000;"><strong>perantaraan</strong></span><span style="color:#ff0000;">)</span><span style="color:#008000;"> </span><span style="color:#ff0000;">tangan-tanganmu</span><span style="color:#008000;"> dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (QS 9:14)</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Dimanakah kuasa Allah yang maha kejam tersebut? Bukankah adalah hal yang mudah bagi Allah untuk menyiksa dan membunuh orang2 kafir dengan mengirimkan bencana kepada mereka. Mengapa harus Muhammad dan pengikutnyalah yang melakukannya?</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Ini adalah pertanyaan sederhana tapi penting, setiap muslim harus bertanya pada dirinya sendiri.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kita bukanlah kambing! Kita adalah manusia yang diberi otak dan hati nurani!</strong></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Tergantung apakah akan kita gunakan atau tidak!</strong></span></p>
<p align="justify">Artikel selanjutnya, klik disini: <a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/muhammadisme.html"><strong>Muhammadisme</strong></a></p>
<p><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-singkat-muhammad.html"> </a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=27&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/10/sejarah-singkat-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIIZXEDZII/AAAAAAAAABk/cCY7ExpBZEk/s320/bunuh+ahmadiah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bunuh ahmadiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OTAK / RASIONALITAS VS IMAN BUTA / FANATISME</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/otak-rasionalitas-vs-iman-buta-fanatisme/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/otak-rasionalitas-vs-iman-buta-fanatisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 10:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[B. PENDAHULUAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan muslim menggunakan pola berpikir yang sama dengan Mustafa Basheer ini. Karenanya kami postingkan artikel ini, agar kita mengerti perbedaan pola pikir seorang MUSLIM dan pola pikir seorang MURTADIN. . Sebuah debat antara Ali Sina (Murtadin Iran) dan Mustafa Basheer (Cendekiawan Muslim Iran). Warna biru perkataan Basheer, warna hitam perkataan Sina; . Yth Ali Sina, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=21&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;color:#000000;text-align:center;" align="justify"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/otak-rasionalitas-iman-fanatisme.html" target="new"><img class="aligncenter" title="otak muslim fanatik" src="http://4.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SYm_n5E1CvI/AAAAAAAAAc8/O5cFCrmV9wU/s320/ostrich_headinground.jpg" alt="" width="320" height="210" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;color:#000000;text-align:center;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;color:#000000;text-align:center;" align="justify">Kebanyakan muslim menggunakan pola berpikir yang sama dengan Mustafa Basheer ini. Karenanya kami postingkan artikel ini, agar kita mengerti perbedaan pola pikir seorang <span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">MUSLIM</span></span> dan pola pikir seorang <span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">MURTADIN.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:130%;"><strong>Sebuah debat antara Ali Sina (Murtadin Iran) dan Mustafa Basheer (Cendekiawan Muslim Iran)</strong>. </span><span style="color:#3333ff;font-size:130%;">Warna biru perkataan Basheer</span><span style="font-size:130%;">, warna hitam perkataan Sina; </span></div>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Yth Ali Sina, </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Assalamu Alaikum<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Saya Muslim, alhamdulillah. Cara anda menyampaikan argumen memang luar biasa. Cuma anda tidak berhasil meyakinkan saya, apalagi muslim dengan iman tidak akan terbuai oleh argumen anda. Mungkin anda berhasil menarik muslim-muslim biasa yang tidak dalam mempelajari agama mereka. MashaAllah, pengetahuan saya tentang Islam cukup mendalam dan saya mampu membelanya. Dan inilah yang akan saya lakukan sekarang. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Saya tahu anda menawarkan US$50,000 bagi mereka yang berhasil mengalahkan anda dalam debat. Nah, Mr Sina, saya bukan disini untuk duitnya. Saya hanya ingin anda mengaku kekalahan kalau saya membuktikan anda salah. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Saya hanya muslim biasa yang ingin diberi kesempatan untuk mengatasi problem yang dimiliki anda (para ex-muslim) dan non muslim dengan Islam, nabi dan siratnya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Jadi, jika anda siap, saya pun siap. Nah dari mana kita akan mulai? <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Anda sudah membuat begitu banyak tuduhan tentang nabi kami (yang saya rasa adalah orang yang paling mulia yang pernah hidup di dunia ini).</span></span> Anda pilih topiknya dan saya akan menjawab. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Walaikum Assalamu Rahmathullah.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">M. Basheer. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>JAWABAN ALI SINA </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan dari tulisan M Basheer: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Cuma anda tidak berhasil meyakinkan saya, apalagi muslim beriman tidak akan terbuai oleh argumen anda &#8230;. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Yth Mustafa,</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Terima kasih atas suratmu. Kita pilih topik <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Otak VS Iman.</span></span> Berita baik buat anda ; saya tidak ingin meraih Muslim dengan Iman, saya ingin meraih para muslim KTP yang punya otak. Kami semua ini yang meninggalkan Islam memang bukan muslim-muslim sejati. Karena setelah kami menyadari apa itu Islam sebenarnya, kami sadar kami membohongi diri sendiri. Mungkin iman kami kurang kuat ketimbang otak kami, jadi kami meninggalkan iman kami yang lemah itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mereka yang otaknya lebih lemah daripada iman, akan tetap bertahan sebagai muslim dan kami tidak sedikitpun interes pada mereka. <span style="font-size:130%;"><strong>Jadi, anda tidak perlu khawatir. Kami hanya mencari orang-orang ber-otak.</strong></span> Jadi anda boleh bergembira sekarang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>MashaAllah pengetahuan saya tentang Islam cukup mendalam sehingga saya mampu membelanya. Dan inilah yang akan saya lakukan sekarang. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kalau begitu, anda tidak perlu iman. Iman adalah penerimaan sesuatu tanpa bukti. Jika kamu punya butki, ini namanya bukan iman, tetapi FAKTA. Kalau faktamu kuat, saya juga akan menerimanya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Saya hanya muslim biasa yang ingin diberi kesempatan untuk mengatasi problem yang dimiliki anda (para ex-muslim) dan non muslim dengan Islam, nabi dan siratnya. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Percayalah, kami juga orang-orang biasa. Kami tadinya Muslim biasa dan sekarang kami adalah <strong>NON-Muslim</strong> biasa. Pengetahuan kami tidak lebih dari anda, cuma kami menyoroti Islam dengan &#8220;lampu&#8221; berbeda.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kami membaca Quran dan hadis yang sama dengan yang anda punya tetapi kami berani melihat hal yang anda tidak dapat dan tidak mau lihat. Apa yang anda perlu lakukan hanyalah mengganti cara pandang anda dan menyoroti Islam dan Muhammad dibawah &#8220;lampu&#8221; logika dan keadilan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Sebelumnya, ketika saya membaca di Hadis bahwa Muhammad menjarah kota-kota dan membantai para kafir, saya merasa BANGGA bahwa Rasulullah bisa menang dan kafir kalah dan dihina.</strong></span> SEKARANG, saya mencoba menempatkan diri pada posisi para kafir dan menyadari betapa biadabnya Muhammad. Saya baca cerita-cerita yang sama dengan anda, tetapi sudut pandang saya berbeda. Saya sekarang berubah, <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">tidak lagi menutup mata dan secara otomatis mencoba mencari-cari alasan untuk membenarkan kejahatan Muhammad.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sekarang saya berani bertanya MANA BUKTINYA IA NABI? Nah, inilah saatnya saya ataupun muslim pada umumnya tidak dapat menampilkan bukti. <span style="font-size:130%;"><strong>TIDAK ADA SECUILPUN BUKTI BAHWA MUHAMMAD ADALAH NABI.</strong></span> Pengalaman mentalnya di-interpretasikannya sebagai wahyu. Tetapi setelah melihat kelakuannya, menurut saya ia bukan saja penipu, tetapi juga MONSTER.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Saya hanya ingin anda mengaku kekalahan kalau saya membuktikan anda salah. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">OK ! Tapi bagaimana kalau SAYA yang menang? Kau tidak mengatakan apa yang KAMU akan lakukan jika saya berhasil membuktikan bahwa Muhammad bukan orang yang terhormat. Apakah kau akan meninggalkan Islam dan mengumumkan kemurtadanmu?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>JAWABAN BASHEER </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#333333;"><strong>Kutipan ALI SINA: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#333333;"><strong>&#8230; saya tidak ingin meraih Muslim dengan Iman, saya ingin meraih para muslim KTP yang punya otak. Kami semua ini yang meninggalkan Islam memang bukan muslim-muslim sejati. Karena setelah kami menyadari apa itu Islam sebenarnya, kami sadar kami membohongi diri sendiri. Mungkin iman kami kurang kuat ketimbang otak kami, jadi kami meninggalkan iman kami yang lemah itu. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Jadi, apa yang anda katakan adalah: anda mengikuti otak anda dan bukan hati anda? Mr Sina, saya harap anda sadar bahwa sebagai manusia kita miliki batasan. </span><span style="color:#0000ff;"><strong>Bagaimana anda tahu otak anda atau intelek anda benar? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Bagaimana anda yakin bahwa otak anda tidak membohongi anda? Hasil kesimpulan anda dengan menggunakan otak anda sangatlah subyektif. Begitu banyak gejala misterius di dunia ini yang tidak ada jawabannya secara ilmiah. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">My point is, apa yang anda anggap salah mungkin memiliki arti terselubung, atau belum ditemukan jawabannya. Hanya Allah maha tahu. Suatu hari kita akan mengetahuinya, atau mungkin juga tidak. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ambil contoh: poligami. Poligami terbatas, diijinkan dalam Islam. Batasnya adalah 4 isteri. Banyak argumen menunjukkan keuntungan praktek macam itu. Saya sendiri secara pribadi tidak setuju. Bagi saya, lebih baik kalau polygami dibatasi pada dua isteri. Tetapi, saya tahu bahwa Allah memiliki alasanNya bagi semua ini. Dengan otak dan intelek saya yang terbatas ini saya hanya dapat menyimpulkan bahwa monogami lebih baik dan poligami dibatasi pada dua isteri. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Begitu juga dengan hukum shariah. Praktek-praktek biadab syariah tidak memiliki tempat dalam masyarakat modern. Namun dengan iman kuat, Mr Ali Sina, kami dapat percaya penuh kepada Allah dan mengakui keterbatasan pengetahuan kita, bahwa kita sering berbuat salah atau salah mengambil keputusan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kutipan: </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kalau gitu, anda tidak perlu iman. Iman adalah penerimaan sesuatu tanpa bukti. Jika kamu punya bukti, ini namanya bukan iman, tetapi FAKTA. Kalau faktamu kuat, saya juga akan menerimanya. </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan bagaimana anda dapat membuktikan itu? Bagaimana anda dapat membuktikan buraq memiliki kemampuan untuk terbang? Bagaimana anda dapat membuktikan bahwa Muhammad membelah bulan? Bagaimana saya dapat membuktikan anda bahwa Jin memang eksis? Tidak masuk akal untuk melemparkan pertanyaan macam itu dan mengharapkan jawaban. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Jelas siapapun tidak dapat membuktikan ini. Bahkan tidak dalam sejuta tahun dan bahkan dengan segala kemampuan ilmiah manapun. Anda harus mengerti bahwa jika anda berurusan dengan agama, mau tidak mau anda akan dihadapkan pada dongeng (mythologi) dan legenda. Apakah orang Hindu dapat membuktikan adanya Hanuman? Apakah orang Kristen dapat membuktikan kelahiran Kristus dari seorang perawan? Tidak! </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Tidak perlu merinci detail-detailnya. Anda bisa memilih untuk percaya secara figuratif atau tidak. Jadi, sangatlah mungkin menjadi Muslim dan rasional sekaligus. Saya ulangi lagi, satu-satunya hal yang anda perlu lakukan sbg muslim adalah percaya kepada Allah. Yang lainnya hanya masalah sekunder. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kutipan: </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sebelumnya, ketika saya membaca di Hadis bahwa Muhammad menjarah kota-kota dan membantai para kafir, saya merasa BANGGA bahwa Rasulullah bisa menang dan kafir kalah dan dihina. SEKARANG, saya mencoba menempatkan diri pada posisi para kafir dan menyadari betapa biadabnya Muhammad. Saya baca cerita-cerita yang sama dengan anda, tetapi sudut pandang saya berbeda. Saya sekarang berubah, tidak lagi menutup mata dan secara otomatis mencoba mencari-cari alasan untuk membenarkan kejahatan Muhammad. </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Apakah penting untuk mengetahui siapa Muhammad, apa yang pernah ia lakukan dan bagaimana ia hidup? Saya rasa tidak! </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Anda atau saya tidak hidup dalam masa itu untuk bisa membuktikan apa yang terjadi dan apa yang tidak. Tidak ada orang yang tahu cerita sebenarnya. Sirat, Tabari dan Hadis ditulis 200 tahun SETELAH kematian Muhammad SAW. Hanya Allah yang tahu mana cerita yang dibuat-buat dan mana yang benar ! </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Kemungkinan seluruh biografi nabi seperti yang dilaporkan sejarawan jaman dulu SALAH SELURUHNYA (completely wrong!) tanpa sedikitpun kebenaran. Jadi, marilah kita tinggalkan ini semua dan maju kedepan. Islam sekarang dalam keadaan amburadul. Pikirkan bagaimana kita dapat memperbaiki image-nya, kehormatannya dan memenangkan kembali kejayaan yang pernah dimiliki. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Yang kami perlukan sekarang adalah REFORMASI ISLAM dari dalam. Kami harus menyingkirkan mullah-mullah gila yg mengeluarkan fatwa tanpa mengetahui apa yang mereka lakukan ! </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kutipan: </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Tapi bagaimana kalau SAYA yang menang? Kau tidak mengatakan apa yang KAMU akan lakukan jika saya berhasil membuktikan bahwa Muhammad bukan orang yang terhormat. Apakah kau akan meninggalkan Islam dan mengumumkan kemurtadanmu? </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan bagaimana kau akan menang? Dengan menggunakan sumber-sumber yang tidak dapat dipercaya dalam Hadis, Sirat, dan Tabari? Kalau gitu sih, anda sudah menang. Anda harus buktikan dulu bahwa sumber-sumber anda dapat dipercaya. Apakah peristiwa ini benar-benar terjadi? </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Apakah nabi benar-benar mengatakan demikian dan apa yang dikatakannya benar-benar terjadi? SAYA RAGU! Sirat-sirat yang kami miliki sangat memalukan! Apa anda pikir, seorang nabi yang menyatakan diri nabi melakukan hal se-konyol itu? </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Bahkan seandainya ia penipu, apakah ia tidak akan menyembunyikan tindakan-tindakan amoral tsb karena takut kehilangan kredibilitas?!? Saya rasa, sumber-sumber itu sangat tidak dapat dipercaya (extremely unreliable). </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ya, buktikan bahwa Allah tidak eksis dan saya akan mengumumkan bahwa saya meninggalkan Islam. Dengan menemukan ketidaksempurnaan dalam karakter nabi, anda hanya membuktikan bahwa ia orang tidak baik. Anda tetap tidak dapat membuktikan bahwa ia BUKAN nabi, atau bahwa Islam palsu. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Saya tidak mengerti mengapa tidak cukup bagi anda utk menerima bahwa ia hanyalah manusia seperti kita-kita juga yang diberikan tugas khusus oleh Allah. Ia memiliki kekurangan, tapi kami tidak boleh menghakiminya, karena itu tugas sang Maha Pencipta. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>JAWABAN A SINA </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan Basheer: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>&#8230;anda mengikuti otak anda dan bukan hati anda? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tentu saya tidak akan mengikuti hati saya, karena perasaan di hati bisa sangat salah. Bagaimana pendapat anda terhadap mereka yang mengikuti <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">&#8220;cult&#8221;</span></span>, <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">sekte yang dianggap sesat?</span></span> Apakah mereka mengikuti otak mereka? Tentu tidak! Mereka mengikuti hati mereka, namun hati bisa dibohongi dan hasilnya adalah mereka memang dibohongi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pertama-tama, kamu harus menegaskan pada dirimu bahwa jalan yang kamu ambil adalah jalan yang benar. Untuk itu hanya OTAK kamu yang mampu melakukannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bahkan kalau saya memilih ikut hati saya, mengapa saya harus memilih Islam? Ini agama yang sangat jelek (This is a very ugly faith). Islam hanya menarik perhatian para kriminal. Manusia normal akan muak karenanya. Kamu yakin kamu mengikuti hati kamu? Kamu yakin ini bukan karena KETAKUTANmu?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kamu tidak sedikitpun kaget dengan kekerasan dan kebencian yang ada dalam Quran? Bagian mana dalam Quran menurut anda yang menarik? <span style="color:#000000;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Islam adalah agama yang didasarkan kepada ketakutan</span></span> (a fear based religion). Argumen terakhir yang Muslim berikan selalu: <span style="color:#3333ff;font-weight:bold;font-size:130%;">kami takut nantinya masuk NERAKA </span><span style="color:#3333ff;font-weight:bold;font-size:130%;">atau mendapatkan AZAB Auwloh kalau tidak mengikuti kata Muhammad!<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;font-weight:bold;font-size:130%;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Sina, saya harap anda sadar bahwa sebagai manusia kita miliki batasan. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">YA! Memang otak manusia memiliki batasan, namun otak adalah satu-satunya yang kita punya. Memang logika kita terbatas tetapi mencari kebenaran lewat irasionalitas dan bukan dengan otak, juga salah. Bahkan kalau kita menggunakan cara-cara lain untuk mencari kebenaran, seperti intuisi, ini bukannya tidak-logis.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Nah bagaimana anda bisa tahu bahwa otak anda benar? Bagaimana anda yakin bahwa otak anda tidak membohongi anda? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">OK. Katakan, bagaimana anda yakin bahwa hati anda tidak mengelabui anda? Para pengikut cult David Koresh dikelabui oleh hati mereka. <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Para pengikut Lia Eden, Satrio Piningit, atau cult-cult lainnya juga dikelabui hati mereka.</span></span> Jadi, katakanlah, bagaimana anda tahu bahwa hati anda benar?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dan bagaimana dengan para suicide bombers (pelaku bom bunuh diri)? Bukankah anda setuju bahwa mereka-pun korban agama mereka? Kau tidak menyangka bahwa hati mereka mengelabui mereka? Jika mereka menggunakan OTAK mereka, mereka tidak akan melakukan hal sebodoh itu!</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="font-size:130%;">Membunuh orang tidak bersalah sebagai paspor ke surga? Apakah ada hal yang lebih sinting dari kepercayaan itu? </span></strong></span><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/surat-imam-samudera.html" target="new"><span style="font-size:130%;"><span><span style="font-size:100%;">(klik disini untuk melihat</span> Surat Imam Samudra)</span></span></a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mereka semua mengikut hati dan bukan otak mereka. <span style="font-size:130%;"><strong>Seberapapun tidak sempurnanya otak kita, intelektualitas kita adalah satu-satunya alat yang kita miliki dan paling sanggup melihat kebenaran daripada sekedar perasaan kita. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Lihatlah produk otak/intelek. Memang tidak sempurna, tetapi setiap hari kita menciptakan hal baru, termasuk internet. Apakah anda ingin hidup di gua hanya karena teknologi dan sains tidak sempurna?!?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Otak/Intellect bisa gagal, namun kemungkinan lebih besar untuk mengoreksinya. Intellect bisa diperbaiki (it is corrigible). Semakin banyak anda belajar semakin sering anda dapat menggantungkan diri kepada otak anda. Memang tidak sempurna, tetapi pengetahuhan anda berkembang setiap hari dan lebih reliable daripada perasaan anda. Dulu orang beragama mengatakan bumi adalah datar. Intelek kita mengatakan bumi bulat, nah yang mana yang benar?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Begitu banyak gejala misterius di dunia ini yang tidak dapat dijawab oleh sains. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ya memang, tetapi ini tidak berarti bahwa kita harus menerima omong kosong hanya karena sains belum memiliki jawabannya. Saya tidak tahu apa yang ada dalam planet Neptunus; tetapi apakah itu membuat saya harus percaya bahwa Neptunus dihuni mahluk-mahluk berkepala dua yang bisa terbang dengan menggoyangkan hidung mereka? Kalau kita tidak mengetahui sesuatu, itu berarti bahwa kita memang tidak tahu. Ini bukan alasan untuk menciptakan dongeng-dongeng dan percaya pada absurditas tsb.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>My point is, apa yang kelihatan salah atau tidak pantas mungkin memiliki arti terselubung. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mungkin saja, tetapi siapa bilang anda harus percaya kepada absurditas hanya karena adanya kemungkinan arti terselubung? Sebelum anda mengetahui apa arti terselubung tsb, lebih baik anda tidak percaya apa-apa. Bagiamana kalau arti terselubung itu tidak sama dengan apa yang kau percaya? Kepercayaanmu kepada absurditas menghalangimu melihat kebenaran. Orang tidak perlu percaya tanpa adanya bukti.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Allah maha tahu. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tunggu dulu&#8230; Saya tidak mempertanyakan Tuhan, tapi saya mempertanyakan Auwloh! Bagaimana anda tahu bahwa Auwloh maha tahu? Dari mana anda tahu bahwa Auwloh benar-benar eksis? Dan jika benar, <span style="font-size:130%;"><strong>mana bukti bahwa Auwloh adalah Tuhan?</strong></span> Ini hanya asumsi anda. Memang kita boleh berasumsi, tetapi kita tidak boleh percaya kepada asumsi tersebut! Ini seperti percaya pada bayang-bayang imajinasimu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: blablabla poligami &#8230; </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Lain kali saja kita membahas poligami, apakah 2 atau 4 lebih baik. Mari kita konsentrasi pada apa yang anda katakan: <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">“Saya puas dengan keyakinan bahwa Allah memiliki alasan untuk semua ini”.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">.<br />
</span></span></p>
<p><a href="http://exmuslim.wordpress.com/2009/01/09/menafsirkan-ayat-quran-dengan-benar/" target="_blank">&gt;&gt;<span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Perintah membunuh dari Muhammad dan Qurannya</span></span> (klik disini)&lt;&lt; </a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">OK! Bagaimana dengan para teroris yang membunuh orang tidak bersalah? Mereka tidak dapat menjelaskan tindakan mereka karena mereka merasa <span style="font-weight:bold;font-size:130%;">INILAH YANG DIINGINKAN AUWLOH DARI MEREKA DAN BUKAN TUGAS MEREKA UNTUK MEMPERTANYAKAN KEHENDAK AUWLOH.</span><strong> </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Seperti mereka, kepercayaan anda tidak didasarkan kepada logika tetapi kepada hati. Anda tidak dapat membuktikan bahwa mereka salah, <span style="font-size:130%;"><strong>karena seperti anda, mereka menyingkirkan logika.</strong></span> Bagaimana anda dapat mengajak mereka berpikir kalau anda mengatakan &#8220;jangan pakai otak&#8221;?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Salah seorang pengikut <span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Shoko Asahara</span> adalah <span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Dr. Ikuo Hayashi</span>, dokter ternama. Ia mengikuti perintah Asahara untuk menanamkan gas racun sarin di subway Tokyo dan mengakibatkan kematian puluhan orang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dalam pengakuannya, ia mengatakan bahwa suatu saat ia duduk di kereta. Melihat seorang wanita duduk didepannya ia sempat mengatakan pada dirinya sendiri: jika ia melepaskan gas racun ini, jelas perempuan itu akan mati. Ia sempat memikirkan, jangan! Namun ia memerangi pikirannya itu dan mengatakan <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">TUHAN MAHA TAHU</span></span> dan ia tidak perlu mempertanyakan kehendak Asahara.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Nah, bagaimana seorang pakar sains tingkat dunia berhasil dibodohi? Ia menangis dalam pengadilan dan mencoba mencari jawabannya. Tetapi pada saat itu, katanya, ia percaya pada apapun yg dikatakan gurunya, dan harus melakukan apapun yang diperintahkan gurunya. Bukan tempatnya meragukan dan mempertanyakan kehendak Tuhan dan wakilnya di bumi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Nah, bukankah ini persis seperti cara berpikir Muslim? Dr. Hayashi bukan manusia biadab. Ia penemu berbagai obat2an. Isterinya, yang juga dokter, sama-sama orang baik. Mereka dua-duanya berjuang untuk mencari cara terbaik mengobati manusia dan inilah alasannya mereka beralih kepada medisin holistik dan meditasi, yang akhirnya membawa mereka ke Asahara. Orang-orang pintar ini masuk jerat seorang tukang tipu lihai, menyerahkan kemauan dan otak mereka kepadanya dan kehilangan semua naluri manusiawi dan&#8230; menjadi pembunuh!</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ikuo Hayashi, seorang dokter ternama yang menjadi teroris karena ia tidak berani mempertanyakan kebijaksanaan tuhan. Tuhan mana? <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Ia percaya Asahara adalah Rasul Tuhan. </span></span>APAKAH IA PUNYA BUKTI? Tidak. <span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:130%;"><strong>Anda sama seperti dia. Mana bukti anda bahwa Muhammad Rasulullah? </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sekali anda menerima seseorang secara buta, anda akan memerangi logika anda dan mengatakan &#8220;Saya puas dengan keyakinan bahwa Allah memiliki alasan bagi semua ini.&#8221;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Apakah anda yakin bahwa ini datang dari Tuhan? Apakah anda tidak ikut jatuh dalam perangkap yang sama dengan Dr Hayashi? Seperti dia, anda percaya tanpa bukti. Jika Hayashi salah, <span style="font-size:130%;"><strong>siapa yang bisa menjamin bahwa anda benar? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Begitu juga dengan hukum shariah. Praktek-ptaktek biadab syariah tidak memiliki tempat dalam masyarakat modern.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">NAH! Intelek anda mengatakan hal benar. Siapa yang memberikan anda intelek itu? Bukannya Tuhan? <span style="font-size:130%;"><strong>Kalau begitu Ia memberikan anda alat untuk membedakan mana baik, mana buruk. Jika anda tidak menggunakan otak anda itu, maka anda akan terjerumus dalam kegelapan. Dan itu salah anda. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Seperti dikatakan Galileo, <span style="font-size:130%;"><strong>Jika Tuhan TIDAK ingin kita menggunakan otak, mengapa Ia memberikannya kepada kita? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Akuilah asal usul otak anda. Pengetahuan dan logika datang dari Tuhan. Kebodohan (Ignorance) tidak datang dari Tuhan, melainkan dari Setan. Setiap kali anda tidak menggunakan otak dan percaya pada hal-hal yang tidak masuk akal, anda semakin jauh dari Tuhan dan semakin mendekati Setan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Namun dengan iman kuat, Mr Ali Sina, kita dapat percaya penuh kepada Allah dan mengakui keterbatasan pengetahuan kita, bahwa kita sering berbuat salah ataupun salah mengambil keputusan. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Betul, intelek kita terbatas. Tetapi ini tidak berarti kita harus percaya pada tukang tipu seperti Muhammad. Ini juga tidak berarti bahwa kita harus melawan intelek kita. Jika hukum Shariah dan omong kosong dalam Quran tidak masuk akal, bukankah itu cukup bukti bahwa Quran dan Islam bukan dari Tuhan?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Dan bagaimana anda dapat membuktikan itu? Bagaimana anda dapat membuktikan buraq memiliki kemampuan untuk terbang? Bagaimana anda dapat membuktikan bahwa Muhammad saw membelah bulan? Bagaimana saya dapat membuktikan anda bahwa Jin memang eksis? Tidak masuk akal untuk melemparkan pertanyaan macam itu dan mengharapkan jawaban&#8230; </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika anda tidak dapat membuktikannya, mengapa anda harus percaya pada kekonyolan itu? Apakah anda percaya saya kalau saya menyatakan diri Rasulullah dan mengatakan pada anda saat saya menulis ini, malaikat mengelilingi rumah saya dan memuji saya sbg rasulullah yang paling hebat di bumi ini. Dan kalau anda tidak percaya saya, mengapa tidak?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bagaimana anda dapat membedakan orang yang bicara kebenaran dan orang yang bohong? Saya orang baik-baik, tidak seperti Muhammad yang melakukan segala hal yang bertentangan dengan Prinsip Emas (the Golden Rule). Saya belum pernah memperkosa siapa-siapa, belum pernah membunuh lawan-lawan saya, tidak memiliki hasrat seksual terhadap anak umur 6 tahun, tidak pernah menyiksa apalagi membunuh orang lain dan meniduri isterinya pada hari yang sama saat saya membunuh suaminya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jelas saya lebih baik dari Muhammad. Tetapi anda memilih untuk lebih percaya pada monster seperti Muhammad yang kelakuannya begitu biadab dan busuk.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Anda harus mengerti bahwa jika anda berurusan dengan agama maka mau tidak mau anda meghadapi dongeng-dongeng dan legenda.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mengapa? Mengapa Tuhan yang Maha Pemurah mengirimkan ajaran lewat dongeng dan legenda dan lalu menghukum orang rasional yang meragukannya? Ini tidak masuk akal. Apakah Tuhan main-main dengan manusia? Jika Ia ingin kita percaya dongeng dan legenda mengapa Ia memberikan kita otak/intelek?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Siapa bilang bahwa hanya karena agama lain percaya absurditas, maka anda juga ikut-ikutan? Jika mereka salah, bagaimana kita bisa benar dengan cara mengulangi kesalahan mereka?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Yang saya persoalkan disini bukan dongeng atau legenda. Masalahnya adalah Kebencian.</strong></span> Alasan saya menentang Islam bukan karena Islam mengandung dongeng tetapi karena Islam mengajarkan kebencian dan pembunuhan. Percaya pada dongeng adalah satu hal, namun percaya dalam pembunuhan lain lagi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Percaya pada Santa Claus tidak akan melukai siapa-siapa. Namun kepercayaan pada Allah menanamkam kebencian kepada kafir dan mendorong pembunuhan orang dalam jumlah besar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Anda dapat pilih untuk percaya kepada dongeng-dongeng (dlm Quran) itu secara figuratif atau mengacuhkannya. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mengapa saya harus memaksa diri untuk percaya hal-hal irasional sambil memaksakan arti figuratif ? Saya juga bisa menginterpretasikan omongan<span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;"> Hitler</span></span> secara figuratif dan mengatakan ia <span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Rasul Cinta</span>. Apakah ini masuk akal?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;color:#ff0000;font-weight:bold;" align="justify">(Figuratif = menunjukkan makna yg lebih abstrak atau imaginatif drpd makna biasanya, bersifat kiasan atau lambang)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mengapa saya harus menginterpretasikan kekonyolan dalam Quran secara figuratif? Apakah kepercayaan saya pada Muhammad harus diatas segala-galanya? Bahkan membohongi diri saya sendiri? Mengapa? Oh mengapa?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Sangat mungkin untuk menjadi Muslim dan tetap berpikiran rasional.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>O ya? bagaimana caranya?</strong></span> Anda sudah mematikan logika dan mengatakan betapa rapuhnya intelek/rasio manusia. Anda tidak dapat rasional sambil tetap percaya kpd absurditas dalam Quran. Anda mencoba memutarbalikkan arti Quran dan menginterpretasikan surah-surah secara figuratif agar sesuai dengan intelek anda.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Apa interpretasi figuratif <strong>Surah 4:34</strong> yang mengatakan bahwa anda bisa memukuli isteri anda jika ia tidak patuh? Apa arti figuratif dibelakang surah 47:4: bunuh kafir dimanapun anda menemui mereka? Atau, jangan mengambil Yahudi dan Kristen sbg sahabat/wali atau bahkan saudara dan ayah anda sekalipun jika mereka milih untuk menjadi kafir? Mana arti figuratifnya?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Saya ulangi lagi bahwa satu-satunya hal yang kau harus percaya sbg muslim adalah kepercayaan kepada Allah. Yang lainnya tidak penting (sekunder). </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mengapa saya harus menjadi Muslim dan mengapa saya harus percaya pada Allah? Masalahnya adalah, begitu anda percaya kepada Allah anda juga harus percaya kepada rasul dan bukunya. Percaya kepada bukunya bisa mengakibatkan anda jadi teroris.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Apakah penting untuk mengetahui siapa Muhammad (saw) dan apa yang dilakukannya dan bagaimana ia hidup? Saya rasa ini tidak penting. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Bagaimana ini tidak penting?</strong></span> Ini orang yang melakukan segala tindakan biadab yang tidak dapat dibayangkan dan mencap diri sebagai contoh yang paling baik bagi segala jaman untuk diikuti semua umat manusia dan anda mengatakan tidak penting untuk mengetahui siapa ia? Tidak penting untuk mengetahui apa yang dilakukannya?!?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Marilah kita tinggalkan semua ini. Mr Sina, anda maupun saya tidak hidup di jaman Muhammad untuk mengetahui apa yang terjadi dan apa yang tidak. Tidak ada yang mengetahui cerita sebenarnya. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Kalau begitu, mengapa kita masih percaya pada Islam?</strong></span> <span style="font-size:130%;"><strong>Jika anda tidak percaya Hadis, Sirat Rasul, dan Tabari, darimana lagi kita memperoleh kebenaran tentang Islam? Apakah tidak mungkin bahwa ini semua isapan jempol orang Arab guna membohongi orang, untuk menjajah dan mendominasi? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Berikan saya SATU alasan mengapa saya harus percaya pada Muhammad.</span></span> Anda sendiri meragukan eksistensinya tetapi lalu mengharapkan saya agar percaya pada surah-surah kekerasan Islam?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Islam dalam keadaan amburadul. Pikirkan bagaimana kita dapat memperbaiki image-nya, kehormatannya dan meraih kembali kejayaan yang pernah dimilikinya. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">UNTUK APA? Mengapa kita harus menyelamatkan image Islam? Nazism juga amburadul. Mengapa kita lalu harus menyelamatkannya?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Membaca sejarah Islam dan Quran, kelihatan sekali bahwa Muhammad adalah seorang psychopath dan narcissist.</span> Ia seorang kriminal yang lebih parah dari Hitler. Hitler paling tidak bukan pedofil. Muhammad tidak satupun memiliki kualitas yang patut dicontoh. Jadi mengapa kita harus menyelamatkan dirinya dan aliran sesat ciptaannya? MENGAPA, OH MENGAPA?!?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Apa yang diperlukan sekarang adalah reformasi Islam dari dalam. Kami harus menyingkirkan mullah-mullah gila yang mengeluarkan fatwa tanpa mengerti apa yang mereka lakukan! </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dan pertanyaan saya kepada anda dan anda tidak dapat menjawab adalah MENGAPA? WHY OH WHY?!? Mengapa kita perlu mereformasi Islam? Mengapa sekalian tidak mereformasi Satanisme, Nazisme atau doktrin-doktrin biadab lainnya? Apakah tidak lebih baik untuk MENGHAPUSKAN Islam?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pertanyaan kedua adalah BAGAIMANA? How oh How?! Apa rencana anda mereformasi Islam? Untuk mereformasi Islam anda harus membuang Quran. Anda sendiri sudah mengacuhkan sejarah Islam dan Hadis, tidak peduli siapa Muhammad (walaupun sebagai Muslim anda harus mengikuti contoh kelakuannya). Begitu anda membuang Quran, apa lagi yang tertinggal?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Mengapa anda begitu ngotot berpegang pada &#8220;agama&#8221; yang telah membawa begitu banyak sengsara pada jutaan orang dalam 14 abad terakhir ini? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Bahkan seandainya ia penipu, apakah ia tidak akan menyembunyikan tindakan-tindakan amoral tsb karena takut kehilangan kredibilitas? Saya rasa, sumber-sumber itu sangat tidak dapat dipercaya (extremely unreliable). </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Anda tidak tahu banyak tentang perihal cult dan bagaimana mereka membohongi orang. Tolong pelajari dulu dan bandingkan mereka dengan Islam. Lihatlah bagaimana para pemimpin cult beroperasi. Anda akan terkejut melihat persamaannya dgn Islam. Kenyataannya, apa yang dilakukan Muhammad tidaklah unik. Ia mengikuti pola yang selalu diikuti oleh pemimpin cult yang pschopath. Saya mempelajari beberapa cult dan menemukan persamaan pola.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tolong anda melihat artikel ini, <a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/antara-aliran-sesat-dan-islam.html" target="new"><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Antara aliran sesat dan Islam </span><span style="font-size:100%;">(klik disini)</span></span></a>, dimana saya membandingkan Muhammad dengan Jim Jones.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Silahkan anda membaca artikel tersebut dan artikel lainnya yang saya tulis tentang subyek ini (lebih banyak lagi dalam buku saya yang akan terbit) dan anda akan menemukan jawaban pada pertanyaan ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ya, memang beginilah cara operasi para cult dan pengikut mereka. Kenyataanya, semakin obscene dan violent sang cultist, semakin orang percaya padanya. <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">Anehnya, semua tindakannya yang keterlaluan dan kebiadabannya dianggap sebagai tanda ketuhanan. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Ya, buktikan bahwa Allah eksis dan saya akan mengumumkan kemurtadan saya. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Pembuktian itu terletak di pundak anda sebagai pengikut, sebagai orang yang percaya. ANDA yang harus membuktikan bahwa auwloh eksis dan bahwa ia benar-benar Tuhan.</strong></span> Saya sudah membuktikan bahwa ia (Auwloh karangan Muhammad) BUKAN Tuhan. Buktinya adalah dalam Quran. Argumen saya adalah bahwa pencipta alam semesta ini tidak dapat se-bodoh dan se-sadis seperti yang digambarkan dalam Quran. Ini bukti sangat kuat. <span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Ini bukan bukti bahwa Tuhan tidak eksis, tetapi bukti bahwa Auwloh bukan Tuhan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Dengan menemukan ketidaksempurnaan dalam karakter nabi, anda hanya membuktikan bahwa IA BUKAN ORANG BAIK (a bad person). Anda tetap tidak dapat membuktikan bahwa ia BUKAN nabi, atau bahwa Islam palsu. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">NABI BUKAN ORANG BAIK?!? <span style="font-size:130%;"><strong>Apakah Tuhan yang maha adil dan mencintai umatNya mengirim seorang pedofil, psychopath, kriminal untuk mengantarkan umat manusia ke jalan benar? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kalaupun Tuhan se-goblog itu mengirimkan penipu sebagai rasul, mana bukti bahwa nabi gadungan ini tidak mencampurkan tipuannya dengan wahyu yang memang benar-benar dari Tuhan?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;font-weight:bold;" align="justify"><span style="font-size:130%;">Berkali-kali Quran mengatakan bahwa Muhammad memiliki &#8220;sublime morals&#8221; (ahlak tinggi), 68:4, dan memerintahkan Muslim untuk mengikuti “contoh baiknya” 33:21.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Apakah surah-surah ini dari Tuhan atau tipuan Muhammad yang diselipkannya dalam Quran? Kalau ini tipu belaka, mungkinkah bagian-bagian lain dari Quran juga tipu belaka? Kalau memang mereka benar dari Tuhan, bagaimana menjelaskan Sirat dan Hadis dimana ia digambarkan sebagai monster? <span style="font-size:130%;"><strong>Jika Sirat dan Hadis palsu, apa yang terjadi dengan sejarah Islam dan Muhammad sebenarnya? Dimana sejarah yang menunjukkan Muhammad memang benar memiliki ahlak tinggi dan orang terhormat yang perlu diikuti contohnya? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika kau percaya pernyataan anda sendiri bahwa ketidaksempurnaan karakter Muhammad tidak menghancurkan klaimnya sebagai nabi, lalu bagaimana dengan surah-surah diatas? Bagaimana Quran mengatakan ia memiliki ahlak tinggi sementara biografinya menunjukkan hal sebaliknya? <span style="font-size:130%;"><strong>Yang mana yang harus kita percaya? Kesaksian pengikutnya dalam Sirat atau kata-katanya yang mengagungkan diri sendiri dalam Quran? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika anda mengatakan Quran adalah kata Tuhan, saya minta anda untuk menunjukkan bukti. <span style="color:#ff0000;font-size:130%;"><strong>Bagaimana kita mempercayai sebuah buku KALAU SANG PENULIS SAJA TIDAK PATUT DIPERCAYA? </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Saya tidak mengerti mengapa tidak cukup bagi anda untuk menerima bahwa ia hanya manusia biasa seperti kita yang diberikan tugas khusus oleh Tuhan. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Itu tindakan bodoh! Kalau saya mengatakan kepada anda bahwa anda harus percaya saya, anda menuntut bukti bukan? Nah, anda perlu bukti, begitu pula dengan kami. <span style="font-size:130%;"><strong>Anda tidak dapat membuktikan bahwa saya bukan Rasulullah, walaupun secara moral saya lebih berkwalifikasi. Saya juga jujur, ramah, tidak egois maupun biadab. tapi anda lebih memilih percaya Muhammad. Mengapa? </strong></span>Saya sudah membuktikan bahwa Muhammad tidak mungkin seorang rasulullah karena ia berlaku biadab. Tapi anda memilih percaya dia ketimbang saya?!? Mengapa saya harus percaya seseorang yang menciptakan buku se-kacau Quran yang ANDA SENDIRI katakan perlu di-interpretasi secara figuratif untuk memperbaiki artinya?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Kutipan: </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Ia memiliki kekurangan, tapi kami disini tidak untuk menghakiminya, karena itu adalah tugas sang Maha Pencipta. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Saya tidak minta anda untuk menghakiminya. Saya menanyakan kepada anda: mengapa anda masih juga percaya kepada psikopat seperti Muhammad!</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sumber:</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">http://www.faithfreedom.org/debates/MustafaBasheer51008.htm</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">( Tambahan Admin; Apa untungnya para sejarawan Islam seperti Ibn Ishaq, Ibn Saad, Penulis Hadis, atau Tabari melakukan <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">KEBOHONGAN?</span></span> Padahal mereka adalah pengikut setia Muhammad, sama seperti anda!</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p>Tak ada motif rasional yang mendasari mereka untuk berbohong! Dan seperti yang dikatakan Sina, mereka ataupun kami dulu begitu <span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">BANGGA</span></span> atas kemenangan2 perampokan yang dilakukan Muhammad! Perbedaannya kini kami melihat dengan sisi yang berbeda dengan mereka.</p>
<p>Lalu bandingkan dengan alasan dan keuntungan jika Muhammad yang <span style="font-size:130%;"><strong>BERBOHONG</strong></span>, kami telah membuktikan beberapa motif tersebut di artikel <span style="color:#3333ff;font-size:130%;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/muhammadisme.html" target="new"><strong>Muhammadisme</strong><span style="color:#000000;"> <span style="color:#3333ff;font-size:100%;">(klik disini)</span>,</span></a></span> dan motif lain di artikel lainnya.</p>
<p>Berdasarkan itu kita dapat mengetahui, mana yang lebih layak <span style="font-size:130%;"><strong>DIPERCAYA!</strong> </span>Muhammad dengan Qurannya, ataukah para sejarawan dengan Biografi Muhammadnya!</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>Biarlah kebenaran sejati menghampirimu, SAUDARAKU!</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p>Artikel selanjutnya, klik; <span style="color:#000000;font-size:130%;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-singkat-muhammad.html"><span style="font-weight:bold;">Sejarah singkat Muhammad</span></a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=21&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/otak-rasionalitas-vs-iman-buta-fanatisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SYm_n5E1CvI/AAAAAAAAAc8/O5cFCrmV9wU/s320/ostrich_headinground.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">otak muslim fanatik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUHAMMADISME</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/muhammadisme/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/muhammadisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 08:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[B. PENDAHULUAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Orang2 pada umumnya cenderung memihak pada sebuah sistem kepercayaan yang punya banyak pengikut. Bukanlah rahasia bahwa agama bisa membuat buta dan orang beragama tidak mampu melihat sedikitpun kesalahan dalam agamanya. Inilah alasan mengapa Muslimin menganggap dirinya sanggup melihat kesesatan pada aliran Lia Eden, tanpa mampu melihat absurditas dalam kepercayaan mereka sendiri. Para muslim percaya bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=34&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWILsbAjfMI/AAAAAAAAAB8/YPh7sR4qpyk/s1600-h/allahmahabesar.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWILsbAjfMI/AAAAAAAAAB8/YPh7sR4qpyk/s320/allahmahabesar.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="233" height="183" align="left" /></a>Orang2 pada umumnya cenderung memihak pada sebuah sistem kepercayaan yang punya banyak pengikut. Bukanlah rahasia bahwa agama bisa membuat buta dan orang beragama tidak mampu melihat sedikitpun kesalahan dalam agamanya. Inilah alasan mengapa Muslimin menganggap dirinya sanggup melihat kesesatan pada aliran <strong>Lia Eden</strong>, tanpa mampu melihat absurditas dalam kepercayaan mereka sendiri. Para muslim percaya bahwa jumlah besar dari Islam membuatnya pantas dianggap sebagai sebuah agama. Tapi apakah Islam benar2 sebuah agama? Bukan sebuah aliran yang sesat?</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Pernyataan bahwa Islam pasti agama yang benar karena bertahan selama 1400 tahun adalah argumen favorit kaum Muslim apologis. Argumen ini dalam bahasa Arab disebut “Taghrir” dan dalam bahasa Inggris / Latin dikenal sebagai <span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><strong>argumentum ad antiquitatem”. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Argumentum ad antiquitatem, adalah sangkaan bahwa sesuatu pasti baik karena berusia tua, atau karena &#8220;dari sononya memang begitu / that&#8217;s the way it&#8217;s always been.&#8221;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kenyataannya, banyak teori bertahan selama ribuan tahun dan ternyata terbukti salah.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Salah satu teori ini adalah <span style="color:#0000ff;"><strong>teori geosentrisitas</strong></span>. Sebelum munculnya Galileo, mayoritas manusia percaya bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Kepercayaan ini sudah ada dari jaman baheula. Matahari, Bulan dan seluruh alam semesta dipercaya memutari Bumi dan jarang ada orang yang menantang konsep ini. Namun terlepas dari awetnya teori ini, ternyata terbukti salah juga.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pertanyaannya jika Islam bukan sebuah agama yang benar, atau katakanlah Islam adalah aliran sesat, mengapa Islam mampu bertahan hingga 1400 tahun?</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Jawabannya ada pada uraian berikut ini:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Islam adalah aliran yang sangat absolut dan menuntut kemutlakan kepercayaan terhadap para pengikutnya, begitu <span style="color:#0000ff;">‘murninya’</span> sampai tidak memperbolehkan sedikitpun ruang bertanya atau keraguan tentang dogmanya. Di Islam tidak ada kritisi dari dalam yang mempertanyakan kebenaran yang telah ditetapkan oleh sang nabi.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Muslimin begitu mencintai Muhammad sampai mereka mengikuti caranya berpakaian, berbahasa, hingga sampai ke tata cara makanpun diikuti. Ini bukanlah tanda kebesaran Muhammad tetapi tanda fanatisme dan buta agama dari para pengikutnya. Pengikut semua &#8220;aliran kepercayaan&#8221; mengagung-agungkan pemimpin mereka sebagai manusia sempurna. Para pengikut Kenisah Rakyat (1970) begitu menuhankan <span style="color:#0000ff;"><strong>Jim Jones</strong></span>, semua pengikutnya adalah orang yang terpelajar, namun otak mereka mati karena terdoktrinisasi oleh tipu daya Jones. Di Indonesia yang terhangat adalah kasus <span style="color:#0000ff;"><strong>Lia Eden</strong></span>, para pengikutnya menganggap pemimpinannya sebagai titisan malaikat. Ini bukan petunjuk hebatnya pemimpin mereka. Manusia memerlukan obyek pujaan. Biasanya pada saat wafatnya seorang pemimpin, ia diberi status mythologis yang lebih tinggi dibandingkan semasa hidupnya. Inilah saatnya kelemahan dan keburukan sang pemimpin sebagai manusia disembunyikan dari mata pemujanya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Hal inilah yang memang diinginkan oleh seorang narsisme pemimpin aliran seperti Muhammad, keinginan untuk menutup segala kritik atas dirinya. Islam pada dasarnya adalah <strong>Muhammadisme,</strong> dengan mempelajari watak dan perbuatan Muhammad kita akan mengerti seperti apa Islam sesungguhnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Michael Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History menempatkan Muhammad di ranking nomer satu, lalu diikuti oleh Isaac Newton, Yesus Kristus, Buddha, Kong Hu Cu and Paulus.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><a name="BLOGGER_PHOTO_ID_5287802221451584514"></a> <a href="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMGrwkpAI/AAAAAAAAACE/Gp9UQPU2WOc/s1600-h/stalin.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMGrwkpAI/AAAAAAAAACE/Gp9UQPU2WOc/s320/stalin.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="255" height="272" align="left" /></a>Kamipun setuju dengan pendapat Hart tersebut, Muhammad memanglah pribadi <strong>berpengaruh buruk</strong> nomer satu didunia ini. Dalam daftar berikutnya ia juga mencantumkan berbagai penguasa kejam seperti <em><strong>Adolph Hitler</strong></em>, <em><strong>Mao Ze Tung</strong></em> dan <em><strong>Joseph Stalin</strong></em>. Dimana orang2 berkuasa tersebut adalah orang yang memiliki kelainan jiwa <strong>NARSISME</strong>, hal yang juga dialami oleh Muhammad.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders</strong> (Buku petunjuk Statistik dan Diagnosa dari Penyakit Jiwa) memberi definisi dari narcissistic personality disorder (Penyakit kepribadian Narsisistik) sebagai “sebuah pola penyebaran perasaan hebat (dalam khayalan atau tingkah laku), kebutuhan untuk dikagumi atau dipuja-puja dan kurangnya empati, biasanya dimulai dari awal masa dewasa dan ada dalam konteks bermacam2.” (reference 80, p. 61)</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Trauma masa kecil Muhammad menyulut api narsisme yang ada didalam dirinya. Enam bulan sebelum kelahirannya, ayah Muhammad meninggal, jadi saat kelahirannya ia adalah seorang yatim. Rupanya Muhammad adalah anak yang tak diinginkan bagi sang ibu. Sejak lahir, Aminah, ibu Muhammad, tidak mau menyusui putranya. Melihat penderitaan anak tersebut, Thuwaibah, budak wanita dari paman Muhammad, Abu Lahab, mengambil tanggung jawab untuk menyusuinya selama beberapa hari <span style="color:#0000ff;">(Adil Salahi Muhammad: Man and Prophet, hal 23)</span> sampai akhirnya Halimah mengambil tugas menyusui dan membesarkan anak tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Muhammad tumbuh diantara orang2 asing. Sewaktu dia tumbuh besar, dia sadar bahwa dirinya bukanlah anggota keluarga yang mengurusnya. Dia semestinya heran mengapa ibunya, yang hanya mengunjunginya dua kali setahun, tidak menginginkannya. Apakah Muhammad yang merasa tidak dikasihi di keluarga angkatnya selama bertahun2 juga merupakan awal penting yang menentukan sifat seseorang?</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="line-height:200%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kesehatan mental Muhammad mengkhawatirkan ibu asuhnya sehingga dia mengembalikan Muhammad kepada Aminah ketika berusia lima tahun. Karena masih belum punya suami baru, Amina ragu2 untuk menerima kembali anaknya sampai Halimah menceritakan padanya kelakuan dan khayalan Muhammad yang aneh. Ibn Ishaq mencatat kata2 Halimah:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ayahnya (suami Halimah) berkata kepadaku, “Aku takut anak ini mengalami serangan jantung, maka bawalah dia kembali ke keluarganya sebelum terjadi akibat buruk”… Dia (ibu Muhammad) menanyakan padaku apa yang terjadi dan terus menggangguku sampai aku menceritakan padanya. Ketika dia bertanya apakah aku takut anaknya (Muhammad) kerasukan setan, maka kujawab iya. (Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah , page 72)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Muhammad kini hidup lagi bersama ibunya, tapi ini tidak berlangsung lama. Setahun kemudian Aminah meninggal. Muhammad tidak banyak bicara tentang ibunya. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, lima puluh tahun setelah kematian ibunya, dia mengunjungi kuburan ibunya di Abwa yang terletak diantara Mekah dan Medinah.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ini adalah kuburan ibuku; Tuhan mengijinkan aku untuk melawatnya. Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak dikabulkan. Maka aku memanggil ibu untuk mengenangnya dan ingatan lembut tentang dirinya menyelubungiku, dan aku menangis. (Ibn Sa&#8217;d, Tabaqat p. 21)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Mengapa Tuhan tidak mengabulkan Muhammad berdoa bagi ibunya? Apa yang dilakukan Aminah sehingga dia tidak layak untuk dimaafkan?</strong></span> Ini sungguh tidak masuk akal. Sudah jelas Tuhan tidak ada hubungannya dengan hal ini. Muhammad sendirilah yang tidak bisa memaafkan ibunya, bahkan separuh abad setelah dia mati. Dia mungkin mengingatnya sebagai wanita yang dingin dan tidak memiliki kasih sayang terhadap anak, sehingga Muhammad tidak menyukainya dan mengalami luka batin yang tidak pernah sembuh.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Luka batin inilah pemicu narsisme yang ada dalam diri Muhammad. Seorang narsisistik secara obsesif mencari-cari kepuasan untuk dicintai, dikagumi atau dipuja-puja, cenderung melebih-lebihkan kemampuan dan mereka adalah pembohong yang alami dan patologis. Coba kita lihat ayat dibawah ini;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">“Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkanNya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS 48.9)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Dihampir semua ayat2 Quran, <span style="color:#0000ff;"><strong>Muhammad selalu meletakkan namanya (rasulnya) dibelakang kata Allah. </strong></span>Mungkinkah Allah membutuhkan penguatan dari makluk ciptaannya? Muhammadlah sebenarnya yang ingin dikuatkan dan dibesarkan! Seorang narsisis begitu ingin dihormati, ia melarang pengikutnya bersuara lebih keras dari dirinya, jika itu dilakukan maka Allah akan menghapus amal baik mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">Hai orang-orang yang beriman, </span><span style="color:#008000;"><strong>janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi,</strong></span><span style="color:#008000;"> dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, </span><span style="color:#008000;"><strong>supaya tidak hapus (pahala) amalanmu</strong></span><span style="color:#008000;"> sedangkan kamu tidak menyadari. (QS 43:2)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Bahkan Allah dan Malaikatnyalah yang berdoa bagi Muhammad, oleh karenanya ia juga menuntut pengikutnya untuk selalu berdoa baginya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS 33.56).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ia begitu terkesan dengan dirinya sendiri, hingga dia taruh kalimat berikut ini kedalam mulut Allah bonekanya:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS 68.4), “suri teladan yang baik” (QS 33:21), “untuk jadi cahaya yang menerangi.” (QS 33.46). “dan menjadi rahmat bagi semesta alam”. (QS 21:107)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Itulah anggapan seorang narsisis mengenai dirinya. Jika kita mempelajari hadis dan biografi tertua Muhammad yang ditulis Ibn Ishaq, Ibn Sa’d, dan Tabari, semua hal yang dikatakan Muhammad dalam ayat2 tersebut hanyalah kebohongan belaka.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Orang narsisis tahu bahwa mengiklankan diri mereka secara langsung agar dirinya dipuja akan terlihat sebagai hal yang menjijikan dan memalukan. Oleh sebab itu, dia menyajikan diri mereka sebagai orang yang tidak menonjolkan diri, orang yang melayani Tuhan, kemanusiaan atau alasan lain yang mungkin bagi mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Orang narsisis menggunakan sebuah “<strong>PESAN</strong>” untuk menutupi kebohongannya. Pesan yang begitu besarnya, begitu agung hingga dunia akan rusak tanpa pesan tersebut. Melalui muslihat dan manipulasi, pesan ini menjadi lebih penting daripada nyawa orang2 yang akan menjadi pengikutnya. Begitu dicuci otaknya mereka hingga mereka rela mati dan tentu saja, rela membunuh untuk itu. Orang narsisis mendorong pengorbanan, semakin banyak, semakin baik. Lalu dia munculkan dirinya sebagai pusat dari pesan itu. Itulah cara para narsisis memanipulasi para pengikutnya. Pesan itu hanya sebuah alat untuk tujuan akhir mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Bagi <strong>Jim Jones</strong>, narsisis yang mengajak 900 orang melakukan bunuh diri masal di Guyana, <span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><strong>keadilan sosial”</strong></span> adalah pesannya, dan dia adalah perantara bagi pesan itu. Dia mengajarkan bahwa dunia akan runtuh tanpa keadilan sosial yang dibawanya tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Bagi <strong>Joseph Stalin</strong> pesannya adalah <span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><strong>komunisme”.</strong></span> Siapapun yang tidak setuju dengannya sama dengan menentang proletariat dan harus dibunuh.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Hitler</strong> memilih <span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><strong>nasionalisme”</strong></span> sebagai pesannya. Dia tidak secara terbuka memuji-muji dirinya sendiri, tapi dia memakai pesan arianisme dan superioritas bangsa Jerman. Dia, tentu saja, adalah seorang pengilham yang tidak tergantikan dan dia yakin bahwa <span style="color:#0000ff;">dia telah melakukan pekerjaan Tuhan</span>. Salah satu pernyataannya menjelaskan ini. Dia tulis:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Sejak saat ini aku percaya bahwa aku bertindak sesuai dengan kehendak Pencipta Maha kuasa: dengan membela diri terhadap orang Yahudi, </span><span style="color:#0000ff;"><strong>aku berjuang untuk pekerjaan tuhan.</strong></span><span style="color:#0000ff;"> (Adolf Hitler, Mein Kampf, Ralph Mannheim, ed., New York: Mariner Books, 1999, p. 65.)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><a name="BLOGGER_PHOTO_ID_5287802446179352626"></a> <a href="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMTw72QDI/AAAAAAAAACM/sDsv51u6rxQ/s1600-h/hitler.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMTw72QDI/AAAAAAAAACM/sDsv51u6rxQ/s320/hitler.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="150" height="198" align="left" /></a>Hitler mendapatkan kepercayaan dan dukungan jutaan orang Jerman dengan kebohongan besarnya. Ia memang pembicara ulung dan mampu mempengaruhi pendengarnya. Tatkala ia berbicara, suaranya semakin keras dan semakin lantang se-akan2 negara memang dikejar2 musuh. Ia membakar semangat orang Jerman dengan patriotisme. Kepercayaannya bahwa semakin besar kebohongannya, semakin banyak orang yang percaya, ternyata terbukti benar. Jutaan orang Jerman mencintainya dengan sepenuh hati dan menangis histeris saat mendengarkan pidato2nya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Seandainya Hitler menyatakan dirinya sebagai nabi, jutaan orang Jerman sekarang memeluk agama Hitlerisme dan ini menjadi kalimat “syahadat” mereka: “<strong>Tidak ada Tuhan selain Nazisme dan Hitler adalah rasulNya”</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>.<br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Nah, sama seperti orang Jerman diatas, Muslim menyangka bahwa mereka percaya kepada Allah. Kenyataannya Allah hanya kepanjangan ego Muhammad. Allah memang alat untuk memudahkan kepercayaan kepada Muhammad.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Dalam Quran Muhammad tidak meminta para pengikutnya untuk memujanya. Malah dia mengklaim <span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><strong>hanya utusan saja”.</strong></span> Sebagai gantinya dia menuntut kepatuhan, namun dengan cerdik dia meminta para pengikutnya untuk taat pada <span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><strong>Allah dan Rasul-Nya.”</strong></span> Dalam sebuah ayat Quran, dia taruh perkataan berikut dalam mulut Allahnya:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: &#8220;Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman&#8221; (Q 8.1)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Mana ada Tuhan yang menginginkan atau memerlukan barang2 duniawi, apalagi hasil perampokan?</strong></span> Muhammad menggunakan <span style="color:#0000ff;">“</span><span style="color:#0000ff;"><strong>Allah”</strong></span> sebagai <span style="color:#0000ff;"><strong>pesannya</strong></span>. Akan sungguh memalukan jika dia hanya katakan, “harta rampasan perang itu kepunyaanku”. Oleh karena itu <strong>Muhammad selalu meletakkan nama Allah di depan namanya.</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>.<br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Dan karena tidak ada seorangpun yang bisa melihat atau mendengar Allah, semua kepatuhan adalah kepada Muhammad sebagai wakil Allah. Dialah yang harus di taati dan takuti karena hanya dia satu-satunya perantara dari tuhan, yang mana hal tersebut telah dia tanamkan kepada pengikutnya bahwa tuhan harus dihormati dan ditakuti.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Allah bagi Muhammad adalah sebuah alat yang nyaman untuk memanipulasi pengikutnya. <span style="color:#0000ff;"><strong>Tanpa percaya pada Allah, maukah para pengikutnya mengorbankan nyawa mereka, membunuh orang, termasuk keluarga mereka sendiri, menjarah orang, dan memberikan semuanya pada dia?</strong></span> Melalui Allah, dia bisa mendapat wewenang tak terbatas terhadap para pengikutnya. Dia menjadi tuan atas nyawa mereka. Ironisnya Muhammad berkhotbah tentang larangan mempersekutukan Allah, ketika dalam kenyataannya, dia bersekutu dengan Allah dalam cara yang membuat mereka berdua secara logika dan praktek tidak bisa dipisahkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Selain menggunakan pesannya, pembohong psikopat siap memakai kekerasan untuk membela kebohongannya. Menggunakan kekerasan untuk mendukung sebuah pengakuan disebut <span style="color:#0000ff;"><strong>Argumentum ad baculum</strong></span>. Ini terjadi ketika seseorang memakai kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memaksa orang lain menerima pendapat/kesimpulannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Argumentum ad baculum dapat diterangkan sebagai “yang kuat itu yang benar.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang2 muslim, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (QS 9:5)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">Dan bunuhlah orang2 muslim di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. (QS 2:191)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah ialah orang2 muslim, karena mereka itu tidak beriman. (QS 8:55)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">Hai orang2 non-muslim, perangilah orang2 muslim yang ada di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang2 non-muslim. (QS 9:123)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah para muslim itu di mana saja kamu jumpai mereka. (QS 9:5)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">Apabila kamu bertemu dengan orang-orang muslim (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. (QS 47:4)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#008000;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Nah, bagaimana perasaan anda sebagai Muslim? Senangkah anda kalau ada kitab suci yang berbunyi demikian ? Pasti anda akan menduga bahwa kitab tersebut merupakan bagian dari sebuah aliran sesat. <span style="color:#0000ff;">Apakah anda tidak bertanya: mana mungkin ayat2 kutukan dan pembantaian ini berasal dari Tuhan?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ayat2 diatas adalah ayat2 kekerasaan yang dipakai Muhammad untuk memaksakan kehendaknya. Kekerasan yang ekstrim bisa membuat orang percaya secara ekstrim pula. Orang2 Korea Utara benar-benar memuja pemimpin gila mereka, <strong>KIM JUNG IL</strong>. Keyakinan ini ditanamkan pada mereka lewat kekerasan ekstrim yang digunakan sang diktator untuk memaksakan kehendaknya dan tidak ada toleransi bagi orang yang berani menentangnya. Ketika nyawamu bergantung pada harus percaya atau tidak, kau mau tidak mau akan percaya pada apapun yang disodorkan. Ini membuktikan Argumentum ad baculum berhasil, begitupun yang dilakukan Muhammad terhadap pengikut dan penentangnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Ka’b bin Ashraf</strong> adalah salah satu korban Muhammad. Kesalahannya adalah menyusun puisi dan memuji orang2 Mekah atas keberanian mereka menjaga harga diri dari penindasan Islam. Ketika Muhammad mendengar hal ini, dia pergi ke mesjid, dan setelah sembahyang, dia berkata:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">“Siapakah yang mau membunuh Ka`b bin al-Ashraf yang telah menyakiti Allâh dan RasulNya?” Berdirilah Maslama dan berkata,”O Rasul Allâh! Maukah kamu agar aku membunuhnya?” Sang Nabi berkata,”Iya”. (Hadis Bukhari 59:369)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Korban lain Muhammad adalah <strong>Abu Afak</strong>, yang dikabarkan berusia 120 tahun. Dia menulis puisi yang isinya menangisi orang2 yang jadi pengikut Muhammad. Dia menulis bahwa Muhammad adalah orang gila yang dengan sesukanya menetapkan larangan dan perintah kepada orang2, yang mengakibatkan mereka kehilangan akal sehat dan menjadi benci satu sama lain.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Salim Ibn Umayr adalah salah seorang yang paling menentangnya dan dia ikut dalam perang Badar, katanya, “Aku bersumpah akan membunuh Abu Afak atau lebih baik mati di hadapannya. Dia menunggu kesempatan sampai tiba suatu malam yang panas, dan Abu Afak tidur di tempat terbuka. Salim Ibn Umayr mengetahui hal itu, jadi dia meletakkan pedangnya di atas hati Abu Afak dan menekannya sampai menembus tempat tidurnya. Musuh Allâh menjerit dan orang2 pengikutnya cepat2 membawanya ke dalam rumahnya dan menguburnya. (Ibn Sa’d, Tabaqat p 31)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ketika <strong>Asma binti Marwan</strong>, seorang wanita yang punya lima anak kecil mendengar hal ini, dia merasa sangat marah dan lalu menulis puisi mengutuk orang2 Medinah yang mengijinkan orang asing (Muhammad) memecah-belah mereka dan membiarkan dia membunuh orang tua tak berdaya. Sekali lagi Muhammad datang ke pengikutnya dan mengeluh:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">“Siapa yang mau mengenyahkan anak perempuan Marwan dari hadapanku?” `Umayr bin. `Adiy al-Khatmi yang saat itu berada di situ mendengarnya, dan di malam itu juga dia pergi ke rumah Asma dan membunuhnya. Di pagi hari dia datang menghadap sang Rasul dan memberitahu apa yang diperbuatnya dan Muhammad berkata, “</span><span style="color:#0000ff;"><strong>Kau telah menolong Allâh dan Rasulnya, wahai `Umayr!&#8221;</strong></span><span style="color:#0000ff;"> Ketika dia bertanya apakah dia akan menanggung dosa pembunuhan, sang Rasul berkata, “Dua kambing tidak sudi bertumbukan kepala baginya (Asma).” (The Life of Muhammad , A. Guilaume’s translation of Sirat Rasul Allâh. p. 675-676)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kisah diatas hanyalah sekelumit dari “kebaikan” Muhammad. Argumentum ad baculum berhasil dengan sukses diterapkan oleh Muhammad.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Para narsisis sangat lihai dalam hal memanipulasi dan menanamkan doktrin pada para pengikutnya. Begitu dicuci otak mereka, hingga mereka rela mati dan tentu saja, rela membunuh untuk itu. Mereka begitu fanatik terhadap keyakinannya. Fanatisme dapat diartikan sebagai antusiasme (kesenangan) yang berlebihan, pengabdian yang tak masuk akal, pemikiran yang liar terhadap sesuatu hal.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Bagaimana sejumlah besar orang2 normal dapat mengikuti ajaran orang sakit jiwa? Hal ini pun terjadi di Jerman. Hitler adalah orang sakit jiwa, tapi jutaan orang Jerman percaya bahwa dia waras. Bagaimana mungkin jutaan orang yang cerdas dan berpendidikan dapat dibodohi dan jadi korban kebohongan orang sakit jiwa? Kita bisa lihat hal ini terjadi berkali-kali dalam sejarah. Para diktator biasanya adalah psikopath, tapi mereka ternyata mampu menimbulkan fanatisme jutaan orang dan membodohi orang2 yang sangat normal dan waras.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><a name="BLOGGER_PHOTO_ID_5287802627069362978"></a> <a href="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMeSzYwyI/AAAAAAAAACU/jYhJlwqfJII/s1600-h/shokoasahara.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMeSzYwyI/AAAAAAAAACU/jYhJlwqfJII/s320/shokoasahara.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="226" height="320" align="left" /></a>Cengkraman kejiwaan dari para narsisis ini terhadap korban2 mereka sungguh mencengangkan. Ketika pengikut <span style="color:#0000ff;"><strong>Shoko Asahara</strong></span> diperintahkan untuk melepas gas sarin distasiun bawah tanah Tokyo dan membunuh banyak orang tak bersalah, mereka tidak mempertanyakan perintah mengerikan ini. Mereka menutup hati nurani mereka dan menerimanya sebagai pertanda kebijakan yang lebih besar dari guru mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Dr. Ikuo Hayashi</strong></span> adalah dokter terkenal yang menjadi pengikut fanatik Asahara. Dia satu dari lima orang yang diperintahkan untuk menanam gas sarin beracun distasiun bawah tanah Tokyo. Hayashi adalah dokter terlatih dan telah bersumpah untuk menolong jiwa orang. Pada satu saat, sebelum dia melubangi kotak yang berisi cairan maut itu, dia melirik wanita yang duduk didepannya dan sejenak ragu. Dia sadar, apa yang akan dia lakukan akan membunuh wanita itu. Tapi segera dia tutup hati nuraninya dan meyakinkan diri bahwa Asahara lebih tahu, dan tidak benar mempertanyakan kebijaksanaan sang Master.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Omeir</strong></span> adalah seorang anak lelaki umur 16 tahun yang menemani Muhammad dalam salah satu pertempurannya. Muhammad bicara tentang mati syahid dengan penuh pujian hebat kepada anak tersebut, sehingga anak ini terdoktrinisasi. Dia buang kurma2 yang sedang dia makan, dan berkata “<strong>Apa ini yang menahanku untuk masuk surga?</strong> Sesungguhnya, aku tidak akan mencicipi lagi makanan ini, sampai aku bertemu Allahku!” setelah berkata demikian, dia tarik pedangnya dan berlari kegaris depan, kearah pasukan musuh, segera dia mendapatkan kematian yang sangat dia dambakan itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Para pengikut yang fanatik yang telah tercuci otaknya akan sukar disembuhkan. Dr. Ikuo Hayashi, Omeir, Amrozi, dan mungkin sebagian dari kita sendiri adalah contohnya.</strong></span> Bukankah ini menerangkan psikopathologi para pembom bunuh diri ?</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong>&#8216;Kalau dijabarkan dengan istilah psykologi, seorang fanatik adalah orang yang secara sadar mematikan keraguan dalam hatinya’ &#8212;Aldous Huxley (1894-1963)</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Akhirnya dari penjelasan diatas kita mengetahui, ISLAM DAPAT BERTAHAN SELAMA 1400 TAHUN ADALAH KARENA KEBOHONGAN.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Selama di Mekah, Muhammad adalah orang yang soleh, namun semenjak menjadi penguasa di Medinah, ia selalu menentang dan menghukum mati orang yang berpikiran kritis terhadap dirinya. Muslim dilarang mempertanyakan apapun perbuatan yang dilakukan nabinya. Muhammad mendorong sifat penjilat dan menghukum kebebasan berpikir dan kritik2.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Abdullah Ibn Sa’d Abi Sarh</strong>, adalah seorang mualaf yang menjadi pencatat Quran, namun kembali murtad dan meninggalkan Islam setelah mengetahui kebohongan Muhammad. Abi Sarh mengatakan, &#8220;Saya biasanya mengarahkan Rasulullah kemanapun saya mau”. Rasulullah mendiktekan kepada saya &#8220;Yang Maha Tinggi, Maha Bijaksana&#8221;, dan saya hanya menuliskan &#8220;Maha Bijaksana&#8221; saja. Kemudian Rasulullah mengatakan, &#8220;Ya, itu semua sama saja&#8221;. Dalam suatu keadaan tertentu, dia mengatakan, &#8220;Tuliskan begini dan begitu&#8221;, tetapi saya hanya mencatatkan &#8220;Menulis&#8221; saja, dan Rasulullah berkata, &#8220;Tulis apapun yang kamu sukai.&#8221;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ketika Abi Sarh menulis perkataan Muhammad, &#8220;Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: &#8216;Telah diwahyukan kepada saya&#8217;, Ia tersadar bahwa itu hanya kebohongan belaka, tidak ada wahyu Allah kepada Muhammad, yang ada adalah perkataan Muhammad sendiri. Dan ia semakin yakin karena iapun dapat mengedit Quran sesuai keinginannya. Karena hal tersebut, ia murtad dan meninggalkan Islam.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Pada hari Muhammad menaklukkan Mekah, dia memerintahkan Abi Sarh untuk di bunuh, karena orang ini adalah salah satu yang mengetahui rahasia kebohongannya. Namun Abi Sarh bersembunyi dan meminta perlindungan Utsman. Dengan terpaksa Abi Sarh kemudian masuk Islam lagi demi keselamatan nyawanya. [Tabari, vol. viii, p.179]</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ayat2 yang ditulis Abi Sarh tersebut kini menjadi ayat Quran 6:93;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: &#8220;Telah diwahyukan kepada saya&#8221;, padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata: &#8220;Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah&#8221;,… (QS 6:93)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Seribu Empat Ratus Tahun kemudian, jutaan muslim bertingkah laku serupa dengan yang dilakukan ketika jamannya Muhammad. Mereka yang melawan takut untuk bicara, dan jika mereka beranipun, dibungkam dengan cepat, sementara para penjilat dihormati karena mau memuliakan sang nabi, menutupi kebohongannya dan menceritakan ‘kebaikan2’nya. <span style="color:#0000ff;"><strong>Bagaimana kebenaran bisa terungkap dalam atmosfir yang demikian represif, yang begitu penuh dengan kemunafikan dan penjilatan?</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ketika kritik2 dibungkam, para penjilat mencoba mengangkat harkat mereka dengan memuliakan sang pemimpin lewat puji2an yang berlebihan. <span style="color:#0000ff;"><strong>KINI SADDAM DIBENCI OLEH KEBANYAKAN RAKYAT IRAK, TAPI KETIKA IA MASIH BERKUASA, JIKA ANDA BERADA DI IRAK, YANG ANDA DENGAR HANYALAH PUJI2AN BAGINYA</strong></span>. Karena Muhammad dipercaya sebagai nabi, pemerintahan terornya tidak berakhir dengan kematiannya. Mereka yang sungguh2 percaya, akhirnya jatuh pada kebohongannya. Merekapun melanjutkan teror tersebut dan membungkam suara2 kebenaran seperti yang terjadi juga saat ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Setelah mereka yang pernah kenal dekat dengan Muhammad meninggal, generasi berikutnya tidak punya pilihan lain, tidak tau lagi mana yang benar dan mana yang salah. Mereka percaya saja akan apa yang semua orang percayai dan kebohongan itu diturunkan dari generasi ke generasi. Setelah kematian Muhammad, para penjilat terus menerus memuji2 dia, memuliakan dia, bahkan menceritakan mukjijat2 yang katanya dilakukan oleh dia, mereka pikir ini akan meningkatkan martabat mereka dan membuat mereka sekaligus Muhammad kelihatan saleh. Banyak sekali mukjijat2 yang katanya dilakukan Muhammad meski dia sendiri mengakui dalam Quran bahwa dia tidak bisa melakukan mukjijat apapun. (QS 29:50)</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Jika kau hidup di negara Islam, kau bisa dihukum mati karena berani mengritik Islam, Muhammad, dan sahabat2nya. Jika kau hidup di negara non-Muslim, kau bisa dibunuh meskipun kau sendiri bukan Muslim. Pembuat film dari Belanda yang bernama <strong>Theo Van Gogh</strong> terlambat menyadari hal ini ketika dia terguling jatuh di atas genangan darahnya setelah ditembak dan ditusuki oleh seorang Muslim. Dosa Van Gogh adalah membantu murtadin Ayan Hirshi Ali membuat film tentang wanita dalam Islam.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Di bulan Juli, 1991, Ettore Caprioli yang adalah penerjemah buku <em><strong>Satanic Verses</strong></em> (Ayat2 Setan oleh Salman Rushdie) ke dalam bahasa Italia, diserang dan terluka berat. Hitoshi Igarishi, profesor sastra dan pengamat budaya Islam yang menerjemahkan buku itu ke dalam bahasa Jepang, dibunuh di Tokyo. William Nygaard, penerjemah buku itu ke dalam bahasa Norwegia, juga ditusuk pisau.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pesannya sudah jelas yakni melakukan teror sebanyaknya agar tiada seorang pun yang berani menentang Islam atau membongkar kebohongan Islam.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Benih2 kebodohan sudah ada dijazirah Arab saat Muhammad melancarkan karirnya sebagai nabi. Ia tinggal menciptakan kebohongan besar dengan bertopengkan Allah, untuk mensukseskan ajarannya. Dan jadilah Islam seperti sekarang ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Einstein pernah mengatakan:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ada 2 hal yang TAK TERBATAS yang saya ketahui, yaitu ALAM SEMESTA dan KEBODOHAN. Mengenai yang pertama, saya masih ragu soal hal itu!</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Selama anda hanya menggunakan keimanan buta saja, dengan mengabaikan akal dan hati nurani anda, maka selama itu pula anda akan dibodohi.</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><strong>Artikel selanjutnya, <a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/salahkah-saya-mencintai-nabi.html">Salahkah saya memuja Muhammad?</a></strong><span style="color:#0000ff;"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=34&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/muhammadisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWILsbAjfMI/AAAAAAAAAB8/YPh7sR4qpyk/s320/allahmahabesar.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMGrwkpAI/AAAAAAAAACE/Gp9UQPU2WOc/s320/stalin.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMTw72QDI/AAAAAAAAACM/sDsv51u6rxQ/s320/hitler.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIMeSzYwyI/AAAAAAAAACU/jYhJlwqfJII/s320/shokoasahara.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KEDATANGAN, TURUNNYA YESUS (ISA) KEDUA KALI BERDASARKAN QURAN &amp; HADIS</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/kedatangan-turunnya-yesus-isa-kedua-kali-berdasar-quran-hadis/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/kedatangan-turunnya-yesus-isa-kedua-kali-berdasar-quran-hadis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 04:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAIN-LAIN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Quran dan Hadis, kita banyak menemukan kisah mengenai Yesus. Hal ini wajar terjadi karena semasa hidupnya, Muhammad berada diantara orang2 yang paham atau setidaknya pernah mendengar tentang Yesus. Para penulis Sirat mencatat bahwa Muhammad hidup diantara para penganut 5 agama utama, yaitu Sabean, Yahudi, Nosrania (Nasrani), Hanifiyah (Hanif), dan Pagan (Hindu Arab), kaum mayoritas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=306&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/turunnya-yesus-kedua-kali-berdasar.html"><img class="alignleft" title="kedatangan yesus" src="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/Sc3Gc9ycMkI/AAAAAAAAAgY/ON_V07xOcak/s400/christ.jpg" alt="" width="209" height="400" /></a>Dalam Quran dan Hadis, kita banyak menemukan kisah mengenai Yesus. Hal ini wajar terjadi karena semasa hidupnya, Muhammad berada diantara orang2 yang paham atau setidaknya pernah mendengar tentang Yesus. Para penulis Sirat mencatat bahwa Muhammad hidup diantara para penganut 5 agama utama, yaitu Sabean, Yahudi, Nosrania (Nasrani), Hanifiyah (Hanif), dan Pagan (Hindu Arab), kaum mayoritas yang dianggap kafir oleh Muhammad.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Artikel terkait, klik link dibawah ini;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/yesus-dan-trinitas-tritunggal.html" target="new"><span style="font-weight:bold;">Yesus dan Trinitas dimata murtadin.</span></a></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">.<br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Para penulis Sirat tidak memberikan informasi yang jelas mengenai perbedaan mendasar kepercayaan Hanifiyah dengan kepercayaan Nosrania, <strong>yang pasti keduanya mengajarkan monotheisme (tauhid), dan menentang penyembahan patung2 yang ada di Kuil Kabah saat itu.</strong> Hanifiyah disebutkan sebagai sebuah kepercayaan yang mengikuti ajaran Ibrahim, sedangkan Nosrania adalah sebuah sekte Kristen yang dikutuk karena dianggap sesat oleh Kekristenan Ortodox saat itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kita tahu bahwa Muhammad begitu menghormati Yesus. Saat penyerbuan ke Mekah dan penghancuran patung2 di Kuil Kabah, Muhammad memerintahkan seluruh gambar nabi2 dan para malaikat yang terdapat didinding Kabah dihapuskan. Namun Muhammad menaruh tangannya pada gambar2 Yesus dan mengatakan “Hapuskan semuanya kecuali gambar2 dibawah tangan saya.’’ (Al-Azraqi, Akhbar Makkah, Vol 1, hl 165).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Meskipun begitu menghormati Yesus, Muhammad rupanya tidak mengetahui sejarah Yesus dengan baik. Hal ini nampak dalam kesalahan2 sejarah yang terdapat dalam Quran. <span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:130%;"><strong>Kesalahan tersebut menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Quran bukanlah berasal dari Pencipta Alam Semesta, melainkan hanya kebohongan seorang Muhammad</strong></span></span>. Ayat2 yang menyatakan bahwa Yesus adalah sepupu Musa (QS 19:27-28), Yesus menulis Injil (QS 5:46), adanya penyaliban dijaman Firaun (QS 7:123-124), Trinitas adalah Allah, Yesus, dan Maryam, bukan Rohul Kudus (QS 5:116 &amp; QS 5:73-75),<span style="color:#0000ff;"> </span>serta banyaknya ayat yang berhubungan dengan kebutuhan seks Muhammad (QS 33:51,37,53 &amp; QS 66:1-5) memperkuat fakta ini. Karena tidak mungkin Tuhan Pencipta Alam Semesta melakukan banyak kesalahan dan sibuk menurunkan ayat yang mengatur urusan birahi rasul utusannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Meski kita tidak dapat mempercayai 100% kebenaran kisah2 Yesus dalam Quran, namun setidaknya kita dapat mengetahui seperti apakah pendangan Muhammad terhadap Yesus.</strong> Berikut kami paparkan kisah2 mengenai Yesus yang terdapat dalam Quran dan hadis, mulai dari kelahiran hingga ramalan mengenai kedatangan Yesus yang kedua kali.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>DIPILIHNYA PERAWAN MARIA UNTUK MELAHIRKAN YESUS.</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, &#8220;Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang ada di masa kamu).&#8221; (QS 3: 43)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan (ingatlah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari (roh) ciptaan Kami; dan Dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat. (QS 66: 12)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Maryam berkata, &#8220;Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.&#8221; Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), &#8220;Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, &#8216;Jadilah&#8217; lalu jadilah dia. (QS 3: 47)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>YESUS ADALAH KALIMAT ALLAH</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Sesungguhnya, Al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya (QS 4: 171)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">(Ingatlah) ketika Malaikat berkata, &#8220;Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).&#8221; (QS 3: 45)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>KELAHIRAN YESUS</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pohon kurma, dia berkata, &#8220;Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.&#8221; Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, &#8220;Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenanghatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, &#8216;Sesungguhnya aku telah bernzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.&#8221; (QS 19: 23-26)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>YESUS SUDAH BERBICARA MESKIPUN MASIH BAYI</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, &#8220;Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih berada dalam ayunan?&#8221; Berkata Isa, &#8220;Sesungguhnya, aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku masih hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.&#8221; (QS 19: 29-33)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>YESUS MANUSIA SUCI / TANPA DOSA</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ia (Jibril) berkata: &#8220;Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci&#8221;. (QS 19:19)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kata Arab untuk “suci” diatas adalah “zakiyya”, yang artinya terbebas dari dosa. Pendapat Muhammad bahwa Yesus adalah manusia tanpa dosa tersirat pula dalam sebuah hadis;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, &#8220;Setan telah menyentuh tubuh semua manusia dengan kedua jarinya saat manusia tersebut dilahirkan, kecuali Isa putra Maryam, karena setan gagal ketika mencoba menyentuh tubuh Isa. Setan hanya berhasil menyentuh plasentanya. (Hadis Bukhari 54:506)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>MUJIZAT YANG DILAKUKAN YESUS</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan (sebagai) rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka), &#8220;Sesungguhnya, aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka dia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (QS 3: 49)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>AJARAN YESUS UNTUK MENYEMBAH ALLAH DAN TAAT PADANYA</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan tatkala Isa membawa keterangan dia berkata, “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku”. Sesungguhnya Allah Dia-lah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (QS 43: 63-64)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS 43: 61)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>SANGKAAN KAUM YAHUDI BAHWA MEREKA TELAH MEMBUNUH YESUS</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan karena ucapan mereka, &#8220;Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah&#8221;, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana&#8221;.(QS 4: 157-158)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>YESUS TIDAK MENINGGAL TETAPI DIANGKAT KE HARIBAAN ALLAH</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dari kalangan ulama Islam sendiri terdapat perbedaan penafsiran mengenai kematian Yesus ini. Ada ulama yang menyatakan Yesus memang disalib, namun tidak sampai meninggal. Yang lain menyebutkan bahwa Yesus sama sekali tidak disalib, namun wafat sebagaimana manusia biasa. Beberapa ulama lain berpendapat bahwa Yesus tidak wafat, melainkan diangkat tubuh dan rohnya ke haribaan Allah.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ketidakjelasan mengenai kenaikan Yesus diakibatkan tidak adanya kisah tersebut dalam Injil Ibrani milik kaum Nosrania yang menjadi acuan Muhammad. Akibat ketidaktahuannya, Muhammad juga tidak memberikan informasi yang jelas dalam Quran mengenai kenaikan Yesus. Dalam beberapa terjemahan bahasa Indonesia, kita mengetahui bahwa beberapa ayat lain yang diterjemahkan memberikan kesan bahwa Yesus wafat sebelum dia diangkat ke haribaan Allah. Ayat2 tersebut antara lain;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">(Ingatlah) ketika Allah berfirman, &#8220;Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku&#8230; (QS 3: 55)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu, &#8216;Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu&#8217;, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.&#8221; (QS 5: 117)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Namun makna bahasa Arab dari ayat2 di atas menunjukkan bahwa Yesus tidak meninggal dalam arti yang kita pahami. Dalam bahasa Arab, kata yang diterjemahkan dalam ayat2 tersebut menjadi “meninggal” adalah kata “tawaffa” dan berasal dari kata “wafa” yang artinya memenuhi / mengabulkan. Tawaffa tidak berarti “kematian” tetapi merupakan aksi “penarikan jiwa kembali”.Dalam ayat lain, terdapat kata “tawaffa” yang tidak berarti kematian;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan Dialah yang menidurkan kamu (yatawaffakum) di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS 6: 60)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kata yang digunakan untuk “yatawaffakum” dalam ayat ini adalah sama dengan kata yang digunakan dalam surat Ali Imran QS 3 ayat 55. Dengan kata lain, dalam kedua ayat tersebut, kata “tawaffa” digunakan dan maknanya jelas bahwa seseorang tidak mati dalam kondisi tidurnya. Karena itu, apa yang dimaksudkan di sini adalah “menarik jiwa kembali”. Makna yang sama juga berlaku pada ayat berikut:</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS 39: 42)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Menurut Muhammad, saat manusia sedang tidur, Allah menarik jiwa orang tersebut kesuatu tempat, kemudian mengirim kembali jiwa ketubuhnya ketika orang tersebut akan bangun, karena waktu kematiannya belum digariskan oleh Allah. Dalam konteks ini, dalam tidurnya, seseorang tidaklah wafat dalam arti kematian. Hanya untuk periode yang temporal, jiwa meninggalkan tubuh dan tetap pada dimensi yang lain. Ketika kita terbangun, jiwa pun kembali ke dalam tubuh.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jadi dalam Quran terdapat tiga makna dalam istilah “wafat”: wafat kematian, wafat tidur, dan yang terakhir adalah wafat diangkat kepada Allah, sebagaimana yang terjadi pada Yesus. <strong>Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahwa menurut Muhammad, Yesus kemungkinan berada pada suatu tempat yang khusus, diangkat keharibaan Allah. </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>YESUS AKAN DATANG KEMBALI KE BUMI</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tidak ada satupun ayat dalam Quran yang secara eksplisit menyatakan bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia, meski demikian banyak ayat yang jika ditelaah lebih lanjut menyiratkan perihal kedatangan Yesus yang kedua kali. Salah satu ayat yang mengindikasikan hal tersebut adalah Surat Ali Imran ayat 55;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang kamu selalu berselisih padanya”. (QS 3: 55)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pernyataan Muhammad dalam ayat, <span style="font-size:130%;"><strong>“&#8230;dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat&#8230;” </strong></span>sangat penting untuk dianalisis. Kalimat ini merujuk kepada sekelompok orang yang secara teguh mengikuti ajaran Yesus dan kelompok tersebut akan berada di atas / menjadi penguasa atas orang2 kafir sampai hari kiamat. Pertanyaannya, siapakah dan dimasa apakah orang2 yang taat ini ada?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dimasa kehidupan Yesus, jumlah manusia yang taat atau menjadi pengikut Yesus sangatlah sedikit, mereka adalah kelompok minoritas diantara bangsa Yahudi dan bangsa Romawi. Setelah kenaikan Yesus, para pengikut taatnya mengalami penindasan luar biasa dari Pemerintahan Romawi. Dalam hal ini, tidaklah mungkin bila dikatakan bahwa umat Nasrani terdahulu atau para pengikutnya selama periode tersebut secara fisik merupakan penguasa bagi orang-orang kafir di dunia. Jadi secara logis ayat ini tidak dimaksudkan kepada mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bagaimana dengan umat Nasrani masa kini? Benarkah mereka adalah umat yang taat kepada Yesus dan menjadi penguasa atas orang2 kafir? Jika kita melihat maksud Muhammad dalam Surat al-Maaidah ayat 73 tentulah bagi Muhammad umat Nasrani masa kini bukanlah orang2 yang taat kepada Yesus. Mayoritas umat Nasrani masa kini masih meyakini doktrin Trinitas, hanya sekelompok kecil umat Nasrani yang menentang doktrin Trinitas. Dimata penganut absolut monotheisme seperti Yahudi dan Hanifiyah, menyetarakan Allah dengan Zat lainnya adalah kafir. Hal itu pulalah yang diyakini Muhammad, hal ini nampak dalam ayat berikut;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang mengatakan, &#8220;Bahwasannya Allah salah satu dari yang tiga&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa&#8230;. (Surat al-Maaidah: 73)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Berdasar ayat diatas, jelaslah bahwa yang dimaksud sebagai para pengikut taat Yesus yang menjadi penguasa atas orang2 kafir bukanlah umat Nasrani masa kini. Dan bukan pula umat Islam masa kini, karena umat Islam hanyalah minoritas diantara umat Nasrani dan orang2 kafir didunia ini. Lalu kapankah para pengikut Yesus yang sejati akan menjadi mayoritas dan menjadi pemimpin atas orang2 kafir?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Satu satunya jawaban adalah bila Yesus turun ke dunia untuk kedua kalinya. Menurut Muhammad, Yesus akan turun kembali kedunia untuk mempersatukan umat manusia kepada Islam. Seluruh umat Islam didunia akan taat kepada Yesus, dibawah hukum Islam yang dibawa Muhammad. Para ahli hadis mengatakan bahwa ada beberapa hadis yang membahas masalah ini, dimana Muhammad mengatakan bahwa Yesus akan turun sebagai pemimpin di antara umat manusia sebelum hari kiamat. Hadis ini sampai pada derajat mutawatir. Hal ini berarti bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh banyak orang dari setiap generasi para sahabat yang tidak mungkin diragukan lagi otentisitasnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, &#8220;Tidak ada seorang nabi pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama empat puluh tahun dan kemudian dia meninggal. Kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya&#8221;. (Hadis Abu Dawud 4310)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, &#8220;Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-ketengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya&#8221;. (Hadis Bukhari 34:425)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Jabir bin Abdullah berkata, &#8220;Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, &#8216;Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat&#8217;. Rasulullah lalu bersabda, &#8216;Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, &#8216;Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang&#8217;, namun dia akan berkata, &#8216;Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini&#8217;&#8221; (Hadis Muslim 293)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Itulah kedatangan Yesus kedua kalinya menurut anggapan seorang narsisis dan psikopat seperti Muhammad, dimana Yesus akan menegakkan kembali hukum2 Islam yang telah dibawa Muhammad. Selain Surat Ali Imran ayat 55, masih terdapat beberapa ayat lain yang menyiratkan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya, salah satunya adalah Surat az-Zukhruf ayat 61 yang menyatakan bahwa Yesus adalah salah satu tanda akan datangnya hari kiamat.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (Surat az-Zukhruf: 61)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tafsiran dari ayat ini menjelaskan bahwa Yesus adalah salah satu tanda atau prasyarat akan datangnya hari kiamat. Menurut Muhammad, pada akhir zaman nanti Yesus akan datang kembali ke bumi. Secara logika Yesus telah hidup enam abad sebelum hadirnya Muhammad, jadi kita tidak dapat mengartikan kedatangan Yesus yang pertama kali sebagai tanda kiamat. Sehingga hal yang paling memungkinkan sebagai tanda datangnya hari kiamat adalah kedatangan Yesus yang kedua kali. (lihat Tafsir Ath Thabari 6:21, Tafsir Ibnu Katsir 2:415 dan Adhwaul Bayan 7:129-130).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dalam Sahih Muslim terdapat hadis yang menyatakan bahwa Yesus akan turun ke tengah2 umat manusia pada akhir zaman, sebagai pertanda datangnya hari kiamat. Hadis tersebut telah sampai pada derajat mutawir, jadi tidak diragukan lagi keotentikannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Hudzaifah bin Usaid al-Ghiffari mengatakan, &#8220;Rasulullah tiba-tiba menghampiri kami ketika kami sedang sibuk membahas beberapa masalah. Rasulullah lalu bersabda, &#8216;Sedang mendiskusikan apa kalian?&#8217; Kami berkata, &#8216;Kami sedang membicarakan hari akhir (kiamat).&#8217; Rasulullah lalu bersabda, &#8216;Hari kiamat tidak akan tiba sebelum kalian semua melihat tanda-tandanya sebelum itu.&#8217; Rasulullah lalu menyebutkan tanda-tanda kiamat itu berupa asap, Dajjal, binatang melata (daabbah), terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam ke bumi, Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj, dan terjadinya gerhana di tiga tempat (satu gerhana di sebelah timur, satu lagi di barat, dan satu lagi tanah Arab), dan akhirnya adalah keluarnya api dari Yaman dan menggiring manusia pada tempat berkumpul mereka .&#8217;&#8221; (Hadis Muslim 6931)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dari keseluruhan pemaparan diatas, tak diragukan lagi bahwa Muhammad menyaring informasi tentang Yesus, kemudian memasukkannya ke dalam Quran sesuai dengan versinya sendiri.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>YESUS DIUTUS BAGI BANGSA ISRAEL</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel. (QS 43:59)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dengan mengutip ayat diatas, sebagian muslim beranggapan bahwa Yesus hanyalah nabi yang diutus untuk bani Israel. Argumen ini diperkuat dengan petikan dari Injil bagi orang Yahudi, Injil Matius, tanpa melihat informasi dari kitab Injil lainnya. Benarkah itu yang dimaksudkan Muhammad dalam Qurannya? Dijaman Muhammad Kekristenan telah merambah keseluruh daratan Eropa dan Asia, termasuk tanah Arabia, tempat Muhammad berada. Muhammad tahu bahwa ajaran Yesus bersifat universal, meskipun Yesus lahir diantara bangsa Israel. Coba kita bandingkan pola pikir tersebut dengan ayat mengenai Muhammad dan Quran dibawah ini;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan ini (Al Qur&#8217;an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umulkura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur&#8217;an), dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (QS 6:92)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur&#8217;an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. (QS 42:7)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kedua ayat diatas menyatakan bahwa tujuan Muhammad adalah memperingatkan penduduk kota Mekah dan sekitarnya. Mengapa orang Mekah dan sekitarnya? Karena diayat lain Muhammad menyatakan;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: &#8220;Dia Muhammad mengada-adakannya&#8221;. Sebenarnya Al Qur&#8217;an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang</span><span style="color:#0000ff;"><strong> belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu</strong></span><span style="color:#0000ff;">; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk. (QS 32.3)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka </span><span style="color:#0000ff;"><strong>belum pernah diberi peringatan</strong></span><span style="color:#0000ff;">, karena itu mereka lalai. (QS 36.6)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sebab Muhammad berdakwah bagi orang Mekah dan sekitarnya adalah karena orang tersebut belum pernah diberi peringatan. Para ahli kitab, yakni Yahudi dan Nasrani telah memiliki nabi pemberi peringatan dan kitab mereka sendiri. Satu-satunya orang yang belum menerima kitab adalah orang Arab, khususnya orang Arab di Mekah dan sekitarnya. Itulah maksud dan tujuan Muhammad dengan Qurannya, namun seperti biasa, setelah perampokannya sukses dan menjadi penguasa, ambisi Muhammad pun membengkak;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">(Al Qur&#8217;an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS 14.52)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS 21:107)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bahasa Arab ayat 14:52 berkata “Hatha balaghun lilnnasi”. Kata “nas” berarti sekelompok orang, berapa saja jumlahnya. Bisa orang yang berkumpul dalam satu ruangan. Bisa mengacu pada penduduk satu kampung, satu kota, ataupun satu negara tapi tidak berarti umat manusia secara keseluruhan. Kata “nas” yang sama banyak ditemukan di Quran, contohnya dalam ayat 7:116, <strong>Musa menjawab: &#8220;Lemparkanlah (lebih dahulu)!&#8221; Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan). </strong>Dapatkah dikatakan yang terkena sihir adalah seluruh umat manusia? Bukan, hanya sekelompok orang saja! Jika kita beranggapan kata “nas” pada ayat 2:185, 3:94 dan 21:107 diartikan seluruh umat manusia, bukan dalam arti hanya sekelompok orang, maka dengan demikian kita mengakui bahwa terjadi pertentangan dalam Quran, karena ayat 6:92, 42:7, 32:3 dan 36:6 menegaskan bahwa <strong>tujuan</strong> <strong>Muhammad adalah memberi peringatan kepada orang Mekah dan sekitarnya!</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>YESUS MEMBAWA PESAN AKAN DATANGNYA MUHAMMAD</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: &#8220;Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)&#8221; Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: &#8220;Ini adalah sihir yang nyata&#8221;. (QS 61:6)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (QS 7:157)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Benarkah Yesus meramalkan datangnya Muhammad? Tak ada satupun ayat dalam Injil yang menyinggung mengenai nabi dari tanah Arab bernama Ahmad. Lihatlah tanggapan versi Kristen mengenai topik ini di link berikut <a href="http://www.answering-islam.org/Bahasa/AlKitab/muhabib.html" target="new"><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;">(klik disini)</span></span></a>.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika ditelaah secara seksama, perkataan Yesus dalam Injil yang sangat mungkin berhubungan dengan Muhammad dan ajarannya ada dalam ayat berikut;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">&#8220;Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:15)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">“&#8230;, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah”. (Yohanes 16:2)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Namun bisakah kita mempercayai kedua ayat diatas? Kita selalu diajarkan bahwa Injil yang ada sekarang telah mengalami banyak perubahan, bukan Injil yang sama seperti saat pertama kali ditulis. Baik Bible ataupun Quran memang telah mengalami perubahan. Namun dengan penelitian sejarah secara mendalam, kita dapat membuktikan bahwa kedua kitab tersebut tetap dapat dipertanggung jawabkan keotentikannya. Perlu diketahui bahwa naskah asli dari kedua kitab ini telah musnah, yang ada kini hanyalah salinan / copyannya saja!</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Saat masa awal kekristenan, para pengikut Yesus mengalami penindasan luar biasa dari pemerintah Romawi, mereka disiksa dan dibunuh karena kepercayaannya pada Yesus. Karenanya pengikut Yesus secara tersembunyi menulis Injil, menyalinnya dan menyebarkannya. Meski pemerintah Romawi memerintahkan untuk membakar tulisan2 yang terkait dengan Yesus, namun tetap saja terdapat ribuan naskah yang terselamatkan dengan cara disembunyikan. Ribuan naskah dan manuskrip inilah yang nantinya disusun kembali menjadi sebuah kitab. Perbedaan antar Bible biasanya terjadi karena masalah penerjemahan. Silahkan klik artikel terkait di <a href="http://www.answering-islam.org/Bahasa/AlKitab/KesahihanKSI.html" target="_blank"><strong><span style="font-size:130%;">Kesahihan Bible</span>.</strong></a></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:0;" align="justify">Hal yang berbeda terjadi pada penyusunan Quran. Ayat2 Quran disusun justru saat Islam sedang dalam masa jayanya. Dimana Arab sedang melakukan agresi militer untuk menjajah dan memaksakan ideologi Islam kepada bangsa2 yang berhasil ditaklukkannnya. Saat itu Kalifah Abu Bakar merasa khawatir dengan banyaknya penghafal Quran yang tewas dalam upaya agresi tersebut, karenanya ia memerintahkan Zaid bin Thabit untuk mengumpulkan potongan ayat2 Quran dari berbagai sumber agar disusun menjadi sebuah buku (Hadis Bukhari 61:509). Kumpulan ayat2 ini tidak disebarkan namun disimpan oleh <strong>Kalifah Abu Bakar</strong>, dan setelah dia mati, lalu disimpan oleh <strong>Kalifah Umar</strong> dan diserahkan pada anak perempuan Umar yang bernama <strong>Hafsa,</strong> yang juga adalah janda Muhammad.</p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:0;" align="justify">Dikarenakan banyak beredarnya versi Quran yang berbeda satu sama lain, maka kalifah selanjutnya, yaitu <strong>Utsman bin Affan </strong>meminjam kumpulan ayat Quran yang dipegang oleh Hafsa untuk disalin ulang dan diperbanyak, <strong><span style="color:#ff0000;">tak lupa ia memerintahkan untuk membakar seluruh naskah Quran yang berbeda dengan Quran versinya tersebut</span></strong> (Hadis Bukhari 61:510). Kita tak tahu mengapa Utsman memerintahkan untuk membakar Quran2 lain yang berbeda dengan versinya, padahal Quran versinya tersebut belum mendapatkan pengesahan dari ahli2 Quran yang direkomendasikan oleh Muhammad (Hadis Bukhari 61:521). Silahkan klik artikel lengkapnya di <a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-penyusunan-quran.html" target="new"><span style="font-size:130%;"><strong>Sejarah Penyusunan Quran.</strong></span></a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Selain dikatakan bahwa Alkitab telah diubah dan berubah, beberapa muslim seringkali mengkritik Alkitab, dengan menyatakan bahwa Alkitab mengandung hal2 yang tidak masuk akal, cabul, dan juga mengandung kesalahan2 sains. Kami katakan benar,<strong> kedua kitab ini, baik Bible maupun Quran berisi hal2 yang absurd, cabul dan mengandung kesalahan2 sains.</strong> Namun orang Yahudi dan Kristen tidak pernah mengklaim bahwa kitab mereka adalah perkataan Tuhan langsung, kata demi kata. Bible ditulis oleh puluhan manusia, dalam rentang waktu ribuan tahun. Di beberapa kitab anda dapat mengetahui nama penulisnya dari nama kitab itu sendiri. Ketika anda membaca Injil, anda tidak dibuat percaya bahwa Allah lah yang sedang berbicara. Selalu manusia, yang memberitakan pesan Tuhan dalam perkataan manusia itu sendiri.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika anda mendengarkan sebuah pembicaraan atau melihat sebuah kejadian, anda mungkin menceritakannya pada teman apa yang anda ketahui. Tapi karena anda menggunakan perkataan, ungkapan dan gaya bahasa anda sendiri akan sangat mungkin anda membuat beberapa kesalahan. Para pendengar anda tahu itu. Karenanya mereka dapat mentoleransi kesalahan2 anda dan menggunakan kecerdasan mereka sendiri untuk mengenggam inti pesannya. Anda tidak secara otomatis menjadi seorang pembohong jika anda salah. Itu sebabnya bahkan jika ada ratusan kesalahanpun dalam Bible; semakin sulit bagi orang Kristen dan Yahudi untuk sakit hati. Mereka melihat pesannya, bukan pada pengirim pesannya. Mereka melihat isinya, bukan pada tempatnya. Dan inti pesan dari Bible adalah kasih sayang Sang Maha Pencipta kepada manusia.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika satu pesan didengar oleh 20 orang, tiap orang menyampaikannya dengan cara berbeda2. Tidaklah mungkin semuanya menceritakan kisah yang persis sama dengan perkataan yang persis sama pula. Rinciannya mungkin bervariasi tapi sepanjang anda melihat kekonsistenan dalam semua cerita itu, anda akan tahu bahwa yang mereka sampaikan adalah kebenaran. Itulah seharusnya yang menjadi cara kita untuk menafsirkan kontradiksi dalam Bible.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Quran adalah fakta yang berbeda sama sekali. Quran hanya bersumber dari satu orang saja yaitu Muhammad. <strong>Quran mengaku isinya adalah 100% perkataan Tuhan langsung, kata demi kata,</strong> sehingga saat kita membaca Quran, kita harus percaya bahwa Tuhanlah yang sedang berbicara pada kita, bukan penulis kitab tersebut. Disinilah perbedaannya, <strong>jika ini perkataan Tuhan langsung, tidak bisa, tidak boleh, dan tidak mungkin terdapat satupun kesalahan</strong>. Jika terdapat satu saja kesalahan, tidak mungkin itu perkataan Tuhan, dan jika bukan perkataan Tuhan maka Quran adalah sebuah kebohongan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Mungkinkah Tuhan sebodoh yang digambarkan dalam Quran? Ia berbicara tentang Musa dan Yesus, namun tak tahu silsilah keduanya, Ia berbicara tentang Trinitas, tapi tidak paham apa itu Trinitas. Dua kesalahan ini saja sudah menggugurkan klaim bahwa Quran berasal dari Tuhan. Jelas sudah bahwa Quran hanyalah kebohongan, kesalahan demi kesalahan dalam Quran bukanlah karena ketidaktahuan Tuhan, melainkan kebodohan dari si pencipta Quran, Muhammad.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" align="justify">Kita bisa saja memaklumi kebodohan orang2 Arab diabad ke 7 yang menjadi korban kebohongan psikopat ini, tapi dapatkah kita memaklumi orang2 terpelajar saat ini, yang masih tetap ingin dibodohi? Jika para muslim mampu berpikir rasional, dua kesalahan ini sudah cukup untuk membuat mereka melihat bahwa Muhammad adalah narsisis yang memalsukan Tuhan dan bukan seorang nabi. Tuhan khayalan Muhammad adalah personifikasi dari egonya sendiri, seorang sadis, seorang psikopat, yang haus akan pemujaan. Betapa menyedihkan, karena hingga saat ini jutaan muslim masih percaya pada kebohongan Muhammad. Ini adalah tragedi, yang harus kita atasi bersama!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" align="justify">Klik artikel berikutnya dibawah ini;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/yesus-dan-trinitas-tritunggal.html" target="new"><span style="font-size:130%;"><strong>Yesus dan Trinitas dimata Murtadin</strong></span></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=306&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/09/kedatangan-turunnya-yesus-isa-kedua-kali-berdasar-quran-hadis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/Sc3Gc9ycMkI/AAAAAAAAAgY/ON_V07xOcak/s400/christ.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kedatangan yesus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH TERORISME ISLAM 1</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/sejarah-terorisme-islam-pertama/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/sejarah-terorisme-islam-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 12:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[JIHAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini menyelidiki secera mendetail penerapan taktik teror yang digunakan sekitar 1.400 tahun yang lalu oleh para Jihadis Islam pertama untuk merampas barang jarahan dan menjadi cepat kaya melalui perampokan. Artikel ini terdiri dari 6 posting yang bersambung. Tujuan utama esay ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan langsung antara Modus Operandi para Jihadis (baca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=106&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-1.html"><img class="alignleft" title="Hukuman mati bagi murtadin" src="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SW1KC97_uLI/AAAAAAAAAck/MoQkK6cYRAk/s400/Pedang+terhunus.jpg" alt="" width="193" height="300" /></a>Artikel ini menyelidiki secera mendetail penerapan taktik teror yang digunakan sekitar 1.400 tahun yang lalu oleh para Jihadis Islam pertama untuk merampas barang jarahan dan menjadi cepat kaya melalui perampokan. Artikel ini terdiri dari 6 posting yang bersambung. Tujuan utama esay ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan langsung antara Modus Operandi para Jihadis (baca teroris Islam) di jaman Muhammad dan Jihadis jaman sekarang.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/hukuman-mati-bagi-pencaci-maki-muhammad.html" target="new"><span style="color:#ff0000;font-weight:bold;">(Salah satu buku Islam yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama damai) &gt;klik disini&lt;</span></a><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/hukuman-mati-bagi-pencaci-maki-muhammad.html" target="new"><span style="color:#ff0000;font-weight:bold;"> </span></a></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ada 100 kasus pertempuran bersenjata yang diselidiki sebabnya, waktunya, tempatnya dan orang2 yang terlibat. Hasil detail penyelidikan ini ternyata sangat menyayat perasaan, membuat orang jadi tercengang. Dari hasil ini tampak jelas, tanpa keraguan sedikit pun, kesamaan yang menggiriskan antara pejuang2 Islam di jaman Muhammad dan di jaman ini. Hampir semua kasus pertempuran, terjadi karena serangan2 teroris agresif oleh prajurit2 Muslim. <span style="color:#3333ff;"><strong>Jihadis Islamlah yang selalu memulai penyerangan, di banyak kasus tanpa ada alasan atau gangguan yang nyata. Serangan teror yang dilakukan prajurit Muslim dengan buas ini termasuk pembantaian, pemusnahan ras, pengusiran ras, pembunuhan atas balas dendam, pembunuhan karena alasan politik, dan di banyak kasus, semata-mata adalah perampokan dan penjarahan belaka. </strong></span>Muhammad melakukan serangkaian teror dan penjarahan untuk menghadiahi pengikut2nya dengan barang2 jarahan yang mudah dirampas seperti tanah, harta benda, budak, dan wanita.. Kegiatan teror dan perampokan ini membuat para Jihadis itu begitu kaya, sehingga dapat membiayai diri sendiri dan ini sangat penting bagi berdirinya kekuasaan Islam di seluruh Jazirah Arabia</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kebanyakan penulis biografi Muhammad menulis laporan panjang tentang perang2 yang terkenal antara prajurit Muslim dan prajurit2 non-Muslim. Perang2 besar ini berjumlah sekitar tiga belas dan semuanya ditulis dengan lengkap oleh ahli2 sejarah. Akan tetapi, justru pertempuran2 yang kecil yang merupakan kejadian2 yang paling penting untuk mengungkapkan seberapa besar kebuasan, kekejaman, sifat barbar, keserakahan tanpa batas, penjarahan, kelicikian dan nafsu seks yang tak terpuaskan dari orang2 Islam awal. Ini adalah penemuan yang mengejutkan dan tadinya dirahasiakan baik2 diantara orang2 Islam. Sebenarnya agak menyedihkan kalau diingat hanya sedikit sekali ahli sejarah yang berusaha menyelidiki detail dari kegiatan2 teror yang “kecil” dan “tak penting” ini.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Banyak hukum Syariah yang kejam ditulis berdasarkan contoh2 yang ditetapkan Muhammad dan pengikutnya selama melakukan serangkaian perang dan teror berdarah. Banyak ayat2 Quran yang berhubungan dengan kejadian2 perang ini. Sejak keberadaan hukum Syariah dan Quran adalah mutlak dan utuh untuk selamanya, maka tidak ada harapan isinya dirubah agar kelihatan lebih damai.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Artikel panjang ini berdasarkan keterangan yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi Islam yang sempurna. Tapi, pertama-tama, tentunya kita mesti sadar bahwa informasi “sempurna” ini telah disensor, disaring, dengan teliti dan segala elemen yang <strong>‘mengerikan’</strong>, telah dibuang sebisa mungkin sebelum dipublikasikan untuk umum. Meskipun begitu, kita tetap saja menemukan informasi/kejadian yang mengejutkan, sukar dipercaya, dan barbarik yang tersembunyi dalam2 di buku2 Islam yang autentik. Upaya2 bedah plastik di buku2 Islam merupakan cara cerdik para ‘dokter’ Islam untuk menipu dunia tentang isi Islam yang sebenarnya karena semua orang sangat ragu untuk percaya bahwa Islam adalah agama damai.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada akhirnya, penelitian ini membawa penulis pada kesimpulan bahwa Islam dan terorisme tidak dapat dipisahkan. Akar teror ala Islam memang adalah inti ajaran Islam. Perintah ini tertanam dalam2 di khotbah, perintah, keputusan, inspirasi, praktek dan contoh2 yang dilakukan oleh Muhammad dan juga para pengikutnya jaman ini, yang hidup dengan pedang menyebar teror dan menggunakannya sebagai senjata yang paling manjur untuk menundukkan musuh yang merintangi usahanya. <span style="color:#3333ff;"><strong>Jika seorang Muslim mengikuti </strong></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"><strong>“ISLAM SEJATI”</strong></span></span><span style="color:#3333ff;"><strong>, yang tidak disensor, asli Islam yang dikhotbahkan dan dipraktekkan oleh Muhammad, orang itu tidak bisa tidak akan jadi </strong></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/surat-imam-samudera.html" target="new"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"><strong>TERORIS (klik disini).</strong></span></span></a></span></span><span style="color:#3333ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>B I B L I O G R A P H Y </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tidak seperti tulisan lain yang umumnya meletakkan bibliografi di bagian belakang, kami ingin meletakkan bibliografi di depan uraian ini. Ini untuk memudahkan para pembaca. Pembaca yang serius harus dapat melihat bibliografi dengan mudah untuk memeriksa langsung dan memastikan.</p>
<p style="margin-bottom:.17in;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#3333ff;">“<span style="font-size:x-small;">The Holy Qur’an,” the internet version of three English translations can be read at: http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Ali, Abdullah, Yusuf, “The Holy Qur’an: Translation and Commentary,” Amana Corp., Brentwood, Maryland, 1983.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">“The Holy Qur’an,” translated by Maulana Sher Ali, Islam International Publications Ltd., Telford, Surrey, U.K., 1997.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">“The Koran, “ Penguin Classic (1956), translated by N.J. Dawood, Penguin Books, London reprint, 1999.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">“The Koran,” translated by J.M. Rodwell; first published in 1909; reissued by Phoenix Press, London, 1994.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Pickthall, Mohammad Marmaduke, “The Meaning of the Glorious Koran, Translation and Explanation”; reprinted by Adam Publishers &amp; Distributors, New Delhi, India, 1996.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Hilali, Muhammad Taqi-ud-Din(Dr.) and Dr. Muhammad Muhsin Khan, “The Noble Qur’an Transliteration in Roman Script And English Translation of the Meanings,” Darussalam Publishers, Riyadh, Saudi Arabia, 1996. [The internet version of the English translation by these two modern translators can be read at: [ http://www.witness-pioneer.org/vil/ ]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Makhlaf, Ash-Shaikh Hasnain Muhammad, “Kalimatul Qur’an,” translated by Duraid &amp; Faiz Fatouhi, Kitab Bhavan, 1784 Kalam Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, 2nd. ed. 2002.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Abu Dawud, Sulayman b. al-Ash’ath, “Al-Sunaan,” a collection of Hadith, translated in Eng by Prof. Ahmad Hasan:[http://www.luc.edu/orgs/msa/abudawud/index.htm ]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Bukhari, Muhammad b. Ismail b al-Mughira, “Sahi al-Bukhari,” translated in Eng by Dr. Muhammad Muhsin Khan:</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Muslim, Abu al-Hussain b. al-Hajjaj al-Qushairi, “Sahi Muslim,” translated in English by Adul Hamid Siddiqui:</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Malik, ibn Anas ibn Malik, Abdullah al-Asbahi al-Himyari, “Muwatta,” translated in English by A’sha Abdurrahman at-Tarjumana and Ya’qub Johnson: [http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muwatta/ ]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Ibn Ishaq, Muhammad b. Yasr, “Sirat Rasul Allah,” translated in English by A. Guillaume; first published by Oxford University Press, London in 1955; fifteenth reprint by Oxford University Press, Karachi, Pakistan, 2001.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Mubarakpuri, Saifur Sahman, ”The Sealed Nectar (Ar-Raheeq al-Makhtum),” revised edition; translated in English from Arabic by Mahir Abu Dhahab, Darussalam Publishers, Riyadh, Saudi Arabia, 2002. [An older edition of this book can be read online at: http://www.witness-pioneer.org/vil/Books/SM_tsn/index.htm ]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Ibn Sa’d, Abu Abd Allah Muhammad, “Kitab al-Tabaqat,” vol ii, translated in English by S. Moinul Haq, Kitab Bhavan; 1784, Kalan Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, India, 1972.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “Muhammad at Mecca,” vol. vi, translated and annotated by W. Montgomery Watt and M.V. McDonald, State University of New York Press, Albany, 1988.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “The Foundation of the Community, Muhammad at al-Medina,” vol. vii, translated and annotated by M.V. McDonald and W. Montgomery Watt, State University of New York Press, Albany, 1987.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “The Victory of Islam,” vol. viii, translated by Michael Fishbein, State University of New York Press, Albany, 1997.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “The Last Years of the Prophet,” vol. ix, translated by Ismail K. Poonwala, , State University of New York Press, Albany, 1990.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Rodinson, Maxine, “Muhammad,” translated from French by Anne Carter; first published in 1971; The New York Press publication, 2002,</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Muir, William, “Life of Mahomet” in four volumes, Smith, Elater &amp; Co. London, 1861: [http://www.answering-islam.org/Books/Muir/index.htm ]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Haykal, Muhammad Hussain, “The Life of Muhammad,” translated by Isma’il Razi A. al-Faruqi: [http://www.witness-pioneer.org/vil/Books/MH_LM/default.htm ]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Dashti, Ali, “23 Years: A Study in the Prophetic Career of Mohammad,” translated from Persian by F.R.C. Bagley, Mazda Publishers, Costa Masa, California, 1994.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Hamidullah, Muhammad, “The Battlefields of The Prophet Muhammad,” 3rd. ed., Kitab Bhavan; 1784, Kalan Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, India, 4th., reprint, 1992.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Hughes, Patrick Thomas, “A Dictionary of Islam;” first published in 1886; latest reprint by Kazi Publications Inc,, Chicago, 1994.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Ibn al-Kalbi, Hisham, “The Book of Idols (Kitab Al-Asnam),” translated in English by Nabih Amin Faris, Princeton University Press, 1952. [http://www.answering-islam.org/Books/Al-Kalbi/index.htm ]</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">al-Misri, Ahmed ibn Naqib, “Raliance of the Traveller (‘Umdat al-Salik),” revised edition, translated by Nuh Ha Mim Keller, Amana Publications, Bettsville, Maryland, 1999.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Hamilton, Charles, “Hedaya,” translated in English in 1870 from the Persian version; reprinted by Kitab Bhavan, 1784 Kalan Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, 1994.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Doi, Abdur Rahman I.,” Shari’ah: The Islamic Law;” first published in London, in1984; Malaysia reprint by A.S. Noordin, G.P.O. Box No. 10066, 50704, Kuala Lumpur, 1998.</span></span></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:x-small;">Fouda, Yosri and Nick Fielding, “Masterminds of Teror,” Penguin Books, Australia, 2003.</span></span><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" align="justify">.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>KATA PEMBUKA </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dunia dengan cepat terbiasa dengan istilah ‘<strong>Teror Islam</strong>.’ Ini adalah jenis baru terorisme di seluruh dunia. Karena para <strong>Jihadis, bom bunuh diri, Hamas, Hezbollah, Al-Qaeda, Lashkar-e-Taiba, Jaishe Muhammad, Islamists, Mullahs, Maulanas, Pirs, Hijabi Women Islam, Jamaah Islamiah</strong>, saat ini mendominasi setiap media berita di mana pun di dunia. Cepat atau lambat, kata ‘Teror Islam’ akan termasuk dalam perbendaharaan bahasa kita. Dengan adanya kesadaran akan Islam ini , pertanyaan yang muncul adalah: Apakah teror gaya Islam adalah sesuatu yang baru atau apakah ini adalah hasil perjuangan Jihadis awal seperti yang diajarkan dan dipraktekkan oleh Muhammad? <span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:medium;"><strong>Tanyakan hal ini pada para pembela Islam dimanapun dan jawabnya pasti adalah: ISLAM ADALAH AGAMA DAMAI, tidak pernah menganjurkan kekerasan, ‘terorisme’-lah yang menyalah gunakan nama Islam;</strong></span></span> Osama bin Laden dan para Jihadisnya telah membajak Islam dan mereka bukanlah Muslim sejati, para pembom bunuh diri tidak mewakili ajaran Islam yang sebenarnya .. dan seterusnya dan seterusnya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Di artikel yang rinci ini, dengan menampakan sifat ‘asli’ Islam yang sebenarnya, kami bermaksud meluruskan konsep pemikiran para Islamis di atas. Karena Islam berakar kuat pada masa lampau, maka untuk mencari akar terjadinya ‘kekacauan’ yang banyak dilakukan para pejuang Islam saat ini, kita harus memeriksa kejadian2, perbuatan2, perilaku berdasarkan filosofi dan agama di masa lampau pula oleh para Jihadis awal di bawah pimpinan Muhammad, sang Rasul Allah. Saat kita terus menelaah, kita harus tahu bahwa tidak ada yang disebut sebagai <span style="color:#3333ff;"><span style="font-size:medium;"><strong>‘ISLAM MODERAT,’ ‘ISLAM MASA KINI’ atau ‘ISLAM MASA DEPAN.’ </strong></span></span>Kejadian2 1.400 tahun yang lalulah yang menggerakan semua Muslim waktu lampau, membayangi dan mendorong semua Muslim masa kini dan hal ini akan terus berlangsung di masa depan. Kita harus melihat ke belakang, dan bukannya ke depan, untuk mencari kebenaran tentang Islam. Sama seperti pohon yang hidup dan terus tumbuh karena akarnya dengan kuat tertanam di bawah tanah – dan akar ini tak tampak dari permukaan, begitu pula dengan Islam. Terorisme berakar kuat dalam doktrin yang sangat megah di dunia Islam yang dibayangkan Muhammad. Penggunaan taktik teror ini bukanlah hal yang baru dalam Islam, dan ini adalah sumber hidup yang digunakan Muhammad untuk memaksakan konsepnya akan terwujudnya satu dunia di bawah Islam yang hanya menyembah satu Tuhan, yakni Allah. Di laporan panjang ini, kami telah mencatat serentetan kejadian teror, pembunuhan, penipuan, kebohongan, dan perang yang digunakan untuk memelihara, memajukan dan mengembangkan intisari Islam: masuk Islam, bayar upeti (Jizya) atau mati. Banyak pembaca yang akan kaget dan tidak percaya. Kebanyakan Muslim akan merasa terganggu, marah, frustasi dan tentu akan menyangkal sekuat tenaga. Bagi semua pembaca kami ingin katakan bahwa kami pun mengalami semua tahapan perasaan ini. Waktu aku benar2 menelaah Islam dengan serius di tahun2 pertumbuhanku, aku mulai benar2 mengerti doktrinnya dan kekuatan hidupnya. Sungguh sukar kupercaya orang yang mengaku sebagai utusan Allah dapat menuruti hawa nafsunya sendiri, dan juga memerintahkan pengikutnya untuk melakukan pembunuhan membabibuta, menjarah, merampok, menyiksa dan memperkosa. Pada saat Anda membaca episod demi episod terorisme Islam awal, Anda akan menemukan persamaan dengan terorisme global jaman modern yang dilakukan para Jihadis saat ini. Anda pasti akan menemukan semua unsur operasi teroris jaman sekarang yang sama seperti seribu tahun lalu. Unsur2 ini adalah:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penyiksaan dan pembunuhan orang2 yang tak mau menganut (Islam)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penjarahan dan pembersihan ras</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pembunuhan karena alasan politis dan pembunuhan karena balas dendam</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pembunuhan serampangan dan pembantaian rasial</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Perampasan harta benda dan pemerkosaan</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pemaksaan untuk memeluk agama Islam atau bayar Jizya</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penindasan aliran lain (penghancuran mesjid2)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Mari kita sekarang menyelidiki sejarah Islam untuk mengetahui bagaimana dan mengapa para Jihadis awal berbuat begitu. </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Benih teror ala gaya Islam ditanam ketika Muhammad menandatangani perjanjian dengan tujuh puluh lima (73 pria dan 2 wanita) Ansar (penduduk kota Medina) yang disebut sebagai sumpah kedua Aqaba. Aqaba adalah sebuah gua kecil di perbatasan Mekah. Perjanjian ini dibuat secara rahasia untuk melindungi nyawa Muhammad saat dia ingin hijrah ke Medina. Dalam proses tawar2an, Muhammad minta sumpah tulus dari para Ansar untuk melindungi kaum wanita dan anak2 Muslim. Ketika orang2 Ansar bersumpah setia pada Muhammad, sampai bersedia untuk mengorbankan nyawa mereka untuk melindunginya, Muhammad menjanjikan darah orang2 Mekah dan surga bagi orang2 Ansar. Seperti yang dikisahkan Ibn Ishak, Muhammad berkata pada orang2 Ansar: <span style="color:#0000ff;">“Tidak, darah adalah darah dan darah yang tak dibayarkan adalah darah yang tidak dibayarkan. Aku bagian dari kalian dan kalian adalah bagian dariku. Aku akan berperang melawan mereka yang berperang terhadapmu dan akan berdamai dengan mereka yang berdamai denganmu.” (</span>Ibn Ishak, pp.204-205)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tabari menulis saat melakukan sumpah Aqaba, al-Abbas dan Ubadah bin Nadlah berkata bahwa sumpah setia pada Muhammad merupakan pernyataan perang terhadap dunia. Tak lama setelah sumpah kedua Aqaba, Allah merestui pernyataan perang terhadap orang2 yang tak percaya, pertama di ayat 22:40-42 dan lalu di ayat 2:198. (Tabari, vol. vi, p.134)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan seperti yang dia janjikan, hari2 Muhammad yang penuh darah dan teror mulai tak lama setelah dia meninggalkan Mekah dengan sejumlah pengikutnya tiba di Medina. Kecuali beberapa, para pengikut ini adalah orang2 yang para penjahat dan pengacau yang sangat miskin dan buta huruf tanpa kemampuan untuk mencari nafkah untuk bisa menghidupi dirinya. Banyak dari pengikutnya yang hidup dalam keadaan yang sangat kotor sampai2 kepala mereka berkutu dan badan mereka sangat bau. Ini Hadis dari Sunan Abu Dawud tentang bau badan aduhai para pengikut awal Muhammad:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis dari Sunan Abu Dawud Buku 32, Nomer 4022:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh AbuMusa al-Ash&#8217;ari:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Abu Burdah berkata: Ayahku berkata padaku: Anakku, jika kau melihat keadaan kami ketika bersama Rasul Allah dan hujuan lalu turun ke atas kami, kamu pasti menduga bau badan kami seperti bau domba. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bahkan Muhammad, sang Rasul Allah juga berkutu di kepalanya! Sungguh sukar dipercaya, bukan? Bacalah di Hadis Sahih Bukhari</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari Volume 4, Buku 52, Nomer 47:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Anas bin Malik:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Rasul Allah biasa mendatangi Um-Haram bint Milhan yang kemudian menawarkan makanan baginya. Um-Haram adalah istri Ubada bin As-Samit. Rasul Allah suatu waktu mengunjunginya dan dia menyediakan makanan baginya dan mulai mencari kutu di kepalanya. Lalu Rasul Allah tidur, dan lalu bangun sambil tersenyum. Um-Haram bertanya, “Apa yang membuatmu tersenyum, O Rasul Allah?” Dia berkata, “(Dalam mimpi) beberapa pengikutku tampak di hadapanku sebagai pejuang2 bagi Allah berada di atas kapal di tengah laut dan ini membuatku tersenyum, mereka bagaikan raja2 di atas singgasana.” Um-Haram berkata,”O, Rasul Allah! Mohonlah pada Allah agar aku termasuk salah satu dari para pejuang itu.” Rasul Allah memohon Allah baginya dan lalu tidur lagi dan bangun sambil tersenyum. Sekali lagi Um-Haram bertanya,”Apa yang membuatmu tersenyum, O Rasul Allah?” Dia menjawab,”Beberapa pengikutku tampak di hadapanku sebagai pejuang2 bagi Allah,’ katanya mengulangi mimpi yang sama. Um-Haram berkata,”O Rasul Allah! Mohonlah pada Allah agar aku termasuk salah satu dari para pejuang itu.” Rasul berkata,”Kau adalah diantara mereka yang pertama.” Lalu suatu saat Um-Haram berlayar di laut di masa Kalifah Mu&#8217;awlya bin Abi Sufyan, dan setelah dia turun dari kapal, dia terjatuh dari binatang tunggangannya dan lalu mati.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dua hal penting dalam hidup Muhammad tampak jelas di Hadis di atas. Pertama, dia tidak hidup bersih, jarang mandi sehingga kutu2 bersarang di kepalanya. Kedua, dia akrab dengan istri orang. Bagaimana mungkin seorang wanita bisa menyentuh kepala seorang pria untuk mencari kutunya jika wanita itu tidak akrab dan hangat dengannya? Dalam hukum Islam melirik wanita asing saja sudah dianggap haram, apalagi disentuh wanita itu. Aku persilakan pembaca untuk merenungkan perilaku moral Muhammad terhadap istri orang dalam Hadis ini dan membandingkannya dengan hukum moral Islam yang dia tentukan sendiri.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sekarang kembali pada para pengikut Muhammad. Yah, memang hampir semua pengikut2 Muhammad berbau domba! Muhammad membawa mereka ke Medinah untuk mencarikan pekerjaan bagi mereka, tapi tidak ada yang mau memperkerjakan orang2 yang bau, miskin, dan tak berpendidikan ini. Bahkan pekerjaan sehari-hari pun hampir tidak ada bagi mereka. Beberapa dari mereka bekerja sebagai kuli untuk jangka waktu singkat dan setelah itu tidak punya kerjaan lagi. Mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berhutang kepada orang2 Medinah. Parahnya kemiskinan mereka saat itu dikisahkan oleh Aisha, istri tersayang Muhammad di:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadith Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 499:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Aisha:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Seorang wanita bersama kedua anak perempuannya datang padaku minta sedekah, tapi aku tidak punya apapun kecuali sebuah kurma yang lalu kuberikan padanya. Dia membagi kurma itu untuk kedua anaknya, sedangkan dia tidak makan apapun, dan lalu dia bangkit dan pergi. Lalu sang Nabi datang dan aku beritahu dia tentang kisah ini. Dia berkata,”Siapapun yang kelak dihakimi atau kedua anak perempuan itu dan dia bermurah hati pada mereka, maka kedua anak ini akan jadi perisai baginya terhadap Api Neraka.” (Lihat Hadith No. 24, Vol. 8 ). </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kejutan besar yang nantinya terjadi adalah, para Muslim yang kotor dan miskin ini nantinya menjadi sangat kaya raya. Ini hadisnya yang menerangkan perubahan nasib dari miskin ke kaya raya:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sahih Bukhari, Volume 2, Buku 24, Nomer 497:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Abu Masud Al-Ansar:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Apabila Rasul Allah memerintahkan kami untuk berderma, kami biasa pergi ke pasar dan bekerja sebagai buruh untuk bisa beli satu Mudd (takaran gandum) dan lalu mendermakannya. (Saat itu adalah saat penuh kemiskinan) dan sekarang beberapa dari kami punya seratus ribu. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bagaimana Muhammad dapat menciptakan mujizat seperti itu? Apakah perubahan dari kemiskinan yang sangat ke kekayaan yang melimpah dicapai melalui kealiman, sembahyang, puasa dan anugrah dari Allah? Atau ini dicapai melalui ‘terorisme’? Untuk tahu jawabnya, silakan baca terus.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Saat tidak punya kerjaan atau hanya punya kerjaan kasar saja, kehidupan para pengikut Muhammad menjadi semakin tidak menyenangkan di Medina. Muhammad harus berbuat sesuatu agar mereka dapat bertahan hidup, dan dia harus melakukannya dengan cepat sebelum mereka semua jadi tidak percaya dengan janjinya untuk dapat harta kekayaan milik Khusroo (Kaisar Persia) dan Raja Bizantium. Rodinson (p.162) menulis bahwa orang2 Muslim awal ini tidak punya mata pencarian tetapi kala semua cara untuk hidup layak sudah gagal semua, pilihan terakhir adalah merampok.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Mata pencaharian utama orang Muslim di Medina adalah dari perampokan dan pemaksaan pungutan pajak Jizya bagi non-Muslim. Ini bisa dilihat di Hadis berikut:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadith in Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 388:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Juwairiya bin Qudama At-Tamimi:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Kami berkata pada,”&#8217;Umar bin Al-Khattab, O ketua kaum yang beriman! Nasihatilah kami.” Dia berkata,”Aku menasihatimu untuk memenuhi Hukum Allah (yang dibuat dengan kaum Dhimmi) karena itulah hukum Nabimu dan sumber mata pencaharianmu (yakni pajak dari kaum Dhimmi). </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">[catatan: Hadis ini dihilangkan dari terjemahan kumpulan Hadis Sahih Bukhari oleh Dr. Muhammad Muhsin Khan. Akan tetapi Hadis ini masih ada di versi Internet terjemahan Sahih Bukhari]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi bagaimana Muhammad mendapatkan mata pencaharian di Medina? Pekerjaan apa sih yang dilakukannya? Bidang apa yang dikerjakannya? Bisnis apa yang dia lakukan? Pertanyaan2 ini tetap tidak terjawab. Semua kumpulan Hadis, Sunna, Sirah (biografi Nabi) tidak memberikan keterangan apapun tentang pekerjaan/profesi Muhammad yang terhormat untuk menafkahi dirinya dan istri2 dan gundik2nya yang terus semakin bertambah. Keterangan tentang pekerjaan Muhammad ada di sini:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Yah, memang begitulah. Muhammad, sang Rasul Allah, menafkahi dirinya dengan cara merampok, dan Hadis di atas dengan jelas menyatakannya. Juga patut diperhatikan bahwa Hadis ini telah dihilangkan dalam versi Internet Sahih Bukhari. Hadis yang sukar dipercaya ini hanya dapat ditemukan di terjemahan cetak asli <span style="color:#0000ff;">“The Translation of Sahi Bukhari” oleh Dr. Muhammad Muhsin Khan. [Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University—Al-Medina Al-Munauwara].</span> Silakan periksa sendiri referensi itu kalau kau tak percaya. Menarik untuk diperhatikan catatan kaki oleh penerjemah yang menerangkan bahwa ‘tombak’ adalah ‘barang jarahan’, sungguh pintar.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kalau kau pikir ini sukar dipercaya – bahwa seorang utusan Allah, ciptaan Allah yang terbaik ternyata memakai pedangnya (baca: terorisme) untuk cari nafkah – maka teruslah baca karena banyak hal lain yang bahkan lebih mengejutkan. Di Hadis Sahih Muslim ditulis jelas tanpa ragu bahwa Muhammad dan pengikutnya memang menggunakan pedang untuk melakukan terorisme (komentar dalam kurung adalah dari penerjemah Hadis ini):</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Muslim, Book 004, Number 1066:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Abu Huraira melaporkan: Rasul Allah berkata aku telah dibantu teror (dalam hati musuhnya); aku telah menerima firman2 yang pendek tapi jelas artinya, dan ketika aku tidur aku diberikan kunci2 harta benda dunia yang diletakkan di tanganku. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jika Hadis2 yang sangat jelas itu belum juga terasa cukup meyakinkan untuk membuktikan Muhammad menggunakan terorisme untuk memperkaya para pengikutnya, ini ada satu lagi:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadith from Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 220:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dikisahkan oleh Abu Huraira: Rasul Allah berkata,”Aku telah diberi perintah2 yang sangat pendek dengan arti yang sangat luas, dan aku telah dibuat menang melalui teror (yang ditaruh di hati musuh), dan ketika aku tidur, kunci2 harta benda dunia diberikan padaku dan diletakkan ke dalam tanganku.” Abu Huraira menambahkan: Rasul Allah telah meninggalkan dunia dan sekarang kau, orang2, membawa ke luar harta benda itu (yang tidak dinikmati oleh Nabi). </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Untuk mewujudkan perkataannya, Muhammad bahkan mengumumkan bahwa barang jarahan atau hasil rampokan adalah halal baginya, dan ini ditegaskan di sini:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari Volume 4, Book 53, Number 351:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah: </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Rasul Allah berkata,”Barang jarahan adalah halal bagiku.” </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis berikut menerangkan bahwa Muhammad mendirikan mesjid2 dengan biaya dari hasil rampokan, jarahan dan pungutan pajak paksa Jizya terhadap non-Muslim. Bacalah Hadis ini dengan teliti dan kau akan mengerti mengapa banyak orang tertarik untuk bergabung dengan Muhammad dan Islamnya. Ya, alasannya hanyalah keserakahan dan nafsu akan uang dan kekayaan semata-mata. Muhammad melanggar semua hukum dan aturan masyarakat mapan yang beradab hanya untuk memuaskan keserakahan pengikut2nya. Ini hadisnya:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadith Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 390:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Jabir bin &#8216;Abdullah:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Rasul Allah suatu saat berkata padaku,”Jika uang masukan dari Bahrain tiba, aku akan beri kamu segini banyak dan segitu banyak.” Ketika Rasul Allah telah mati, uang dari Bahrain tiba, dan Abu Bakr mengumumkan,”Bagi yang telah dijanjikan oleh Rasul Allah, silakan datang padaku.” Lalu aku menghadap Abu Bakr dan berkata,”Rasul Allah berkata padaku,”Jika uang masukan dari Bahrain tiba, aku akan beri kamu segini banyak dan segitu banyak.” Setelah mendengar itu Abu Bakr berkata padaku, “Ciduklah (uang) dengan kedua tanganmu.” Aku ciduk uang dengan kedua tanganku dan Abu Bakr memintaku menghitungnya. Aku menghitung dan jumlahnya adalah lima ratus (keping emas). Jumlah seluruhnya yang dia berikan padaku adalah seribu lima ratus (keping emas). </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Anas: Uang dari Bahrain dibawa kepada Nabi. Dia berkata,”Sebarkan uang itu di Mesjid.” Inilah jumlah uang terbesar yang pernah diserahkan kepada Rasul Allah. Saat itu Al-‘Abbas datang padanya dan berkata,”O Rasul Allah! Berilah aku uang karena aku memberikan uang tebusan diriku dan Aqil.” Sang Nabi berkata padanya,”Ambillah.” Dia menciduk uang dengan kedua tangannya dan menuangkannya di atas bajunya dan mencoba mengangkatnya tapi tidak bisa dan dia minta pada sang Nabi,”Maukah kau meminta seseorang untuk menolongku mengangkat ini?” Nabi berkata,”Tidak.” Lalu Al-‘Abbas berkata,”Kalau begitu, maukah kau membantuku mengangkatnya?” Nabi berkata,”Tidak.” Lalu Al-‘Abbas membuang sebagian uang, tapi tetap saja dia tidak kuat mengangkutnya, dan dia sekali lagi meminta pada Nabi,” Maukah kau meminta seseorang untuk menolongku mengangkat ini?” Nabi berkata,”Tidak.” Lalu, Al-‘abbas membuang sebagian lagi uang dan memikulnya di pundaknya dan lalu pergi. Sang Nabi terus melihatnya terpesona akan keserakahannya sampai dia menghilang dari penglihatan. Rasul Allah tidak beranjak dari tempat itu sampai tidak ada satu Dirham pun tersisa dari uang itu.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sekarang mari kita lihat bagaimana Jihadis Muslim awal memilih korban teror mereka. Setelah mencari2 mangsa, Muhammad mengetahui bahwa dia hanya punya dua pilihan: merampok orang2 Medina atau merampok kafilah2 orang Mekah yang kaya raya di jalur dagang Mekah – Medina. Ia tentu saja tidak bisa merampok sekutunya sendiri orang Medina (orang Ansar) karena ini sama dengan bunuh diri. Pilihan lain yang tersisa adalah merampok orang2 Yahudi dan musuh bebuyutannya orang2 Mekah Quraysh yang pada umumnya menolak ajaran agamanya. Dia belum bisa mengganggu orang2 Yahudi terlalu awal karena dia telah membuat perjanjian damai dengan mereka. Dia tidak punya alasan sah untuk menyerang dan merampas tanah dan harta benda mereka. Perlu diingat bahwa di kegiatan2 perampokan awal, Muhammad tidak mau orang2 Ansar terlibat di dalamnya. Ini karena dia tidak mau mengecewakan orang2 Medina dengan menampakkan wajah belangnya yang asli. Dia juga takut jika usaha perampokannya gagal, maka kaum Ansar tidak lagi kagum dan hormat padanya. Karena itu, pada mulanya, dia tidak mengundang kaum Ansar untuk ikut bagian dalam kegiatan terornya. Dia perlu menunjukkan pada tuan tanah tempat tinggalnya yaitu orang Medinah, bahwa terorisme memang adalah usaha yang menguntungkan!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Karena tidak mungkin untuk menjarah orang2 Yahudi, maka pilihan satu2nya yang tersisa adalah menyerang dan menjarah kafilah2 Quraysh. Meskipun demikian, saat itu dia hanya punya segelintir prajurit. Dia tidak akan mampu melancarkan serangan telak terhadap tentara Quraysh yang perkasa, dan memang perkiraannya tepat. Sebenarnya karena alasan takut akan tentara Quraysh itulah dia meninggalkan Mekah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dia lalu dapat gagasan cemerlang. Rencananya adalah untuk menyergap pedagang2 Quraysh pada saat mereka sedang lengah, yakni pada saat mereka sedang sendirian, tidak banyak tentara, atau jauh dari tempat aman di Mekah. Ini berarti menyerang kafilah2 pedagang Quraysh, meneror dan merampok mereka di perjalanan dagang dengan Syria atau saat mau balik ke Mekah. Tapi Muhammad juga penuh perhitungan dan tidak terburu-buru. Dia sabar menunggu kesempatan baik untuk menyerang kafilah2 Quraysh yang sedang lengah. Rencana ini memang sangat cerdik dan licik. Tidak dapat disangkal bahwa dengan penjarahan ini Muhammad dapat mengompori pengikutnya, para Jihadis, untuk membalas dendam pada “penyiksa” mereka dan di waktu yang sama mereka juga dapat banyak harta jarahan yang sebelumnya tidak dapat disediakan Muhammad pada para Muhajirs (pengikut Nabi yang setia yang pindah dari Mekah ke Medina) yang miskin dan kelaparan ini.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dengan pemikiran ini, Muhammad mulai bergerak. Dia mengirim beberapa mata2 untuk mencari tahu kegiatan2 kafilah Mekah. Akan tetapi, kafilah2 Quraysh selalu dilindungi dan dijaga baik2 oleh para tentara penjaga keamanan untuk mencegah dirampok di jalan. Meskipun begitu, Muhammad tetap mencoba keberuntungannya karena kafilah2 Mekah itu penuh dengan harta benda yang sangat berharga. Biografer (penulis kisah hidup) Nabi apologis (= berusaha menutupi kejelekan Islam) seperti Hussein Haykal, (Haykal, Ch. The First Raids and Skirmishes) tentu mencoba mencari pembenaran dengan mengatakan bahwa para Muhajir dari Mekah rindu pulang kampung dan sedang cari kesempatan untuk balas dendam. Memang merasa rindu kampung halaman sih wajar saja, tapi alasan yang sangat jelas untuk merampok kafilah Quraysh adalah karena ingin menjarah dan merampas harta benda. Sederhana saja dan sudah jelas. Alasan Haykal ini pupus karena setelah Muhammad menaklukkan Mekah, tidak ada satu pun Muhajir yang katanya tadi ‘rindu kampung halaman’ yang mau balik pulang ke Mekah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Mari kita bahas secara singkat penyergapan atau serangan teror atas kafilah Quraysh. Ada pertentangan mana perampokan atas kafilah Quraysh yang pertama dilakukan Muhammad. Ibn Ishak menulis bahwa Muhammad sendiri melaksanakan serangan pertama, dan ini adalah terhadap kafilah di Waddan. Buku Ibn Ishak tidak cukup memberi keterangan kapan hal ini terjadi. Waqidi menulis bahwa serangan pertama dipimipin oleh Hamzah. Biografer2 lain setuju dengan versi Waqidi tentang tanggal2 penyerangan2 Muhammad. Kami juga akan menggunakan keterangan Waqidi tersebut.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#ff0000;">Catatan: Tanggal2 adalah perkiraan saja. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Satu </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Serangan atas Kafilah Quraysh di al-Is, atau Ekspedisi Sif al-Bahr oleh Hamzah ibn al-Muttalib&#8211;March, 623CE</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ekspedisi / Perampokan pertama terhadap kafilah Quraysh terjadi sekitar tujuh atau sembilan bulan setelah Hijrah. Ekspedisi ini dipimpin oleh Hamzah bin Abdul Muttalib (paman Muhammad), dengan 30 atau 40 orang emigran (yang pindah dari Mekah ke Medina). Tujuan ekspedisi, seperti yang telah diterangkan sebelumnya, adalah untuk merampok kafilah Quraysh. Gerombolan perampok yang dipimpin Hamzah ini berkumpul di tepi pantai deka al-Is, diantara Mekah dan Medina, di mana pemimpin kafilah Abu Jahl ibn Hashim berkemah bersama 300 orang Mekah. Hamza dengan beberapa orang bertemu Abu Jahl di sana untuk menyerang kafilah, tapi Majdi b. Amr al-Juhani, seorang Quraysh yang tidak ada permusuhan dengan kedua pihak melerai keduanya sehingga mereka semua berpisah tanpa pertempuran.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Petualangan Muhammad pertama dalam perang dan perampokan ternyata gagal. Hamzah kembali ke Medina dan Abu Jahl melanjutkan perjalanan ke Mekah. Usaha perampokan gagal karena para Muslim takut menghadapi konvoi Quraysh yang kuat, dan mereka kembali ke Medina dengan tangan kosong.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Dua </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Serangan atas Kafilah Mekkah di Buwat oleh Ubaydah b. al-Harith&#8212;April, 623CE</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Serangan ini terjadi sembilan bulan setelah hijrah, beberapa minggu setelah serangan pertama di al-Is gagal.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kira2 sebulan setelah kegagalan Hamzah untuk merampok, Muhammad mengirim 60 Jihadis dipimpin oleh Ubaydah b. al-Harith (saudara sepupunya) untuk melakukan operasi teror terhadap kafilah Quraysh yang kembali dari Syria dan dikawal oleh 200 pasukan keamanan bersenjata. Ketua kafilah adalah Abu Sufyan ibn Harb atau Ikrima b. Abu Jahl. Gerombolan Muslim pergi sampai jauh ke Thanyatul-Murra, tempat mata air di Hejaz. Tidak ada pertempuran yang terjadi karena orang2 Quraysh ternyata berada terlalu jauh dari para Muslim. Meskipun demikian, Sa’d bin Waqqas, seorang Jihadis sejati, menembakkan sebuah panah ke orang2 Quraysh. Ini adalah panah pertama Islam. Panah2 yang kemudian ditembakkan mengejutkan orang2 Quraysh. Ini merupakan serangan mendadak dan memperingatkan mereka akan bahaya yang timbul kemudian. Akan tetapi, tidak ada pertempuran yang terjadi dan orang2 Muslim kembali dengan tangan kosong. Beberapa orang berpendapat bahwa Ubaydah adalah Jihadis yang pertama yang membawa bendera Islam, tapi orang lain berkata bahwa Hamzah lah yang pertama. Beberapa berpendapat Muhammad memerintah Ubaydah untuk melakukan penyerangan ketika Muhammad sedang kembali dari perampokan al-Abwa (lihat Teror Empat).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Tiga </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Serangan atas Kafilah Mekah di Kharar, oleh Sa’d ibn Waqqas &#8212; April, 623CE</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Usaha berani Sa’d ibn Waqqas yang menembakkan panah2 pada orang2 Quraysh (lihat Teror Dua) tentunya telah membuat Muhammad kagum. Saat itu Sa’d berusia 20 – 25 tahun. Meskipun begitu, usia mudanya tidak jadi penghalang bagi Muhammad untuk menunjuknya sebagai ketua gerombolan perampok yang berjumlah 20 orang (sumber lain mengatakan 8 orang saja) terhadap kafilah Mekkah. Semuanya adalah kaum Muhajir. Jadi satu bulan kemudian, operasi teroris ketiga dilaksanakan di bawah pimpinan Sa’d yang masih muda. Sa’d dan gerombolannya menyusun siasat untuk menyergap di lembah Kharrar di jalan menuju Mekkah dan menunggu untuk menyerang kafilah Mekkah yang kembali dari Syria.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Mereka mau menyergap diam2. Meskipun begitu, dengan kecewa berat mereka akhirnya menyadari bahwa kafilah Mekkah telah berhasil mengelabui mereka dan telah berlalu dari tempat itu sehari sebelumnya. Orang2 Muslim kebali ke Medina dengan tangan hampa.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Empat </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penyerangan terhadap Kafilah Mekah dan terhadap Bani Damrah di al-Abwa/ Waddan oleh Muhammad—August, 623CE</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Muhammad menjadi sangat frustasi dengan kegagalan2 tiga usaha penyerangan untuk merampok kafilah2 pedagang Quaish. Waktunya semakin mendesak, dan dia merasakan tekanan untuk mengahasilkan harta benda bagi para pengikutnya. Dengan beban tekanan ini dalam pikirannya, dia sendiri lalu memimpin para pengikutnya untuk merampok. Usaha ini dikenal sebagai serangan di al-Abwa, yang juga dikenal sebagai Ghazwah dari Waddan. Telah dikatakan sebelumnya, dia sendiri kali ini yang memimpin penyerangan yang diarahkan ke Abwa, daerah tempat ibunya dikuburkan. Ia kaget sekali sewaktu tiba di tempat itu dan mendapatkan kafilah Quraish ternyata telah berlalu. Karena kecewa, dia lalu menyerang Bani Damra berada dekat di situ dan memaksa mereka untuk membuat perjanjian tidak menyerang (oleh B. Damra). Perjanjian inilah yang pertama ditulis oleh Muhammad dengan suku asing. Perjanjian ini memberi keutungan baginya karena mencegah B. Damra menyerangnya atau membantu musuh Muhammad yakni orang2 Quraish. Sebagai gantinya, Muhammad tidak akan memerangi suku B. Damra. Lalu Muhammad pergi sampai ke Waddan untuk mengejar kafilah Quraish, tapi mereka berhasil menghindarinya. Meskipun dia gagal menjarah harta orang2 Quraish, tapi di cukup pintar untuk membuat perjanjian dengan suku B. Damra yang merupakan suku nomad. Perjanjian ini memberinya sekutu untuk menyerang kafilah2 Quraish. Setelah itu, dia balik ke Medina.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sariyah atau brigade berarti kekuaan militer kecil yang dikomando oleh seorang dari letnan2 di bawah Imam. Ada referensi di Sahih Bukhari tetang usaha terorisme pertama yang dilakukan oleh Muhammad secara pribadi:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 256:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh As-Sab bin Jaththama:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sang Nabi melaluiku di tempat yang bernama Al-Abwa atau Waddan, dan ditanyai apakah boleh menyerang pasukan pagan pada malam hari dengan kemungkinan membahayakan kaum wanita dan anak2 mereka. Sang Nabi berkata,”Mereka (yakni para wanita dan anak2) berasala dari mereka (kaum pagan).” Aku juga mendengar Sang Nabi berkata,”Pembentukan Hima tidak layak kecuali bagi Allah dan RasulNya.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis ini dengan jelas mengatakan bahwa dalam operasi terornya, Muhammad bahkan tidak mengasihani para wanita dan anak2 kaum pagan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Lima </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penyerangan terhadap Kafilah Mekah yang Banyak Harta di Bawat oleh Muhammad—October, 623 M</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sebulan setelah dia menyerang al-Abwa, Muhammad sendiri memimpin dua ratus orang termasuk beberapa penduduk Medina menuju Bawat, tempat dalam jalur perjalanan kafilah pedagang Quraish. Waktu itu kafilah Quraish berjumlah 1.500 sampai 2.500 unta, dijaga oleh 100 pengawal, di bawah pimpinan Umayyah ibn Khalaf, yang juga orang Quraish. Tujuan penyerangan ini sudah jelas, yakni untuk merampok kafilah Quraish yang memuat sangat banyak harta ini.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tidak ada pertempuran yang terjadi dan penyerangan tidak menghasilkan barang jarahan apapun. Muhammad lalu pergi ke Dhat al-Saq, di padang pasir al-Khabar. Dia sembahyang di sana dan sebuah mesjid didirikan di tempat itu. Ini adalah untuk pertamakalinya orang2 Ansar al-Usharayh mengambil bagian dalam usaha perampokan. Mereka tertarik untuk ikut merampok karena kemungkinan bisa kaya dari penjarahan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Enam </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penyerangan terhadap Kafilah Mekah di al-Ushayrah, di daerah Yanbo oleh Muhammad—November, 623M</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ini adalah usaha perampokan ketiga yang dipimpin Muhammad sendiri. Sekitar 150 sampai 200 orang (perhatikan jumlah Jihadis yang bertambah dalam usaha perampokan) ikut dalam operasi teror ini. Mereka punya 30 unta yang mereka kendarai secara bergiliran. Ketika mereka tiba di al-Usharayh di daerah Yanbo, mereka berharap bisa menyergap kafilah Mekah yang kaya raya yang menuju ke Syria dipimpin oleh Abu Sufyan. Muhammad sudah mendengar dari mata2nya bahwa kafilah ini berangkat dari Mekah. Dia menunggu selama lebih dari sebulan untuk menyergap kafilah ini. Sayangnya, dia terlambat karena sewaktu Muhammad tiba, kafilah Mekah sudah lewat. Para pembaca harus ingat akan penyerangan ini, sebab kafilah yang sama inilah yang nantinya dijarah dalam perampokan Badr yang terkenal itu saat kafilah kembali dari Syria ke Mekah. Dalam operasi ini, Muhammad bersekutu dengan Bani Mudlij, sebuah suku yang tinggal di daerah al-Usharayh. Dia juga membuat perjanjian dengan Bani Damra. Semua perjanjian2 itu membentuk hubungan politik yang baik baginya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Tujuh </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penyerangan terhadap Unta2 Perah Muhammad di Badr (Badr I) oleh Kurz ibn Jabir al-Fihri—December, 623M</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Setelah enam usaha penyerangan terhadap kafilah2 Quraish, akhirnya orang Quraish jadi marah. Sekarang saatnya bagi mereka untuk membalas dan menyampaikan pesan keras pada Muhammad bahwa usaha perampokan jalanannya tidak bisa dibiarkan untuk selamanya. Dengan alasan ini, Kurz ibn Jabir al-Fihri dari suku Quraish menyerang daerah Medina di mana unta2 perah Muhammad sedang merumput. Ini terjadi 10 hari setelah Muhammad kembali ke Medina dari usaha perampokannya yang tidak berhasil terhadap kafilah Quraish di al-Usharayh. Setelah mendengar serangan ini, Muhammad dengan cepat mencari Kurz sampai dia mencapai lembah Safwa, dekat Badr. Ini adalah serangan Badr pertama. Kurz berhasil melarikan diri; Muhammad kembali ke Medina dan diam di sana sampai tiga bulan kemudian. Dikatakan kemudian bahwa Muhammad akhirnya berhasil menangkap Kurz dan Kurz lalu memeluk Islam.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Delapan </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penyerangan Kafilah Mekah di Nakhla oleh Abd Allah ibn Jahsh, Perampokan Pertama yang Berhasil —December, 623M</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Setelah dia kembali dari Badr, Muhammad mengirim Abd Allah b. Jahsh di Rajab dengan delapan orang emigran (yang ikut hijrah) dan tanpa orang2 Ansar untuk melakukan operasi teror lagi. Abd Allah b. Jahsh adalah saudara sepupu Muhammad. Orang2 yang ikut dalam operasi ini adalah: 1. Abu Haudhayfa 2. Abd Allah b Jahsh 3. Ukkash b. Mihsan 4. Utba b. Ghazwan 5. Sa’d b. Abi Waqqas 6. Amir b.Rabia 7. Waqid b. Abd Allah and 8. Khalid b. al-Bukayr. Beberapa ahli sejarah berkata mereka berjumlah sekitar 7 sampai 12 orang. Nama2 ini layak untuk diingat karena nama2 ini akan muncul lagi di banyak operasi2 teror lainnya. Muhammad memberi sebuah surat kepada Abd Allah b. Jahsh, tapi tidak boleh dibaca sampai dia telah pergi dua hari kemudian di perjalanan dan dia lalu harus melakukan apa yang diperintahkan di surat itu tanpa memberi beban pada kelompoknya. Abd Allah pergi sampai hari kedua dan dia kemudian membaca surat itu yang memerintahkan agar dia bergerak sampai mencapai Nakhla, yang terletak diantara Mekah dan Taif. Dia harus bertiarap menunggu orang2 Quraish dan mengamati apa yang mereka lakukan. Abd Allah b. Jahsh mengatakan kepada kelompoknya bahwa siapa yang mau memilih martirdom (baca:terorisme) boleh bergabung dengannya, dan siapa yang tidak mau, dipersilakan pulang. Semua anggota kelompok setuju untuk ikut dengannya (beberapa penulis biografi menulis bahwa dua Muslim memilih untuk tidak jadi martir dan pulang ke Medina). Sa’d b. Abi Waqqas dan Utbah b. Ghazwan kehilangan seekor unta yang mereka kendarai secara bergiliran. Unta ini nyasar dan pergi ke Buhran. Maka mereka pun pergi mencari unta yang melarikan diri itu ke Buhran dan mereka ketinggalan kelompoknya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Seperti yang diperintahkan oleh sang Nabi, Abd Allah dan kelompoknya lalu bergerak maju dan sebentar kemudian tiba di Nakhla. Nakhla adalah sebuah lembah di bagian timur Mekah, separuh perjalanan ke Taif. Ini adalah jalur umum ke Syria yang digunakan kafilah2 Mekah. Muhammad dengar dari pengintainya bahwa kafilah Mekah yang memuat banyak harta dan dikawal sedikit penjaga, membawa kismis2 kering, anggur, kulit dan berbagai harta benda sebentar lagi akan lewat melalui jalur ini.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Empat penjaga Quraish mengawal kafilah keledai ini. Mereka adalah:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Amr b. al-Hadrami. Dia adalah pemimpin kafilah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Uthman b. Abd Allah b. al-Mughirah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Nawfal b. Abd Allah b. al-Mughirah, saudara laki Uthman.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Al-Hakam b. Kaysan, budak yang dimerdekakan (Mawla) oleh Hisham b. al-Mughirah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tak lama kemudian, kafilah Mekah tiba di Nakhla dijaga oleh empat orang Quraish. Ketika mereka melihat orang2 Muslim, mereka jadi waspada. Satu dari orang2 Abd Allah b. Jahsh, yakni Ukkash b Mihsan menggunduli rambut kepalanya untuk menutupi maksud mereka yang sebenarnya dan untuk membuat orang Quraish mengira mereka baru saja naik Haji (Umra), karena memang pada saat itu adalah bulan suci (Rajab) di mana tidak diperbolehkan melakukan perang. Ketika orang Quraish melihat kepala botak Ukkash, mereka mengira orang2 Muslim ini baru kembali dari naik haji dan mereka merasa lega dan mulai menyiapkan makanan bagi mereka sendiri. Ini adalah cara bagaimana Jihadis Muslim mengelabui korban2nya. Adalah kebiasaan/tradisi yang kuat bahwa pada bulan suci, yaitu di awal atau akhir bulan Rajab (pendapat para ahli sejarah berbeda-beda), Rajab adalah salah satu dari empat bulan suci di mana tidak diperbolehkan sama sekali untuk mengadakan perang atau pertumpahan darah di Jazirah Arabia. Abd Allah b. Jahsh juga tahu akan tradisi ini dan dia merasa ragu untuk menyerang. Meskipun begitu, setelah berkali-kali gagal, orang2 Muslim ini tidak mau membiarkan kafilah yang banyak harta ini lewat begitu saja. Karenanya, mereka memutuskan untuk membunuh orang2 Quraish sebanyak mungkin dan mengambil hasil jarahan sebanyak-banyaknya. Mereka menyerang orang2 Quraish pada saat mereka sedang sibuk menyiapkan makanan. Dalam pertempuran itu, Waqid b. Abd Allah membunuh Amr b. Hadrami, ketua kafilah Quraish. Nawfal b.Abd Allah melarikan diri. Orang2 Muslim menangkap Uthman b. Abd Allah dan al-Hakam b. Kaysan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Abd Allah b. Jahsh kembali ke Medina dengan barang jarahan dan dua tawanan Quraish. Dia sudah mengambil keputusan untuk memberikan seperlima barang jarahan kepada Muhammad, dan membagi sisanya diantara mereka. Pembagian yang umum bagi pemimpin kelompok perampok saat itu adalah seperempat barang jarahan. Tidak jelas mengapa Abd Allah b. Jahsh memberi seperlima barang jarahan, karena Allah sendiri sebenarnya belum menentukan pembagian Khumus (jatah jarahan buat kepala perampok) untuk Muhammad di QS 8:41. Ayat ini dikeluarkan setelah perang Badr, yang terjadi setelah perampokan di Nakhla.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 8:041 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Karena pertumpahan darah ini terjadi di bulan suci, Muhammad tidak mau untuk memulai pembunuhan balas dendam yang tak kunjung selesai. Orang2 Quraish juga menyebarkan berita ke mana2 tentang perampokan dan pembunuhan yang dilakukan Muhammad di bulan suci. Karena itu, dia menegur orang2 Muslim yang berperang di bulan suci dan dia tidak mau menerima jatah jarahan perampokan. Lalu ayat QS 2:217 tentang perang di bulan suci pun muncul.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 2:217 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: &#8220;Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ayat ini mengijinkan Muhammad untuk melaksanakan perang selama bulan2 suci. Setelah itu Abd Allah b. Jahsh membagi-bagi barang jarahan, seperlima bagi Muhammad. Muhammad juga ingin mendapat uang lebih dengan meminta uang tebusan bagi dua tawanan. Akan tetapi, Muhammad tidak mau menerima uang tebusan dari orang2 Quraish sebelum dua orangnya, yakni Sa’d b. Abi Waqqas and Utbah b. Ghazwan kembali dari mencari unta mereka. Dia takut orang2 Quraish membunuh mereka berdua jika menemukan mereka. Ketika Sa’d dan Utbah kembali tanpa luka, Muhammad membebaskan dua tawanan Quraish dengan bayaran 1.600 Dirham (1 Dirham = 1/10 Dinar; 1 Dinar adalah 4.235 gram emas) per kepala. Dilaporkan kemudian bahwa setelah dibebaskan, Hakam b. Kaysan jadi Muslim, mungkin karena melihat sendiri betapa mudah jadi kaya melalui terorisme a la gaya Islam. Nantinya dia lalu mati di pertempuran Bir Mauna. Tawanan lain, Uthman b. Abd Allah kembali ke Mekah dan mati sebagai non-Muslim.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Nama Islam yang bagi perampokan yang berhasil ini adalah ‘<strong>Serangan Nakhla.</strong>’ Ini adalah serangan pertama di mana orang2 Muslim menangkap tawanan, dan pertama kali mereka mengambil nyawa. Karena sukses ini, Abd Allah digelari Amir al-Mominun, yakni pemimpin yang beriman. Setelah sukses merampok di Nakhla, Muhammad merasa kuat secara militer dan menegakkan aturan yang mengesahkan pembagian jarahan perang. Dia sebenarnya melegalkan dan mengesahkan perampokan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Keberhasilan merampok ini membuat orang2 Mekah jadi sangat waspada, sebab kemakmuran mereka bergantung sepenuhnya atas perdagangan rutin dan tidak terputus dengan Syria. Perdagangan dengan Abyssinia dan Yemen kurang penting. Bahkan kafilah pedagang menuju Abyssinia dan Yemen tidak aman pula dari serangan tentara Muhammad. Serangan Nakhla itu muga membuat jengkel orang2 Mekah. Mereka sekarang percaya bahwa Muhammad tidak menghormati nyawa orang dan sama sekali tidak mengindahkan peraturan damai di bulan2 suci. Karenanya, orang2 Mekah ingin membalas dendam dengan pertumpahan darah. Akan tetapi, orang Quraish menahan kemarahan mereka. Muhammad masih punya beberapa pengikut yang tinggal di Mekah, termasuk anak perempuannya sendiri yakni Zaynab<strong>. Orang2 Quraish tidak membalas dendam atas pengikut2 Muhammad dan anaknya di Mekah dan tidak pula berusaha menyakiti Zaynab. </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sebaliknya dengan Muhammad. Setelah sukses di Nakhla, dia merencanakan untuk melakukan serangan yang lebih hebat lagi terhadap orang2 Quraish. Allah sekarang memberinya ijin untuk berperang melawan non-Muslim di ayat2 22:39-42, 2:190-194. Serangan di Nakhla dianggap sah karena orang Mekah dianggap mengusir keluar orang2 Muslim. Akan tetapi, alasan sebenarnya adalah “sampai agama yang ada hanyalah agama Allah”. Ini berarti, sampai semua orang Mekah (atau seluruh dunia) memeluk Islam.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 22:39 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Telah diizinkan berperang bagi orang2 yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dianiaya dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa menolong mereka. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 22.40 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: &#8220;Tuhan kami hanyalah Allah&#8221;. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 22:41 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma&#8217;ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 22.42 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, &#8216;Aad dan Tsamud, </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 2.190 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 2:191 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 2:192 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Q 2:193 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 2.194 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bagi mereka yang ragu2 untuk ikut perampokan akan dimarahi. Wahyu Allah bagi hal ini datang di ayat Q 47:20-21. Ayat2 ini memberi garansi surga bagi mereka yang berperang (atau menteror dan merampok) bagi Islam, yakni Jihad, dan mereka mati terbunuh.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 47:20 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan orang-orang yang beriman berkata: &#8220;Mengapa tiada diturunkan suatu surat?&#8221; Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 47.21 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ta&#8217;at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Allah kemudian menyuruh para teroris ini untuk “pancunglah batang leher mereka yang tak beriman, kalahkan mereka semua, dan ikat mereka erat2” di ayat Q 47:3-4.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 47: 3 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mu&#8217;min mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 47: 4 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka semua maka ikatlah mereka kuat2 dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lebih jauh lagi, para Muslim diharapkan untuk tidak hanya berperang, tapi juga menyumbang secara material untuk menutupi biaya perang (Q 4:66-67, 9:88, 9:111), untuk membunuh dan dibunuh. Siapa saja yang mau melakukan hal ini dijanjikan kedudukan tinggi di surga (Q 4:74, 4:95). Para Muslim diminta untuk mempersiapkan kemampuan apapun yang mereka miliki, tentara2, kuda2, dll. untuk mewujudkan teror di dalam hati non-Muslim (ingat kata2 Dr. Mahathir yang terkenal tentang orang Yahudi di konferensi OIC di akhir 2003?) (Q 9:73, 123, 8:60).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 4:66 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka : &#8220;Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu&#8221;, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 4:67 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 9:88 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 9:111 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu&#8217;min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur&#8217;an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 4: 74 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 4:95 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Tidaklah sama antara mu&#8217;min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai &#8216;uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 9:73 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 9:123 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 8:60 </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pesan2 ini disebarluaskan dalam waktu dua atau tiga tahun setelah Muhammad hijrah ke Medina. Pesan2 ini tidak hanya untuk para Muhajir (yang hijrah dari Mekah ke Medinah) tapi juga bagi semua lelaki di Medina.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">(Catatan: Mulai sekarang, untuk menghemat tempat, yang akan kami sebut hanyalah nomer ayat saja)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Teror Sembilan </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Perang Badr II Dipimpin oleh Muhammad—March, 624M</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Telah disebutkan sebelumnya (Teror 6) bahwa Muhammad dan gerombolannya meleset sedikit dalam usaha merampok kafilah Quraish pimpinan Abu Sufyan. Seperti yang telah ditulis sebelumnya, ketika Muhammad tiba di al-Ushayra untuk menyerang kafilah ini, dia tertegun waktu tahu bahwa rombongan kafilah banyak harta ini sudah berlalu dua hari sebelum dia sampai di sana. Tentu saja, gerombolannya yang haus jarahan perang merasa kecewa dengan kegagalan ini. Akan tetapi Muhammad sudah memperkirakan bahwa kafilah yang sama mungkin dapat diserang sewaktu kembali dari al-Sham (Syria). Yang dibutuhkan sekarang adalah kesabaran menunggu selama tiga bulan untuk menyerang kafilah itu waktu kembali. Dengan kemungkinan ini, Muhammad mulai merekrut anggota Jihadis baru untuk perampokannya yang berikut.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Di mesjidnya, dia memanggil orang2 Muslim dan mengiming2i mereka untuk menyerang kafilah Quraish yang memuat banyak harta benda. Dia berkata pada kelompoknya<span style="color:#0000ff;">,”Kafilah Quraish ini memuat harta kekayaan kita. Pergilah dan seranglah mereka, mungkin Tuhan akan memberikan mereka sebagai mangsa kita.”</span> Meskipun begitu, dia tidak pernah sekalipun menyebutkan hal ini kepada penduduk lokal Medina tentang usaha perampokan untuk dapat barang jarahan. Mereka selalu mengira dia itu Nabi yang rendah hati, sangat suci, terhormat, cinta damai, tak suka berperang, penuh kasih sayang dan belas kasihan. Banyak Muslim yang sangat kaget dengan apa yang dikatakan Muhammad saat berkumpul di mesjid itu dan mereka tidak percaya ketika dia mengajak mereka untuk bergabung dengannya dalam usaha merampok. Mereka benar2 kaget. Akan tetapi, angan2 dapat harta jarahan lalu menguasai pikiran mereka dan akhirnya banyak yang bergabung untuk dapat kesempatan memperbaiki kondisi ekonomi mereka dengan cara merampas harta orang lain.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tentang kekayaan hasil curian ini, Rodinson menulis (Rodinson, hal. 162):</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">“Ketika usaha perampokan mulai menghasilkan kekayaan, banyak orang Medina yang bergabung meskipun pada kenyataannya persetujuan antara pihak mereka dan Muhammad tidak mengharuskan mereka untuk ikut serta dalam usaha perampokannya.” </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Reaksi dari ajakan Muhammad berbeda-beda. Banyak orang yang mau ikut kelompoknya, tapi banyak pula yang harus dipaksa dan ditekan untuk jadi bandit Muslim. Muhammad mengatur sedemikian rupa sehingga hanya orang2 Muslim saja yang diperbolehkan bergabung dalam kampanye teror ini. Banyak non-Muslim yang mencoba bergabung, tapi Muhammad bersikeras bahwa yang bukan Islam tidak akan kebagian barang jarahan. Dengan in pula, kampanyenya berlangsung dengan sukses diantara orang2 lokal Muslim Medina (Ansar). Sampai saat ini, tiada orang Ansar yang bergabung dengan Muhammad dalam usaha perampokan jalanan sebelumnya. Kesuksesan Abdullah ibn Jahsh di Nakhla telah menambah hasrat untuk dapat barang rampokan dalam pikiran banyak orang Ansar. Keinginan dan keserakahan untuk menjarah barang2 berharga milik orang Quraish begitu besar sehingga banyak orang2 Medina yang mau bergabung menjadi Jihadis. Jumlah semuanya adalah 313 orang, terdiri dari 77 Muhajirs (yang hijrah) dan 236 orang2 Ansar. Sekarang orang2 Ansar adalah sebagian besar dari gerombolan perampok Jihadis.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa minggu sebelum keberangkatannya ke Badr, dan ketika kafilah Quraish datang ke daerah Medina, Muhammad mengirim dua pengintai, yakni Talhah ibn Ubaydullah dan Said ibn Zayd untuk mencari tahu di manakah kafilah tsb. Kedua orang ini tiba di perkemahan Kashd al-Juhany dan bersembunyi di sana sampai kafilah berlalu. 40 orang menjaga kafilah Mekah itu[ Mubarakpouri, p.251]. Kedua orang Muslim itu mengintai dan memperkirakan harta benda bawaan kafilah berharga sekitar 50.000 Dinar (ingat bahwa 1 Dinar berharga 4,235 gram emas. Dalam harga emas saat ini, harta benda kafilah itu berharga Rp. 40.000.000.000, <strong>EMPAT PULUH MILYAR</strong>, belum termasuk harga2 para tawanan, unta2 dan barang2 lain). Sungguh suatu sasaran perampokan yang menggiurkan. Kedua pengintai itu bergegas kembali untuk menyampaikan kabar baik ini kepada Muhammad. Tapi Muhammad sudah meninggalkan Badr sehari sebelum kedua pengintai kembali ke Medina. Dia sudah tidak sabar lagi untuk cepat2 dapat menjarah, sehingga dia tidak menunggu kedua pengintai itu kembali. Lalu Talhah ibn Ubaydullah dan Said ibn Zayd harus tinggal di Medina dan tidak sempat ikut tentara Muslim pergi. Meskipun demikian, Muhammad tidak mengecewakan keduanya karena telah menjalankan tugas pengintaian dengan baik. Keduanya nantinya dapat jatah jarahan ketika Muhammad kembali ke Medina. Yang juga tinggal di Medina adalah menantu Muhammad yang bernama Uthman b. Affan. Istri Uthman, yakni Ruqayyah (anak perempuan Muhammad) sakit pada saat itu dan Uthman mengurusnya. Muhammad memberi jatah jarahan padanya pula. Betul2 murah hati sang Nabi ini! Sahih Bukhari menulis janji Muhammad pada menantunya seperti ini:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 53, Nomer 359:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Ibn &#8216;Umar:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">&#8216;Uthman tidak ikut perang Badr karena dia menikah dengan salah satu anak perempuan Rasul Allah dan dia (Ruqayyah) sedang sakit. Karena itu, sang Nabi berkata kepadanya: “Kamu akan dapat upah dan bagian (barang jarahan) sama dengan upah dan bagian orang yang ikut ambil bagian dalam perang Badr.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Di lain pihak, melalui mata2 dan sumber2 yang dapat dipercaya, kabar tentang persiapan Muhammad untuk menyerang kafilah Quraish sampai di telinga Abu Sufyan. Dia jadi sangat waspada. Dia tahu tentang perjanjian2 yang dibuat Muhammad dengan banyak suku di jalur perjalanan kafilah, jadi ada kemungkinan besar suku2 itu menyerang mereka tiba2 pula. Dia segera mengirim Damdam b. Amr al-Ghifari ke Mekah untuk meminta bantuan. Ketika Damdam sampai di Mekkah, dia segera mengumumkan rencana Muhammad untuk menyerang kafilah Abu Sufyan. Mendengar ini, Abu Jahl memanggil semua orang2 Mekah untuk ikut operasi penyelamatan kafilah Quraish. Saat itu, suku2 Banu Kinanah dan Banu Bakr sedang bermusuhan dengan Quraish. Karenya, mereka tidak mempedulikan ajakan Abu Jahl. Tadinya suku2 ini mau mengambil kesempatan dari kesusahan orang2 Quraish dan menyerang mereka dari belakang, tapi akhirnya ketua suku Quraish yakni Suraqa b. Malik mengambil keputusan untuk tidak mengkhianati orang2 Quraish. Penulis biografi Muslim seperti Ibn Ishaq (p.251) menyebut Suraqa sebagai Iblis.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Setelah yakin tidak akan ada serangan dari kedua suku ini, Abu Jahl dan Amir ibn al-Hadrami (saudara laki Amr ibn Hadrami; ingat? Amr dibunuh orang2 Muslim di Nakhla) meyakinkan orang2 Mekah bahwa mereka akan menang melawan Muhammad. Jadi, setiap orang yang bisa bertempur ikut bergabung, kecuali Abu Lahab. Dia menggantikan posisinya dengan al-As b. Hisham (paman Umar b. Khattab) yang berhutang padanya 4.000 Dirham dan tidak bisa bayar utang kembali. Abu Lahab menyewanya untuk perang atas nama dirinya supaya utangnya lunas. [Ibn Ishaq, p.291]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika orang2 Quraish sedang siap2 perang, Muhammad tidak tahu akan persiapan orang2 Mekah untuk melawan dia secara militer. Dia yakin sekali bahwa dia akan menang dan akan berhasil merampas harta benda Quraish.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dengan banyak harapan dan penuh percaya diri, hari Minggu, tanggal 10 Mare, 624 M (12 Ramadan, AH2), Muhammad beserta 313 orang (jumlahnya berkisar antara 307 sampai 318) Jihadis, pergi ke luar Medina menuju Badr. Di barisan depan orang2 Muslim dipegang dua bendera hitam, satu dibawa oleh Ali ibn Talib dan yang satu lagi dibawa orang Ansar. 70 unta berbaris bersama mereka dan 300 lebih tentara Muslim bergiliran menaikinya. Mereka hanya punya dua kuda. Muhammad meminta Abu Lababa berjaga-jaga di Medina. Untuk menghindari pengamatan musuh, Muhammad tidak langsung pergi ke Mekah, tapi dia memakai jalur jalan yang tidak lazim yang dilalui oleh Irqul Zabya, Saffra and Dhafiran. [Hamidul, p.30 ]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada hari Senin, tanggal 11 Maret, Muhammad tiba di Saffra. Dia lalu mengirim dua pengintai, yakni Basbas b. Amr al-Juhani and Adi b. Abu Zaghba ke Badr untuk mengetahui posisi kafilah Quraish. Sebenarnya di sinilah Muhammad berharap untuk bertemu dengan kafilah itu dan melakukan serangan mendadak. Ketika berada di sana, kedua pengintai mendengar percakapan dua wanita dekat sumur bahwa kafilah Quraish akan datang dalam waktu satu atau dua hari. Mereka cepat2 kembali ke Muhammad dan memberitahu tentang berita ini.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Di waktu subuh hari Selasa, tanggal 12 Maret, Abu Sufyan datang lebih dahulu dari kafilah dan berhenti di sumur tempat ambil air dan dia tahu tentang orang2 Muhammad dari memeriksa kotorang unta milik Basbas dan Adi yang berisi biji kurma, khas makanan unta dariYathrib (Medina). Abu Sufyan jadi sangat khawatir dan cepat2 kembali ke rombongan kafilahnya, balik ke arah jalur pantai sehingga menghindari serangan tentara2 Muhammad. Memang setelah itu Muhammad luput berjumpa dengan kafilah itu dalam beda waktu beberapa jam saja. Abu Sufyan sendiri terus mengawal kafilah agar bisa sampai ke Mekah dengan selamat. Dia mengirim utusan kedua, yakni Qays b. Imea al-Qays [Ibn Sa’d, vol.ii, p.11] untuk memberitahu pasukan Mekah yang makin mendekat tentang keputusannya mengambil jalur jalan lain dan menyampaikan pesan bahwa bahaya telah lewat. Saat itu, Muhammad tiba di Rooha dan minum dari sumur yang ada di sana.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada hari Rabu, tanggal 13 Maret, utusan kedua Abu Sufyan bertemu dengan pemimpin tentara Mekah yakni Abu Jahl di Johfa. Abu Jahl siap memberikan bantuan menjaga kafilah Quraish yang terancam perampokan. Utusan datang padanya dan mengatakan bahwa Abu Sufyan tidak merasa perlu mengadakan pertumpahan darah karena kafilah berhasil diselamatkan. Dia minta Abu Jahl dan orang2nya untuk kembali ke Mekah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tapi Abu Jahl memaksa terus bergerak ke Badr karena ingin melakukan suatu perdagangan dan juga bersenang-senang makan minum di sana. Gadis2 penyanyi yang ikut dalam rombongan ini dikirim balik ke Mekah. Dua suku Quraish yakni suku Z. Zohra (suku ibu Muhammad) dan suku B. Adi (suku Umar) juga mengambil keputusan untuk balik ke Mekah. Sisa tentara Mekan terus bergerak dan tiba di Badr malam hari Kamis, tanggal 14 Maret. Mereka berkemah di daerah luar sumur Badr dan di belakang gunung.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada saat itu, Muhammad bergerak mendekat. Di pagi hari Kamis, tanggal 14 Maret, dia tiba di Dhafiran, tak jauh dari Badr. Dia tertegun waktu mendengar berita tentara Quraish maju untuk melindungi kafilah mereka yang banyak harta. Dia sangat frustasi dengan kemungkinan adanya pertumpahan darah dan bukannya perampokan mudah dengan banyak jarahan. Para Jihadis juga mendengar kabar buruk bahwa kafilah yang kaya raya itu telah lewat. Kabar datangnya tentara Mekah juga benar2 tak diduga orang2 Muslim. Muhammad sendiri tidak yakin apakah dia harus maju terus atau tidak karena barang jarahan ternyata sudah berlalu. Dengan dilema bahwa melakukan serangan terhadap orang Quraish bisa melanggar perjanjian perlindungan dengan orang2 Ansar (perjanjian ini berisi persetujuan bahwa orang2 Ansar akan melindungi Muhammad jika dia diserang di Medina dan daerah sekitarnya – lihat Bagian 1), Muhammad lalu mengadakan rapat dengan panglima2 perangnya dan minta pendapat dari semua orang Muslim, terutama orang2 Ansar. Dia takut orang2 Ansar tidak akan melindunginya di luar Medina. Abu Bakr dan Umar dipanggil untuk mengadakan pertemuan umum. Ternyata orang2 Ansar bersumpah untuk mendukung pasukan Muhammad. Ketua orang2 Ansar, yakni Sa’d b. Muadh (dari Bani al-Aws) menjanjikan bahwa jika Muhammad memimpin mereka terjun ke laut sekalipun, mereka akan ikut terjun dan tenggelam. Setelah itu, semua orang Ansar bersumpah untuk berperang bersama Muhammad. Dengan rasa sangat puas, Muhammad meminta orang2nya untuk terus maju. Dia menjanjikan pembantaian para musuh. Untuk menyenangkan hati para Jihadis yang haus barang jarahan, dia mengatkan bahwa Allah telah menjanjikan mereka tentara Quraish atau kafilah seperti tercantum di QS 8:7.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Akhirnya Muhammad dan gerombolannya tiba di Badr di pagi hari Kamis, lebih dahulu daripada tentara Mekah dan berkemah di situ. Tenda darurat dari dahan2 pohon palm didirikan baginya. Dia yang duluan minum air sumur di situ. Sesuai nasihat veteran perang bernama al-Hubab, Muhammad menimbuni semua sumur di daerah sekitar kecuali satu sumur terdekat baginya. Para Muslim lalu membuat tempat penampungan dan mengisi penuh dengan air. Dengan ini, para Muslim mengontrol penuh persediaan air di daerah itu. Musuh tidak bisa mengambil air tanpa melalui Muhammad. Dan tentara2 Muhammad sudah siap membunuh orang Mekah mana pun yang berani mendekat ke tempat penampungan air untuk minum.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Segera setelah tiba pada pagi hari di Badr, Muhammad berusaha mencari tahu keadaan tentara Mekah. Dia pergi bersama Abu Bakr untuk mengintai.[ Mubarakpouri, p.257] Mereka bertemu dengan seseorang di jalanan dan berusaha menanyakan keadaan di situ. Orang itu tidak mau menjawab sampai Muhammad memberitahu siapa dirinya. Keterangan yang didapat ternyata tidak banyak membantu. Pada petang harinya, dia mengirim Ali dan beberapa orang lain untuk menelaah keadaan di sekitar sumber mata air. Di sana mereka melihat dua budak Quraish pembawa air. Ali dan kawan2nya menculik kedua budak ini dan membawa mereka menghadap Muhammad. Budak2 memberitahu orang2 Muslim bahwa mereka adalah pengangkut air untuk tentara Quraish. Ini bukan berita baik bagi orang Muslim karena mereka berharap para budak ini datang dari perkemahan Abu Sufyan. Setelah disiksa, akhirnya kedua budak memberitahu tempat dan kekuatan tentara Quraish. Dari informasi ini, juga dengan kenyataan bahwa orang2 Quraish telah menyembelih 9 unta di hari pertama dan 10 unta di hari kedua, Muhammad tahu kira2 berapa besar tentara Quraish. Dia memperkirakan mereka berjumlah 900 sampai 1.000 orang. Dugaan ini tepat, karena jumlah tentara Quraish sebenarnya adalah 950 orang. Mereka menunggangi 700 unta dan 100 kuda. Ketika Muhammad mengetahui banyak orang terkemuka Quraish yang ikut dalam kekuatan tentara ini, dia berkata, “Mekah rupanya telah melemparkan daging dan darah mereka yang paling berharga bagimu.’</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada malam hari, Muhammad dan Abu Bakr kembali ke perkemahan mereka dan mulai sembahyang minta syukur dari Allah. Sa’d b. Muadh berjaga-jaga di pintu muka. Orang2 Muslim merasa lelah karena lama dan beratnya perjalanan yang mereka lakukan beberapa hari ini. Rasa lelah dan kantuk melanda mereka sehingga akhirnya mereka terlelap. Malam itu turun hujan tapi lebih lebat di daerah tentara Mekah. Karena air hujan, alas Wadi jadi empuk tapi tidak becek dan ini memberi keuntungan pada pihak Muslim. Air hujan ini disinggung dalam Qur’an ayat 8:11 sebagai pemurnian dari Allah. Malam harinya, sebagaimana yang disebut di QS 8:45, Muhammad membayangkan tentara Quraish lemah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kedua pihak gelisah sampai pagi hari. Menjelang subuh, ketika Muhammad sedang mengatur orang2nya sesuai tingkatan, beberapa orang Quraish yang merasa haus mendekati sumur air. Muhammad berdoa pada Allah untuk kematian mereka.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Orang2 Muslim mengangkat tiga panji2, satu untuk para pengungsi (yang ikut hijrah), dipegang oleh Musab, satu untuk orang2 Khazarite, dipegang oleh al-Hobab dan satu lagi untuk Bani Aw, dipegang oleh Sad ibn Muadh.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Para Quraish juga membuat batas mereka dan mulai bergerak maju. Akan tetapi, mereka berbeda pendapat tentang aturan berperang melawan orang2 dari kalangan mereka sendiri. Shayba dan Utba, dua ketua kelompok Quraish mendesak keras agar tidak menyerang. Perlu diingat bahwa Utba adalah ayah Hind, yakni istri Abu Sufyan b. Harb dan Shayba adalah kakak laki Utba (yakni paman Hind). Mereka menyediakan tempat berteduh bagi Muhammad ketika dia diusir dari Taif oleh anak2 jalanan yang melemparinya dengan batu. Utba dan Shayba hanya menginginkan uang darah karena pembunuhan yang dilakukan orang Muslim atas Amr b. al-Hadrami. Maka Utbah mengirim pesan pada Abu Jahl untuk mundur dan tidak memerangi saudara sepupu Abu Jahl, yakni Muhammad. (Tabari, vol.vii, p.44)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Salah satu anak2 laki Utba, yakni Abu Hudhayfah adalah Jihadis baru dan berada bersama pihak Muhammad. Karena inilah Utbah tidak mau melawan Muhammad – Abu Jahl menyebarkan hal ini dan mencela Utba pengecut karena tidak mau berperang melawan tentara Muslim. Saudara laki Amr b. Hadrami yang bernama Amir b. al-Hadrami membujuk orang2 untuk membalaskan dendam kematian saudaranya. Meskipun sangat ragu, akhirnya Utba bersedia maju perang, tapi dia berkata tidak ingin membunuh Muhammad meskipun adanya kebencian yang besar di kedua pihak Quraish dan Muslim. Pada saat itu pula Omayr, pemanah Quraish, datang membawa berita bahwa tentara2 Muslim ber-siap2 untuk perang. Dia mengajukan ajakan damai dengan kaum Muslim tapi Abu Jahl menolaknya. Jadi, tentara Quraish juga bersiap untuk perang. Mereka bergerak maju perlahan di atas bukit2 pasir yang susah dilalui karena hujan tadi malam. Akan tetapi, seperti yang telah disebut sebelumnya, hujan mendatangkan keuntungan bagi Muhammad karena tanahdi tempatnya jadi empuk tapi enak untuk dijalani. Yang juga jelek buat pihak Quraish adalah mereka bergerak melawan sinar matahari, sedangkan pihak Muhammad bergerak ke arah Barat, membelakangi matahari</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Segera setelah Muhammad selesai mengatur pasukannya, dia melihat barisan orang Quraish muncul dari gundukan pasir di depan. Ketika sembahyang pada Allah minta bantuanNya agar tentaranya yang kecil tidak punah, dia sangat khawatir dan pergi masuk tendanya yang kecil untuk berkonsultasi dengan Abu Bakr. Untuk menunjukkan tuntunanNya yang kokoh, Allah menyatakan QS 8:46. Ayat ini menambah semangat tentara2 Muslim untuk maju menang. Ayat lain QS 2:42-44 juga ke luar. Ayat2 lain yang juga penting yang berhubungan dengan perang Badr adalah melipatduakan tentara Medina di QS 3:18, dll.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tentara Quraish sekarang bergerak maju, tapi tentara Muslim tidak beranjak dari posisinya di mana mereka berada di tempat yang lebih tinggi dari tentara Quraish dan karenanya memberi lebih banyak keuntungan untuk melepaskan anak panah dan tombak pada pihak musuh. Muhammad mengamati kekuatan musuh dan jadi panik dan mulai sembahyang dengan penuh semangat. Kali ini, Allah mengirim dia jaminan: seperti 20 jadi 200 … dll melalui ayat2 QS 8:65, 66. Allah juga melarang para Jihadis di ayat QS 8:15-16, untuk lari dari medan perang. Sejak perang Badr, ayat ini jadi bagian dari hukum Sharia dalam perang (Reliance of The Traveller, p.659).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sewaktu persiapan ini berlangsung, Hakim b. Hizam, diikuti beberapa orang Quraish pergi untuk minum air dari tempat penampungan air yang dibuat orang2 Muhammad. Setiap orang Quraish yang datang untuk minum dibunuh pada hari itu, kecuali Hakim b. Hizam. Tidak diketahui mengapa Muhammad tidak membunuhnya. Tidak ada satu pun keterangan dari para penulis biografi tentang alasan Muhammad mengampuni nyawanya. Akan tetapi nanti kita ketahui bahwa Hakim b. Hizam jadi Muslim. Setelah tahu nasib 30 orang Quraish yang haus, Abd al-Aswad Makhzami dari Quraish mencoba menghancurkan tempat penampungan air itu dan bersumpah untuk minum air dari situ. Ketika ia pergi menuju tempat penampungan itu, Hamzah menyerangnya dan menebas putus pergelangan kakinya dan membabat putus setengah kakinya yang lain. Abd al-Aswad Makhzami merangkak dengan badannya yang penuh darah ke tempat air dan menjebur ke dalam lalu minum airnya. Hamzah memukul dia sampai mati di tempat itu juga. Sekarang perang dimulai. Hari itu adalah hari Jum’at, tanggal 15 Maret, 624 M (17 Ramadan, AH2). Meskipun saat itu bulan puasa, tidak ada satu pun orang Jihadis termasuk Rasul Allah yang puasa saat itu.(Ibn Sa’d, vol ii, p.22)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada awalnya, tiga orang Quraish, yakni Utbah b. Rabiah, saudara lakinya yang bernama Shaybah b. Rabiah dan anak Utba yang bernama al-Walid menantang orang2 Muslim untuk bertempur dengan mereka. Utbah b. Rabiah tidak mau bertempur dengan orang2 Ansar dan menantang orang2 Quraish yang bergabung dengan tentara Muhammad (yang dulu ikat Muh hijrah ke Medina) untuk berkelahi melawannya satu lawan satu. Mereka ingin melawan orang sesama suku saja, yang adalah saudara2 sepupunya, dari anak2 al-Muttalib. Ketika tiga orang Medina maju ke muka, Muhammad memanggil mereka mundur dan menggantinya dengan orang2 sesukunya yakni anak2 Hashim untuk bangun dan berkelahi. Hamzah, Ali dan Obaydah (paman dan saudara sepupu Muhammad) menuruti perintah Muhammad, bangkit dan maju. Hamzah mengenakan bulu2 burung unta di dadanya, dan Ali mengenakan rambut kuda di topinya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lalu Utba memanggil anaknya, Walid, untuk bangkit dan berkelahi. Dia lalu melawan Ali. Pertarungan singkat terjadi. Ali melukai parah Walid dengan pedangnya. Ketika Utba maju, Hamzah pun maju dan membunuhnya. Shayba lalu melawan Obaydah. Keduanya sangat tua. Mereka berkelahi untuk sesaat dan akhirnya Shayba berhasil membabat kaki Obaydah sampai hampir putus. Melihat ini Hamzah dan Ali maju serentak dan membunuh Shayba. Obaydah masih bisa hidup beberapa hari setelah itu sebelum akhirnya mati.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pertempuran sekarang berlangsung umum dan bebas. Orang Muslim pertama yang mati adalah budak Umar yang telah dimerdekakan yang bernama Mihja. Mihja dibunuh oleh Amir ibn al-Hadrami. Lalu Haritha b. Suraqah dibunuh. Untuk menyemangati pengikutnya, Muhammad mengiming-imingi surga bagi mereka yang mati. Ini memberi semangat bahkan untuk anak remaja berusia 16 tahun yang bernama Umayr b. al-Humam [Tabari vol.vii, p.55] yang saat itu sedang makan kurma. Dia melempar kurmanya dan bergabung dalam perang. Anak ini kaget waktu mendengar Muhammad bahwa yang harus dilakukannya untuk bisa ke surga adalah ikut berjihad dan mati terbunuh. Tak lama kemudian, dia pun mati terbunuh. Muhammad sekarang menyerukan bahwa Allah mencintai para Jihadis fanatik. Mendengar ini, seorang ekstremis Jihadis bernama Auf b. Harith bertanya pada Muhammad,“O Rasul Allah, apakah yang membuat Tuhan tertawa bahagia bagi hambaNya?” Dia menjawab,”Ketika hamba itu masuk dalam pertempuran dengan musuh tanpa baju perang.” Auf membuang baju pelindung tubuhnya, mengambil pedangnya dan melawan musuh sampai dia terbunuh.[ Ibn Ishaq, p.300] Jika kau melihat di TV bagaimana pembom bunuh diri bekerja, ingatlah kata2 sang Nabi yang penuh kasih dan kamu akan segera mengerti kekuatan apa yang mendorong orang2 fanatik ini untuk melakukan teror yang sungguh di luar akal sehat dan memeledakkan tubuh mereka berkeping-keping.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pertempuran semakin sengit. Untuk menambah semangat para Jihadis, Muhammad jongkok dan mengambil kerikil2 dan melemparkannya ke arah orang2 Quraish sambil menjerit keras2,”Biarlah muka2 kalian jadi rusak”[ Tabari, vol.vii. p.56] Allah menyatakan bahwa ini bukan tindakan Muhammad, tapi tindakannya sendiri di ayat Q 8:17, dan Dia benar2 merestui tindakan simbolis Muhammad. Tentara Muslim sekarang jadi hebat semangatnya dan bertempur mati2an sampai2 tentara Quraish tidak kuat melawannya. Ketika pertempuran sedang menghebat, Muhammad mengirim perintah pada para tentaranya untuk tidak membunuh kedua paman Muhammad yakni Abul Bakhtari and al-Abbas [Ibn Ishaq, p.301]. Dikabarkan bahwa al-Abbas adalah agen rahasia Islam di Mekah, tapi alasan mengampuni nyawa Abul Bakhtari tidak diketahui, meskipun Ibn Ishak menulis bahwa Abul Bakhtari menunjukkan simpati kepada Muhammad sewaktu kaum Pagan mengganggu Muhammad di Ka’ba.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika para Jihadis protes atas keputusan ini, Umar mengancam memenggal kepala mereka. Karenanya mereka tidak punya pilihan dan menurut perintah ketuanya. Ibn Ishaq [Ibn Ishaq p.307 ] menulis bahwa di samping pembantaian umum di perang itu, yang jadi target utama untuk dibantai adalah empat orang Quraish yang murtad. Keempat orang ini memeluk Islam tapi tidak mau ikut hijrah ke Medina bersama Muhammad karena anggota keluarga mereka menghalangi kepergian mereka dengan menyekapnya di dalam rumah mereka. Setelah itu, mereka meninggalkan Islam dan bergabung dengan orang2 Quraish di Badr. Muhammad tidak memberi ampun pada mereka. Keempat orang ini dibunuh semua oleh para Jihadis. Muhammad bahkan menciptakan sebuah ayat (QS 4:97) untuk membenarkan pembunuhan atas mereka.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">QS 4.097: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : &#8220;Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?&#8221;. Mereka menjawab : &#8220;Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)&#8221;. Para malaikat berkata : &#8220;Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?&#8221;. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Semangat membunuh diantara para Jihadis begitu hebat sampai2 Hazrat Umar membunuh paman kandungnya sendiri, yakni al-As b. Hisham b. al-Mughira.(Ingat? Dialah yang menggantikan Abu Lahab, musuh besar Islam!)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika peperangan berlanjut, Muhammad tetap tinggal dalam tendanya bersama Abu Bakr sambil berdoa pada Allah untuk kemenangan. Dia meminta Allah untuk mengirim bantuanNya bagi orang2 Muslim. Maka Allah menjawab dengan ayat QS 8:9 untuk membantu Muhammad dengan ribuan malaikat! Saat itu adalah musim dingin yang penuh dengan angin topan keras bertiup kesana kemari. Tiga topan keras melanda medan perang dan Muhammad segera menganggapnya sebagai malaikat2 suruhan Allah untuk menolong para Jihadis. Dia mengatakan pada para tentaranya bahwa topan pertama adalah seribu malaikat dipimpin oleh malaikat penghulu Jibril, dan topan kedua adalah seribu malaikat dipimpin oleh malaikat penghulu Mikhael dan topan ketiga adalah seribu malaikat lagi dipimpin oleh malaikat penghulu Sarafel.[ Ibn Sa’d, vol ii, p.15] Maka, seperti yang ditegaskan di aya Q 3:124, Allah mengirim tiga ribu malaikat tentara untuk menolong tentara2 Muslim. Ketika peperangan bertambah sengit, Muhammad meminta pertolongan lebih lanjut dari Allah-nya dan Allah segera nurut dengan mengirim dua ribu lagi malaikat. Jadi seperti yang dikatakan di QS 3:125, semuanya berjumlah 5.000 malaikat yang tidak kelihatan dari Allah yang maha perkasa, untuk membantu 300 lebih Jihadis untuk mendapatkan kemenangan. Para Jihadis yang fanatik mengaku bahwa tanda2 dari para malaikat di Badr adalah sorban putih [Ibn Ishaq, p.303, Tabari vol. vii, p.61] atau turban kuning, ya?[ Ibn Sa’d, vol.ii, p.29]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ini Hadis Sahih Bukhari yang mengatakan bahwa Jibril turun menolong Muhammad:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Volume 5, Book 59, Number 330:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Ibn &#8216;Abbas:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Sang Nabi berkata pada hari Perang Badr,”Ini Jibril memegang kepala kudanya, lengkap bersenjata untuk berperang.” </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dengan bantuan Jibril, orang2 Quraish mulai terdesak kalah. Pasir becek tempat mereka berdiri mempersulit gerakan mereka. Beberapa dari mereka melarikan diri. Mereka bingung dan mulai mundur dan lari. Para Muslim mengejar mereka dan menangkap orang2 Quraish yang tidak terbunuh di medan perang. Orang2 Muslim mengikuti jejak mereka yang melarikan diri, membunuh atau menangkap mereka. Dalam usahanya melarikan diri, orang2 Quraish melemparkan baju perang mereka dan meninggalkan binatang beban, kemah dan segala perlengkapannya. 70 (ada yang bilang 45) orang Quraish dibunuh dan jumlah yang sama dijadikan tawanan perang. Orang2 Muslim hanya kehilangan 14 orang, 8 dari Medina dan 6 yang ikut hijrah. Mereka juga menangkap banyak orang penting Quraish. Muhammad memerintahkan untuk tidak membunuh pamannya, al-Abbas. Ketika Abu Hudhayfah (ingat? Ayahnya, Utbah bin Rabiah, dibunuh oleh Ali) protes akan perintah Muhammad yang berstandard dua ini dan ingin membunuh al-Abbas, Umar lalu mengancam akan memancung Abu.[ Tabari, vol.vii, p.57] Tentara2 Muslim menangkap Abu al-Bakhtari (paman Muhammad yang lain) bersama kawannya. Para Jihadis setuju untuk tidak membunuhnya (sesuai perintah Muhammad) tapi mereka ingin membunuh kawan Abu al-Bakhtari. Ketika Bakhtari minta temannya jangan dibunuh, para Muslim menolaknya. Maka Bakhtari pun melawan para Muslim dan terbunuh. Kabar ini disampaikan kepada Muhammad. Semua tawanan berjumlah 70 (ada yang bilang 44) orang Quraish dijadikan tawanan perang. Sa’d b. Muadh ingin membunuh semua tawanan perang dan dia berkata<span style="color:#0000ff;">,”Ini adalah kekalahan pertama yang diberikan Allah kepada kaum pagan, dan membunuh para tawanan lebih menyenangkan hatiku daripada membiarkan mereka hidup.”</span> Meskipun begitu, para tawanan dibagi-bagikan diantara tentara Muslim untuk uang tebusan sampai Muhammad kembali ke Medina.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ada suatu kisah yang menceritakan kekejaman kaum Jihadis dalam memperlakukan beberapa tawanan perang. Umayah b. Khalaf adalah orang pagan, tapi dia adalah kawan Abd Umar, yang baru saja memeluk Islam. Karenanya, Umayah dan anaknya Ali merelakan diri untuk jadi tawanan Abd Umar. Jihadis terkenal Abd al Rahman b. Awf mengambil alih tawanan Abd Umar dengan harapan dapat uang tebusan besar. Dikisahkan bahwa Umayah suka menyakiti Bilal, yakni orang Negro terkenal yang suka meneriakkan adhzan. Ketika Bilal melihat Umayah dan anaknya, Ali, dibawa pergi oleh Abd al Rahman b. Awf, dia berteriak memanggil orang2 Muslim untuk membunuh orang yang dulu sering menyakitinya. Abd al Rahman b. Awf dengan cepat mencegah Bilal dengan memakinya anak perempuan Negro dan memerintahkan dia untuk tidak membunuh Umayah dan anaknya. Akan tetapi perintah ini tidak didengar. Beberapa Muslim lalu membacoki Umayah b. Khalaf dan anaknya Ali sampai mati dan me-motong2 badan mereka. Abd al Rahman b Awf lalu memaki Bilal karena membunuh tawanannya sehingga Abd al Rahman kehilangan kesempatan dapat uang tebusan besar.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Menantu pria Muhammad yang bernama Abu al-Aas juga ditawan. Khadija (istri pertama Muhammad) adalah bibinya. Ibu Abu adalah Hala d. Khuwaylid. Khadija dulu biasa menganggapnya sebagai anaknya sendiri. Abu al-Aas tidak memeluk Islam dan tidak mau menceraikan istrinya yang bernama Zaynab, yakni anak wanita Muhammad yang tertua. Abu al-Aas lalu bergabung dengan orang2 Quraish melawan Muhammad di Badr. Tawanan Quraish lain yang juga terkenal adalah Amr, putra Abu Sufyan (bukan dari istrinya Hind tapi dari istri lain Abu Sufyan b. Harb) dan Amir b. Al-Hadrami, yakni teman dekat Abu Sufyan. Anak Abu Sufyan yang lain yang bernama Hanzala mati terbunuh di Badr.[ Ibn S’ad, vol.ii, p.18 ]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Segera setelah pertempuran berakhir, terjadi penjarahan besar2an oleh tentara2 Muslim. Para Jihadis juga menceritakan kisah yang sukar dipercaya tentang kepala2 orang pagan puts sebelum pedang2 orang Muslim menyentuhnya. Ini katanya adalah pertolongan para malaikat. Abu Jahl, yang adalah paman Muhammad sendiri, adalah musuh bebuyutan Muhammad. Muhammad begitu benci padanya sehingga memberinya julukan Abu Jahl (biang tolol), sedangkan nama aslinya adalah Abul Hakam (ayah dari hikmat). Karena begitu besar rasa bencinya, Muhammad memerintahkan Abu Jahl untuk dibunuh.[ Ibn Ishaq, p.304] Untuk melaksanakan perintah Muhammad, Muadh b. Amr dan dua anak muda Medina yakni Auf b. Afra dan Muwawwidh b. Afra, yang merupakan anak2 laki Afra, pergi mencari Abu Jahl untuk membunuhnya. Muadh menemukan Abu Jahl di dalam semak2 dan lalu menyerangnya. Dia memukul jatuh Abu Jahl ke tanah dan memotong kakinya sampai putus. Anak laki Abu Jahl yang bernama Ikrima membabat salah satu lengan Muadh sampai bergelantungan hanya pada kulitnya saja. Muadah lalu menggunakan kakinya untuk menarik putus lengan itu dan melanjutkan pertempuran sampai rasa sakit yang luar biasa membuatnya berhenti berkelahi. Saat itu Muwawwidh b. Afra dan saudaranya Auf b. Afra tiba di tempat dan mereka membunuh Abu Jahl yang sudah terluka berat. Setelah membunuh Abu Jahl, mereka kembali untuk memerangi orang Quraish sampai akhirnya mereka sendiri mati terbunuh. Ketika kabar tentang Abu Jahl yang sekarat hampir mati terdengar oleh Muhammad, dia menyuruh budaknya yang bernama Abd Allah b. Masud untuk mencari mayat Abu Jahl. Abd Allah b. Masud pergi dan menemukan Abu Jahl yang sekarat, tersengal-sengal, siap menghembuskan nafas terakhir. Abu Jahl masih bernafas ketika Abd Allah b. Masud berlari menyerbu dan memenggal kepalanya dan membawa kepala itu kepada majikannya. Dengan penuh rasa suka cita Muhammad berkata,”Kepala musuh Allah.” Abd Allah lalu melemparkan kepala Abu Jahl yang penuh darah ke kaki majikannya. Muhammad berkata,”Ini lebih berharga bagiku daripada unta2 terbaik di seluruh Arabia.” Lalu Muhammad menghadiahi Abd Allah b. Masud dengan pedang yang digunakan untuk membunuh Abu Jahl.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sunaan Abu Dawud, Book 14, Number 2716:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Abdullah ibn Mas&#8217;ud:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Di perang Badr, Rasul Allah memberiku pedang Abu Jahl, karena aku telah membunuhnya. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 369:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh &#8216;Abdur-Rahman bin &#8216;Auf:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Ketika aku berdiri di barisan hari itu di (perang) Badr, aku melihat ke sebelah kananku dan kiriku dan melihat dua anak muda Ansari dan aku berharap diriku lebih kuat dari mereka berdua. Seorang dari mereka berkata padaku,”O Paman! Apakah kau tahu Abu Jahl?” Aku berkata,”Ya, apa yang kau inginkan dari dia, O keponakanku?” Dia berkata, “Aku dikasih tahu bahwa dia suka menghina Rasul Allah. Demi Tuhan yang Tangan2Nya memiliki hidupku, jika aku melihatnya, maka tubuhku tidak akan meninggalkan tubuhnya sampai salah satu dari kami mati.” Aku terkejut mendengarnya. Lalu anak muda satunya juga mengatakan hal yang sama. Sesaat kemudian aku melihat Abu Jahl berjalan diantara orang2. Aku berkata (kepada kedua anak muda itu), “Lihat! Itu orang yang kau cari.” Maka keduanya langsung menyerang dia dengan pedang2 mereka dan membabat dia sampai mati dan lalu menghadap Rasul Allah untuk memberitahu kejadian itu. Rasul Allah bertanya,”Siapa diantara kalian berdua yang membunuhnya?” Keduanya berkata,”Aku telah membunuh dia.” Rasu Allah bertanya, “Sudahkah kau bersihkan pedang2mu?” Mereka menjawab,”Belum.” Dia lalu melihat pedang2 mereka dan berkata,”Tidak ragu lagi, kau berdua telah membunuh dia dan barang2 milik yang mati akan diberikan kepada Muadh bin Amr bin Al-Jamuh.” </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kedua anak muda ini adalah Muadh bin &#8216;Afra dan Muadh bin Amr bin Al-Jamuh. Ini Hadis yang mengisahkan akhir hayat Abu Jahl:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 300:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Anas:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Sang Nabi berkata,”Siapa yang mau pergi dan melihat apa yang terjadi pada Abu Jahl?” Ibn Mas’ud pergi dan mendapatkan bahwa kedua anak Afra telah melukainya dengan fatal (dan dia masih bernapas walaupun hampir mati). &#8216;Abdullah bin Mas&#8217;ud berkata, “Apakah kau Abu Jahl?” sambil menjambak janggutnya. Abu Jahl berkata, “Adakah orang yang lebih hebat dari orang yang telah dibunuhnya atau orang yang telah dibunuh kelompoknya?</span>”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pertempuran sudah selesai, Muhammad memerintahkan agar semua mayat2 musuh, termasuk mayat Abu Jahl dan kepalanya, dibuang ke dalam sebuah sumur. 24 mayat kafir dibuang ke dalam sumur. (Lihat Sahih Bukhari, vol. 5, book 59, number 314). Ketika ini selesai dilakukan, Muhammad berdiri di pinggir sumur, berkata pada mayat2 orang Quraish itu [Ibn Ishaq, pp.305-306], berpidato panjang lebar pada mereka karena tidak percaya dan menolak dia sebagai Rasul Allah. Ketika para Muslim bertanya padanya apakah orang mati bisa mendengar, Muhammad menjawab bahwa orang mati bisa mendengar lebih baik daripada orang hidup, tapi mereka tidak bisa menjawab balik. Tubuh Umayyah b. Khalaf tidak dibuang ke dalam sumur. Tubuhnya mulai membusuk. Karena itu mereka menimbuninya dengan batu.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis Sahih Bukhari Volume 2, Book 23, Number 452:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Ibn &#8216;Umar:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Sang Nabi melihat pada (mayat) orang2 dalam sumur (tempat pembuangan mayat pagan di perang Badr) dan berkata,”Apakah kau telah menemukan apa yang Tuhanmu janjikan padamu?” Seseorang berkata,”Kau bicara sama orang mati.” Dia menjawab,”Kau tidak mendengar lebih baik daripada mereka, tapi mereka tidak dapat menjawab.” </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Diantara tumpukan mayat orang adalah mayat Utba b. Rabiah, ayah dari Abu Hudhayfa, seorang Jihadis Islam yang baru saja bergabung. Ketika Muhammad melihat kesedihan di wajah Abu Hudhayfa, dia memberkatinya karena berpikir bahwa Hudhayfa merasa sedih melihat kematian ayahnya. Tapi Hudhayfa menjawab bahwa dia merasa sedih karena ayahnya tidak memeluk Islam, dan bukan karena ayahnya telah mati! Memang begitulah pengabdian dan kebutaan fanatik para Jihadis.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Setelah penguburan selesai dilakukan, orang2 Muslim tetap tinggal di medan perang sampai hari itu berakhir. Lalu mereka membawa kawan2 mereka yang mati dan terluka ke sebuah lembah, beberapa mil dari Badr dan menguburkan yang mati di sana. Sekarang waktunya membagi-bagi jarahan perang. Ketika tentara Quraish melarikan diri, para Muslim mengumpulkan harta benda mereka. Muhammad menjanjikan setiap Jihadis bahwa dia boleh mengambil jarahan perang milik musuh yang dibunuhnya sendiri. Jihadis yang tidak ikut perang secara langsung karena menjaga Muhammad juga ingin mendapat bagian yang sama banyaknya atas jarahan perang. Beberapa mengeluh karena Muhammad mengambil kain merah yang indah tanpa pengetahuan orang lain. Maka Allah lalu mengeluarkan QS 3:161:”Sang Nabi tidak akan menyembunyikan jarahan …, “ membebaskan Muhammad dari kecurangan pengambilan barang jarahan. Pertengkaran terjadi dalam pembagian barang jarahan tentang siapa yang dapat lebih banyak atau lebih sedikit. Muhammad harus menengahi dengan ayat QS 8:41 dari Allah. Di ayat ini, yang maha kuasa mengumumkan seperlima barang jarahan harus diserahkan bagiNya dan Rasul kesayangannya. Muhammad malahan juga mengatakan bahwa barang jarahan adalah sah hanya bagi dia dan tidak bagi nabi2 lain karena dialah yang paling dikasihi Allah. Dengan perintah seperti ini dari Allah, sisa barang jarahan dikumpulkan jadi satu untuk dibagi-bagi kemudian. Seorang perwira bernama Abdullah b. Ka’b ditunjuk sebagai penjaga barang jarahan. Tentara Muslim lalu berbaris kembali ke Medina.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hari berikutnya, barang2 jarahan dibagi-bagi di bawah pohon dekat Saffra. Semua orang dapat bagian yang sama setelah seperlima dipisahkan untuk Muhammad. Tentara berkuda dapat dua porsi ekstra untuk kuda mereka. Setiap orang dapat unta, kursi berlapis kulit, dan barang2 lain. Muhammad mengambil unta yang terkenal milik Abu Jahl. Dia kemudian menggunakannya untuk pergi menyerang daerah lain dan sebagai pejantan untuk menghasilkan unta2 baru. Dengan ayat QS 55:45, dia menyatakan bahwa barang jarahan adalah hadiah dari Allah, dan dia juga mengambil pedang Dhu al-Faqr milik Munabbih b. al-Hajjaj. Untuk aturan pembagian jarahan, dia memberi hak khusus bagi dirinya sendiri untuk boleh memilih barang yang paling dia sukai sebelum barang2 jarahan dibagi-bagikan. Tawanan2 perang juga dibagi-bagikan diantara orang2 Muslim dan nasib mereka nanti akan ditentukan di Medina.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sifat sebenarnya Muhammad yang haus darah tampak saat tentara2 Muslim berhenti di Saffra. Ketika sedang membagi-bagikan tawanan, Muhammad mengenali al-Nadr b. al-Harith, penyair Quraish yang ditangkap Jihadis. Dulu waktu Muhammad masih tinggal di Mekah, al-Nadr menyusun ayat2 yang lebih bagus daripada Qur’an. <strong>Muhammad benci sekali terhadap komposisi ayat al-Nadr.</strong> Sebagaimana disinggung di QS 8:31 (Dashti, hal. 47), Al-Nadr b. al-Harith juga mengritik ayat2 Qur’an dengan mengatakan ayat2 itu hanyalah dongeng kuno yang telah didengar orang2 Mekah. Muhammad tidak punya ampun bagi Al-Nadr b. al-Harith. Untuk memuaskan keinginan balas dendamnya, sang Nabi penuh kasih ini memerintahkan agar Al-Nadr yang telah tak berdaya itu dibunuh. Ali melaksanakan perintah Muhammad dengan memenggal kepala Al-Nadr di Saffra, tepat di hadapan Muhammad.[ Ibn Ishak, p.337] <span style="color:#0000ff;"><strong>Inilah contoh toleransi dari ciptaan Allah yang terbaik terhadap lawannya yang berani menantangnya secara intelektual</strong></span>. Rodinson [p.168] menulis bahwa Muhammad sangatlah sensitif (gampang tersinggung) pada celaan intelektual terhadap dirinya. Setelah menghabisi pengritiknya, Muhammad dengan puas memerintahkan rombongan melanjutkan perjalanan ke Medina.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dua hari kemudian, tentara Muslim berhenti di Irqu’l-Zabya, jalan di tengah2 Badr dan Medina. Di sini Rasul Allah sekali lagi ingin memuaskan nafsunya akan darah dan dendam. Tawanan perang bernama ‘Uqbah b. Abi Muyat yang anak perempuannya menikah dengan anak laki Abu Sufyan yang bernama Amr b. Abi Sufyan, diperintahkan untuk dibunuh. ‘Pelanggar hukum’ ini meminta ampun dengan menyebutkan nama anak perempuannya. Tapi Muhammad tidak memberikan ampun baginya. Apakah yang dilakukan ‘Uqba sehingga dia layak menerima hukuman yang sangat berat dari sang Nabi yang penuh belas kasihan dan kebaikan ini? Muhammad mengaku bahwa ‘Uqba menyakitinya ketika dia berkhotbah tentang agamanya yang penuh cinta dan kasih sayang (Islam) di Ka’aba. Tanpa menunjukkan setitik pun belas kasih terhadap musuhnya yang sudah kalah, Muhammad memerintahkan pembunuhan atas ‘Uqba. Ini yang ditulis oleh Ibn Ishaq: “Ketika sang Rasul memerintahkan agar dia dibunuh, ‘Uqba berkata, ‘Tapi siapa yang akan mengurus anak2ku, O Muhammad?’ ‘Neraka’, jawab Muhammad dan setelah itu ‘Asim b. Thabit b. Abul-Aqlah al-Ansari membunuhnya. Demikianlah yang dikatakan Abu ‘Ubayda b. Muhammad b. ‘Ammar b. Yasir padaku. Biografer lain menulis bahwa Ali-lah yang membunuh ‘Uqba.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tentang pembunuhan terhadap kedua tawanan ini, Rodinson (Rodinson, hal. 168) menulis, “Di lain pihak dia mengumbar kemarahannya terhadap dua orang yang sudah menyerangnya secara intelektual. Kedua orang ini telah mempelajari sumber2 Yahudi dan Persia dan mereka menanyakan banyak pertanyaan yang sulit dijawab Muhammad. Mereka menghinanya dan pesan ilahinya sekalian. Tiada ampun bagi keduanya.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dua tawanan lain yang juga dibunuh adalah Naufal b. Khuweilid (dibunuh Ali) dan Mabad b. Wahb (dipancung Umar). Dilaporkan bahwa Mabad b. Wahb tidak mau mengaku kalah dan memuji-muji al-Lat dan al-Uzza (dua dewa berhala) di hadapan Muhammad.[ Muir, p.109, footnote 48] Alasan pembunuhan terhadap Naufal tidak diketahui. Jadi semuanya ada 7 tawanan perang yang dibunuh sebelum tentara Muslim dan tawanan lain tiba di Medina.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Untuk menyebarkan berita kemenangan Muslim di Badr, Muhammad mengirim Zayd b. Harith ke Medina duluan sebelum kedatangan rombongan tentara Muslim. Ketika Zayd tiba di Medina, dia mendengar berita kematiah Ruqayyah, anak perempuan Muhammad. Orang2 sedang mempersiapkan kuburannya ketika Zayd datang membawa berita kemenangan Muhammad di Badr.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sehari kemudian Muhammad tiba di Medina dengan jarahan perang dan menerima berita sedih tentang kematian dan penguburan anaknya Ruqayyah sewaktu dia tidak berada di sana. Seperti telah disebutkan sebelumnya, suami Ruqayyah adalah Uthman b. Affan yang tidak bisa ikut merampok karena istrinya sakit. Meskipun begitu, Muhammad menghadiahi menantunya jatah jarahan yang sama dengan tentara yang ikut perang. Beberapa bulan kemudia Uthman menikah dengan anak perempuan Muhammad yang belum menikah, yakni Umm Kulthum, yang sebelumnya menikah dengan anak Abu Lahab, tapi akhirnya berpisah dengannya. Ketika orang2 memberi selamat kepada para Jihadis atas barang2 jarahan, para Jihadis membual tentang pembantaian kaum pagan. Banyak Jihadis yang mengaku bahwa membantai kafir ternyata menyenangkan.[ Tabari, vol. vii, p.65]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Keesokan harinya di waktu malam, kelompok akhir Jihadis datang dengan para tawanan di Medina. Melihat keadaan para tawanan yang menyedihkan ini, banyak orang2 Medina yang jatuh kasihan terhadap mereka. Bagaimana pun juga para tawanan itu adalah dari suku yang sama dengan mereka dan sedarah. Belas kasihan ini bisa dilihat dari sikap yang ditunjukkan Sauda, yakni istri kedua Muhammad, kepada seorang tawanan. Sauda pergi untuk menghibur anggota keluarga Afra, warga Medina yang berduka cita karena kehilangan dua putra di Badr. Waktu dia kembali, dia melihat Abu Yazid Suhayl b. Amr, saudara laki suaminya yang dulu (jadi Abu Yazid adalah saudara ipar Sauda), dan sekarang Abu Yazid jadi tawanan perang berdiri di depan rumah Sauda dengan kedua tangan terikat di belakang lehernya. Sauda berkata daripada jadi tawanan perang, seharusnya Abu Yazid lebih baik memilih mati dengan terhormat di medan perang. Muhammad menegurnya karena berkata begitu. Dengan penuh rasa kasihan dan sayang, Sauda hendak melepas ikatan tangan Abu Yazid, tapi Muhammad dengan galak melarangnya melakukan hal itu. Dari cerita Sauda kita tahu bahwa saat itu para wanita Arabia tidak diharuskan memakai jilbab dan mereka bisa bebas pergi ke mana mereka mau. Penggambarannya tentang sikap keras Muhammad juga membantah anggapan orang bahwa hubungan Muhammad dan istri2nya penuh kasih dan ramah tamah. Sauda dengan jelas berkata bahwa dia benar2 takut akan Muhammad. Inilah kata2nya yang asli: <span style="color:#0000ff;">“Tiba2 suara Muhammad mengejutkanku: “Sauda, kamu mau cari masalah melawan Tuhan dan RasulNya?” Aku berkata,”Demi Tuhan, aku tidak dapat menahan diri waktu aku melihat Abu Yazid dalam keadaan seperti itu dan kukatakan apa yang kulakukan.”</span> [Ibn Ishaq, p.309]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Meskipun begitu, secara keseluruhan orang2 Medina memperlakukan para tawanan dengan baik. Mereka diberi makan dan naungan dan tidak disiksa, meskipun dilaporkan bahwa Hazrat Umar ingin mencabut gigi2 Suhayl (tawanan perang) dengan berkata pada Rasul Allah: ‘Biarkan saya cabut dua gigi depan Suhayl agar lidahnya keluar dan dia tidak bisa berkata melawanmu.’[Ibn Ishaq, p.312; Tabari, vol.vii, p.71] Tapi Muhammad melarang penyiksaan ini. Perlakuan baik terhadap tawanan Medina juga perlu dilakukan orang2 Muslim jika mereka ingin dapat uang tebusan yang besar dari sanak saurdar para tawanan – dan mereka (para Muslim) tahu akan hal ini. Kebaikan orang2 Muslim menarik hati beberapa orang Medina untuk masuk Islam dan tinggal menetap di Medina kemudian, dikabarkan begitu. Dikisahkan bahwa ketika Muhammad memerintah agar semua tawanan diikat, paman Muhammad yang bernama al-Abbas juga dirantai. Muhammad tidak bisa tidur sampai pengikutnya melepas rantai al-Abbas.[Tabari, vol.vii, p.69]</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika rasa sukacita kemenangan oleh tentara Muslim perlahan berakhir, maka sekarang waktunya untuk mengambil keputusan tentang nasib para tawanan. Telah disebutkan sebelumnya bahwa sejak semula, Jihadis fanatik bernama Sa’d b. Muadah ingin membunuh semua tawanan Muslim. Hazrat Umar juga ingin memancung semua tawanan, dan dia mengusulkan saudara membunuh saudara, dan Abu Rawaha ingin membakar mereka hidup2. Muhammad tidak bisa mengambil keputusan akan hal ini. Dia pun ingin membunuh semua tawanan kecuali beberapa orang. Abu Bakr mengusulkan untuk meminta uang tebusan bagi para tawanan. Tiba2 Muhammad melihat keuntungan dari usul Abu Bakr. Dia melihat kesempatan dapat uang bagi pengikutnya yang miskin papa itu. Seketika itu pula dia mengaku bahwa Allah (melalui Jibril) telah mengirim ayat QS 8:6-7 yang mengijinkan dia untuk meminta uang tebusan setelah membantai musuh, dan di ayat QS 8:68, Allah mengijinkan dia untuk menikmati harta jarahan. Dua ayat ini membuat kompromi antara hal membantai semua tawanan dan mengambil uang tebusan untuk membebaskan tawanan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sekarang yang paling dipikirkan Muhammad adalah Abu al-Aas, menantunya, yang (seperti telah ditulis sebelumnya) jadi tawanan perang. Ketika anak perempuan Muhammad yang tertua, Zaynab (yakni istri Abu al-Aas yang tinggal di Mekah), mendengar bahwa suaminya ditangkap, dia mengirim uang dan kalung Khadijah (ibunya, dan istri pertama Muhammad) sebagai tebusan agar suaminya dibebaskan. Akhirnya hati Muhammad melembut (meskipun hanya sedikiiiiit saja) ketika melihat kalung almarhum istrinya Khadijah. Dia khawatir dan mulai memikirkan tentang Abu al-Aas dan anak perempuannya. Keesokan harinya, di mesjidnya, dia meminta pendapat para Jihadis akan hal ini. Mereka setuju untuk membebaskan Abu al-Aas tanpa tebusan dan dia boleh kembali ke Mekah. Muhammad jadi lega dan membebaskan Abu al-Aas, tapi dengan syarat waktu dia tiba di Mekah, Abu al-Aas harus menceraikan Zaynab dan mengirimnya ke Medina untuk hidup bersama Muhammad. Abu al-Aas berjanji akan membiarkan Zaynab pergi ke Muhammad di Medina dan memang begitulah yang dia lakukan ketika tiba di Mekah. Dia lalu mengatur kepergian Zaynab dari Mekah. Saat itu, Hind (istri Abu Sufyan) bersikap ramah pada Zaynab. Meskipun ada permusuhan besar diantara Muhammad dan Abu Sufyan, Hind dengan suka rela menyediakan segala kebutuhan untuk membantu Zaynab pergi menemui ayahnya. Tapi Zaynab ingin pergi diam2. Jadi pada saat yang tepat, Zaynab meminjam seekor unta untuk pergi ke Medina. Kakak laki iparnya menemani dia. Ketika mengetahui kepergian Zaynab, dua orang Quraish mengejar unta Zaynab dan menangkapnya di Dhu Tuwa. Seorang Quraish yang bernama Habbar b. al-Aswad mengancam dia dengan tombaknya. Saat itu Zaynab sedang hamil. Dilaporkan bahwa dia jatuh dari unta dan mengalami keguguran. Lalu Habbar menyakiti Zaynab, tapi Abu Sufyan menengahi dan membiarkan Zaynab luput dari serangan Habbar. Abu Sufyan sama sekali tidak punya rasa dendam terhadap Zaynab dan dia menasehati Zaynab untuk meninggalkan Mekah diam2. Beberapa hari kemudian, ketika ribut2 tentang perang Badr telah mereda, Zaynab diam2 melarikan diri dari Mekah di malam hari.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Berikutnya adalah menentukan nasib al-Abbas, yakni paman Muhammad. Para Jihadis membawa al-Abbas yang telanjang ke hadapan Muhammad. Muhammad harus mencari baju bagi pamannya yang telanjang. Ini Hadisnya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadith Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 252:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Jabir bin &#8216;Abdullah:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Saat di hari perang Badr, para tawanan perang dibawa termasuk Al-Abbas yang telanjang. Sang Nabi mencari baju baginya. Lalu didapatkan bahwa baju &#8216;Abdullah bin Ubai cocok ukurannya, lalu sang Nabi mengijinkan dia (Al-Abbas) memakainya. Inilah alasan mengapa sang Nabi pergi dan menyerahkan bajunya sendiri kepada ‘Abdullah (pencerita menambahkan,”Dia membantu sang Nabi dan karenanya Nabi suka menghadiahi dia.”) </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Karena al-Abbas adalah orang yang kaya, Muhammad menentukan bahwa al-Abbas harus menebus dirinya sendiri, dan juga kemenakan2 dan rekan2nya. Mendengar ini, al-Abbas mengaku bahwa diam2 dia juga adalah seorang Muslim dan dia dipaksa perang melawan Muslim. Muhammad tetap ingin minta uang tebusan dari al-Abbas. Sebenarnya Muhammad pun berhutang pada al-Abbas, tapi ketika al-Abbas meminta agar utang Muhammad dijadikan uang tebusan dirinya, Muhammad menolak. Begitulah rakusnya sang Nabi penuh kasih ini kalau sudah urusan duit. Akhirnya Muhammad mengambil 20 ons emas (sekitar 90 Juta dalam nilai uang sekarang) dari al-Abbas untuk membebaskan dirinya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada awalnya, orang2 Quraish menurut saja untuk membayar uang tebusan agar orang2 Muslim tidak meminta harga mahal untuk membebaskan mereka. Abu Sufyan menolak membayar uang tebusan apapun bagi anak lakinya ‘Amr. Ketika seorang Muslim bernama Sa’d b. al-Numan pergi ke Mekah untuk ibadah Umroh, Abu Sufyan menangkap dan menyaderanya untuk ditukar dengan anak lakinya, ‘Amr. Muhammad tidak punya pilihan selain membebaskan ‘Amr b. Abi Sufyan untuk kebebasan Sa’d. Muhammad ngotot minta uang tebusan tinggi bagi seorang Mekah karena anaknya adalah pedagang kaya. Anaknya lalu membayar uang tebusan sebesar 4.000 Dirham agar ayahnya dibebaskan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Secara keseluruhan, Muhammad menerima banyak uang dari tebusan tawanan Quraish. Jumlah uang tebusan bagi setiap tawanan berkisar antara 1.000 Dirham sampai 4.000 Dirham. Dilaporkan bahwa orang2 Quraish membayar 250.000 Dirham untuk membebaskan kawan2 dan sanak saudara mereka yang ditawan di perang Badr II. Rata2 uang tebusan setiap tawanan adalah 4.000 Dirham.[ Hamidullah, p.43] Sahih Bukhari menyatakan bahwa di samping uang jarahan dan tebusan, setiap Jihadi menerima uang pensiun sebesar 5.000 Dirham setiap tahun.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadith from Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 357:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan Qais:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Prajurit2 (yang bertempur di) Badr masing2 diberi 5.000 Dirham setiap tahun. ‘Umar berkata,”Aku pasti akan memberi mereka lebih daripada memberi orang lain.” </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa tawanan yang tidak punya uang tebusan menawarkan diri untuk mengajar sepuluh anak2 laki Muslim membaca dan menulis bagi setiap tawanan. Ketika masa pengajaran tuntas, para tawanan kemudian dibebaskan. Dikatakan bahwa Zayd ibn Thabit yang adalah seorang penyair (nantinya jadi juru tulis Muhammad) belajar menulis dari kesempatan ini. Ini memberitahu kita bahwa banyak orang Mekah yang bisa membaca sedangkan para pengikut Muhammad kebanyakan buta huruf. Meskipun begitu para Muslim menyebut orang Mekah ‘tak berpengetahuan’!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kemenangan Badr membuka babak baru dalam perkembangan dalam timbulnya iman Islam. Setelah menyadari ampuhnya kekuatan pedang, Muhammad sekarang yakin bahwa untuk memenangkan doktrin fasisme-nya, dia harus menggunakan cara militer. Sejak saat itu, pedang menjadi bahasa Islam (lihatlah bendera Saudi Arabia) dan melakukan peperangan untuk merampas barang jarahan dan sandera jadi modus operandi para Jihadis baru sebagai mata pencarian dan menambah kekayaan. Maxine Rodinson [p.164] mengkomentari hal ini dengan menulis bahwa satu2nya tujuan perang Badr II adalah barang jarahan. Kemenangan Badr menjadi titik awal agama Muhammad, dan orang2 non-Muslim melihat Islam sekarang berhubungan dengan rasa takut, teror, perampokan dan pertumpahan darah. Di lain pihak, orang2 Quraish dan pagan jadi sadar akan perlunya kemenangan militer untuk menahan menyebarnya ancaman Islam.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#ff0000;"><strong>&#8216;Kalau dijabarkan dengan istilah psykologi, seorang fanatik adalah orang yang secara sadar mematikan keraguan dalam hatinya’ &#8212;Aldous Huxley (1894-1963)50</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Berlanjut ke: <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-2.html"><span style="font-size:medium;"><strong>Sejarah Jihad 2</strong></span></a></span></span><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=106&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/sejarah-terorisme-islam-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SW1KC97_uLI/AAAAAAAAAck/MoQkK6cYRAk/s400/Pedang+terhunus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hukuman mati bagi murtadin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURGA, NIKMATNYA PESTA SEKS DALAM ISLAM</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/surga-nikmatnya-pesta-seks-dalam-islam/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/surga-nikmatnya-pesta-seks-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 12:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[QURAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda sebagai muslim bertanya2; Seperti apakah surga itu? Apakah yang kita lakukan disana? Berikut penjelasan surga islami berdasarkan Quran dan hadis sahih; &#8220;Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini. &#8220;Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Ya, dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=101&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;text-align:center;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/surga-nikmatnya-pesta-seks-dalam-islam.html"><img class="aligncenter" title="pesta seks bugil telanjang" src="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIa_rB3y7I/AAAAAAAAAEc/PvLdNOorK7c/s320/muslim_heaven.jpg" alt="" width="320" height="230" /></a>Mungkin anda sebagai muslim bertanya2; Seperti apakah surga itu? Apakah yang kita lakukan disana?</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Berikut penjelasan surga islami berdasarkan Quran dan hadis sahih;</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">&#8220;Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini</span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>. &#8220;Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?&#8221;</strong></span></span><span style="color:#000000;"> Beliau menjawab, </span><span style="color:#ff0000;">&#8220;</span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Ya,</strong></span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"> </span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"><strong>dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus</strong></span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;">, </span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"><strong>tetapi tidak keluar air mani sedikitpun</strong></span></span><span style="color:#000000;">, baik dari lelaki atau perempuan. </span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Apabila selesai, perempuan kembali bersih dan kembali perawan.&#8221;</strong></span></span><span style="color:#000000;"> (HR. Ibnu Hibban).</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kemudian marilah kita melangkah jauh kedalam Quran dengan ahli tafsir Quran yang terpercaya, berikut petikannya</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 52: 17 &#8211; 20</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada </span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>dalam surga dan kenikmatan</strong></span></span><span style="color:#000000;">, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): &#8220;Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan&#8221;, mereka bertelekan di atas </span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>dipan-dipan berderetan</strong></span></span><span style="color:#000000;"> dan Kami </span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>kawinkan</strong></span></span><span style="color:#000000;"> mereka dengan </span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>bidadari-bidadari yang cantik</strong></span></span><span style="color:#000000;"> bermata jeli.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 55: 70 -77 </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Di dalam surga-surga itu ada <span style="font-size:medium;"><strong>bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih</strong></span> dipingit dalam rumah. Mereka <span style="font-size:medium;"><strong>tidak pernah disentuh oleh manusia</strong></span> sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka <span style="font-size:medium;"><strong>bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 56: 35 – 36</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka <span style="font-size:medium;"><strong>gadis-gadis perawan,</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 78: 33 &#8211; 44</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">dan gadis-gadis remaja <span style="font-size:medium;"><strong>berdada montok*</strong></span> yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kenapa kata berdada montok tidak disebutkan sama sekali dalam Quran bahasa Indonesia padahal dalam bahasa Arabnya ada jelas tertulis?</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 78: 33 ; Kawa’eba atraba</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kata Arab &#8216;Kawa&#8217;eba&#8217; berarti wanita perawan muda yang dadanya kencang montok dan berbentuk indah. Kata &#8216;atraba&#8217; berarti usia yang sama. Tapi penerjemah Qur&#8217;an Indonesia terlalu malu untuk menerjemahkan dada montok tersebut sebab memang itu bertentangan dengan nurani sang penerjemah. Tapi bahasa Arabnya jelas menyebutkan hal itu. Karena merasa malu dan risih inilah para penerjemah Quran Indonesia dengan nekad mengedit kata2 Allah. <span style="font-size:medium;"><strong>Astagfirullah&#8230;</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Berikut ayat2 lain yang berkenaan dengan surga; <strong>QS 37: 40–48, 55: 56-58, 56: 22-24, 2: 25, dan 47:15.</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Bagaimana hadis menjelaskan surga dan bidadarinya?</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>TIRMZI, vol. 2 p 138;</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Setiap lelaki yang masuk surga akan <span style="font-size:medium;"><strong>diberi 72 bidadari;</strong></span> tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi <span style="font-size:medium;"><strong>seorang berumur 30 tahun</strong></span> dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang <span style="font-size:medium;"><strong>sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>TIRMZI, vol. 2 p 35-40;</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bidadari adalah wanita muda tercantik dengan badan tembus pandang. Sumsum tulang-tulangnya kelihatan bagaiman garis-garis dalam mutiara dan batu mirah. Dia terlihat bagaikan anggur merah di gelas putih. Dia berwarna putih dan <span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>bebas dari cacat fisik biasa perempuan seperti menstruasi, menopause, kencing dan berak, mengandung anak dan kekotoran-kekotoran lainnya yang berhubungan</strong></span></span><span style="font-size:medium;">.</span> Bidadari adalah seorang gadis berusia muda, <span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>berdada besar (montok) yang bulat menantang, dan tidak</strong></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;"><strong> </strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>berayun-ayun.</strong></span></span><span style="font-size:medium;"> </span>Bidadari-bidadari tinggal di dalam istana dengan sekelilingnya yang megah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Di bawah ini adalah hal2 yang lebih menakjubkan lagi yang akan menunggu muslim mukmin di surga islam menurut buku dari <span style="font-size:medium;"><strong>Imam Ghazzali</strong></span> yang berjudul <span style="font-size:medium;"><strong>Ihya Uloom Ed-Din</strong></span>. Buku ini dianggap paling penting setelah Quran oleh orang Islam Sunni.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Volume 4, Halaman-4.430</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">“Menurut Nabi Muhammad (SW) bidadari-bidadari di surga adalah wanita-wanita murni – bebas dari menstruasi, kencing, berak, batuk dan anak-anak. Bidadari-bidadari ini akan menyanyi di surga tentang kemurnian Ilahi dan memuja – kamilah bidadari-bidadari tercantik dan kami disediakan untuk suami-suami terhormat. Muhammad berkata bahwa penghuni surga akan mempunyai kekuatan seksual 70 lelaki. Dia berkata, “Seorang penghuni surga akan punya 500 bidadari, 4,000 wanita lajang dan 8,000 janda. Setiap dari mereka akan terus memeluk dia sepanjang hidupnya di dunia.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Volume 4, Halaman&#8211;4.431</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Muhammad berkata, “Jika penghuni surga ingin punya anak lelaki, akan dia dapatkan. Masa tinggalnya dalam rahim, disapih dan masa mudanya akan berlalu pada saat yang sama.” Muhammad berkata, “Penghuni surga tidak berjenggot dan tidak berbulu. Mereka berwarna putih dan mata mereka digambar dengan khol. Mereka akan jadi pemuda berusia 33 tahun. Mereka akan setinggi 60 cubits dan selebar 7 cubits.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Hadith: Al hadiths, Vol. 4, Page-172, No.34: </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hozrot Ali (r.a) meriwayatkan bahwa Rasul Allah berkata, <span style="font-size:medium;"><strong>“Di surga ada satu pasar terbuka </strong></span>di mana tidak ada pembelian ataupun penjualan, tetapi ada lelaki dan perempuan. Jika seorang lelaki menginginkan seorang perempuan cantik, <span style="font-size:medium;"><strong>seketika itu dia bisa menyetubuhinya sesuai nafsunya.</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bahkan disurga terdapat pasar seks terbuka, dapatkah anda bayangkan jika anda, ayah anda, saudara2 anda, kakek anda, kakek buyut anda, ustad anda, beramai2 berseks ria, berhadap hadapan satu sama lain. Maukah anda para Muslimah ikut bergabung dengan mereka? <span style="font-size:medium;"><strong>Sungguh surga islami yang penuh birahi…</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 36 : 55</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;"><strong>Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). </strong></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Kesibukan apa ya?</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Berdasarkan tafsir Al Jalalani, kesibukan diartikan dengan fakehoun, atau <span style="font-size:medium;"><strong>memerawani wanita</strong></span> (virginity ripper), bahkan tafsiran yang lebih tajam diberikan oleh al- &#8216;Ouaza&#8217;i, yang merupakan cendikiawan Islam pertama memberikan tafsirnya tentang ayat Quran tadi (baca: Ihy&#8217;a &#8216;Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-&#8217;Elmeyah, Beirut, Vol IV, p. 575.), kemudian seorang Ahli Tafsir Quran bernama Ibn &#8216;Abbas dalam bukunya &#8220;Ibn &#8216;Abbas, Tanweer al-Miqbas, commenting on Q 36:55&#8243; mengatakan hal yang sama dengan Tafsir Al Jalalani.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Maksud sesungguhnya dari QS 36 : 55 adalah;</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;"><strong>Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam memerawani bidadari2. </strong></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dalam tradisi Islam Arab, <span style="font-size:medium;"><strong>memerawani wanita</strong></span> (virginity ripper) itu dianggap kenikmatan yang surgawi. Karena itulah Muhammad sibuk mengobral janji janji kosong pada para Mujahidin dan Jihadis bahwa kalau mereka mau mati demi dia, nanti di surga banyak terdapat perawan (houris) yang berdada montok dan siap diperawani. <span style="font-size:medium;"><strong>Astagfirullah!!</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=101&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/surga-nikmatnya-pesta-seks-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIa_rB3y7I/AAAAAAAAAEc/PvLdNOorK7c/s320/muslim_heaven.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pesta seks bugil telanjang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH PENYUSUNAN QURAN</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/sejarah-penyusunan-quran/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/sejarah-penyusunan-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 12:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[QURAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana proses penyusunan Quran hingga terbentuk menjadi sebuah kitab seperti yang ada sekarang ini? Kebanyakan kaum Muslim meyakini bahwa Quran yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada pada masa Muhammad lebih dari seribu empat ratus tahun silam. Bahkan muslim percaya banwa Quran merupakan salinan dari kitab yang ada disurga ( [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=98&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-penyusunan-quran.html"><img class="alignleft" title="Acuan Quran edisi cetak mesiar" src="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWId9pBiitI/AAAAAAAAAE8/BYlBurZatgQ/s400/noble_quran_mss1.jpg" alt="" width="250" height="180" /></a>Bagaimana proses penyusunan Quran hingga terbentuk menjadi sebuah kitab seperti yang ada sekarang ini? Kebanyakan kaum Muslim meyakini bahwa Quran yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada pada masa Muhammad lebih dari seribu empat ratus tahun silam. Bahkan muslim percaya banwa Quran merupakan salinan dari kitab yang ada disurga ( <em><strong>lahul mahfuz</strong></em>).<span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span>Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan2 teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin2 Islam. Hakikat dan sejarah penulisan Quran sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai nuansa kebohongan, dan tidak sunyi dari perdebatan, pertentangan, intrik, dan rekayasa.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>PARA PAKAR MUSLIM PUN TIDAK BISA MEMBUKTIKAN APAKAH QURAN YANG ADA SEKARANG INI SAMA PERSIS DENGAN QURAN DIJAMAN MUHAMMAD, ATAU HANYA HASIL EDITING DARI BERBAGAI MACAM VERSI QURAN.</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dulu kami pernah diceritakan tentang bagaimana Quran dibentuk. Dua keterangan yang paling terkenal adalah; sebelum dia mati, Muhammad menyusun Quran menjadi sebuah buku dan Kalifah berikutnya, Abu Bakar, menyusunnya dari orang2 yang telah menulis ayat2 Quran dan menghafalnya. <span style="font-size:medium;">Meskipun begitu, kami diajarkan bahwa Quran yang sekarang ini sama persis dengan yang diberikan pada Muhammad dulu oleh malaikat Jibril.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Untuk mengerti sejarah Islam kami kemudian mulai mempelajari sumber2 Islam yang bisa dipercaya, terutama yang Sahih yang disusun oleh Bukhari. Sewaktu sedang mempelajari sejarah penyusunan teks Quran, betapa kagetnya kami ketika mengetahui bahwa Quran yang kita miliki hari ini ternyata telah melalui beberapa tahapan evolusi sebelum mencapai versi standar sekarang ini. Misalnya, kami menemukan ada tujuh cara yang berbeda untuk melafalkan Quran. Seorang dapat melafalkan dan mengingat Quran secara berbeda dan itu tetap diterima sebagai wahyu Allah. Kutipan dari Hadis Sahih Bukhari:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari 41:601,</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dikisahkan oleh &#8216;Umar bin Al-Khattab: Aku dengar Hisham bin Hakim bin Hizam melafalkan Surat-al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan caraku. Rasul Allah telah mengajarkan padaku (dengan cara yang berbeda). Lalu, aku hampir saja ingin bertengkar dengan dia (pada saat sembahyang) tapi aku tunggu sampai dia selesai, lalu aku ikat bajunya di sekeliling lehernya dan kuseret dan kubawanya menghadap Rasul Allah dan berkata, “Aku telah mendengar dia melafalkan Surat-al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan yang kau ajarkan padaku.” Sang Rasul menyuruhku melepaskan dia dan meminta Hisham melafalkannya. Ketika dia melakukan itu, Rasul Allah berkata, “Itu (Surat-al-Furqan ) dilafalkan begitu.” Sang Rasul lalu meminta aku melafalkannya. Ketika aku melakukannya, dia berkata, “Itu dilafalkan begitu. </span><span style="color:#0000ff;"><strong>Qur’an telah dinyatakan dalam tujuh cara yang berbeda, jadi lafalkan dengan cara yang mudah bagimu.”</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Karena terdapat tujuh cara pelafalan <span style="color:#000000;">Quran (qiraat) ini berarti kaum Muslim dapat mengingat Quran dalam tujuh cara yang berbeda</span>, bukan hanya satu. Jika Muhammad telah mengijinkan tujuh cara untuk melafalkan Quran, maka tentunya juga ada tujuh versi Quran, dan bukan hanya satu!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kami tidak pernah diajarkan bahwa ada tujuh buah Quran, tapi kami hanya diberitahu ada satu Quran saja. Apakah memang betul ada tujuh buah dan semuanya itu asli ? Ketika kami terus melanjutkan penelaahan, kami temukan Hadis Sahih lain yang memperkuat dan memperluas paham bahwa Quran mungkin dikisahkan dalam tujuh cara yang berbeda.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari 54:442</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Rasulullah berkata; Jibril melafalkan Quran padaku dengan satu cara (dielek), aku kemudian menyuruhnya untuk melafalkan dengan cara yang berbeda, </span><span style="color:#0000ff;"><strong>hingga ia melafalkan dengan tujuh macam cara.</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hadis serupa dapat dilihat pada Bukhari 61:513, 61:514, dan 3:640.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sewaktu kami mempelajarinya lebih lanjut, <span style="font-size:medium;">Hadis Sahih menegaskan bahwa bukan Muhammad yang menyusun tulisan Quran menjadi satu koleksi, tapi ini untuk pertama kali dilakukan di bawah kekuasaan Kalifah Abu Bakar.</span> Ternyata pada saat itulah qurra, yakni orang2 yang menghafalkan Quran, terbunuh di Perang Yamama. Khalifa Abu Bakar memerintahkan untuk dibuat kumpulan ayat2 Quran, dan ini juga atas desakan Umar (Kalifah kedua). Kumpulan ayat ini disimpan oleh <strong>Kalifah Abu Bakar</strong>, dan setelah dia mati, lalu disimpan oleh <strong>Kalifah Umar</strong> dan diserahkan pada anak perempuan Umar yang bernama <strong>Hafsa,</strong> yang juga janda Muhammad.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari 61:509</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dikisahkan oleh Zaid bin Thabit: Abu Bakr As-Siddiq memanggilku ketika orang2 Yamama telah dibunuh (sejumlah pengikut sang Nabi yang bertempur melawan Musailama). (Aku pergi kepadanya) dan menemukan &#8216;Umar bin Al-Khattab duduk dengannya. Abu Bakar lalu berkata (padaku), “Umar telah datang padaku dan berkata: “Banyak yang Qurra Quran (orang2 yang hafal Quran di luar kepala) yang tewas di Perang Yamama dan aku takut akan lebih banyak lagi Qurra yang akan tewas di medan perang lain, sehingga sebagian besar Quran bisa hilang. Karena itu aku menganjurkan kau (Abu Bakr) memerintah agar ayat2 Quran dikumpulkan.”</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Aku berkata pada ‘Umar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasul Allah saja tidak lakukan?” ‘Umar berkata, “Demi Allah, ini adalah usaha yang baik.” ‘Umar terus saja membujukku untuk menerima usulnya sampai Allah membuka hatiku dan aku mulai menyadari kebenaran usul ini.”</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Lalu Abu Bakar berkata (padaku). ‘Kamu adalah anak muda yang bijaksana dan kami tidak curiga apapun padamu, dan kau biasa menulis Ilham Illahi bagi Rasul Allah. Maka kau harus mencari (ayat2 terpisah-pisah) Qur’an dan mengumpulkannya jadi satu buku.” Demi Allah, jika mereka memerintahkanku untuk memindahkan satu dari gunung2, ini tidak akan sesukar perintah mengumpulkan ayat2 Quran. Lalu aku berkata pada Abu Bakar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasul Allah saja tidak lakukan?” Abu Bakar menjawab, ““Demi Allah, ini adalah usaha yang baik.” Abu Bakar terus saja membujukku untuk menerima usulnya sampai Allah membuka hatiku seperti Dia telah membuka hati Abu Bakar dan Umar.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Lalu aku mulai mencari ayat2 Quran dan mengumpulkannya dari (yang ditulis di) tangkai2 palem, batu2 putih tipis dan juga orang2 yang mengingatnya dalam hati, sampai aku menemukan ayat akhir dari Surat At-Tauba (Pertobatan) dari Abi Khuzaima Al-Ansari, dan aku tidak menemukan ayat ini pada orang lain. Ayatnya berbunyi: ‘Sesungguhnya telah datang bagimu seorang Rasul (Muhammad) dari antara kalian sendiri. Dia sedih melihat engkau harus menerima kecelakaan atau kesusahan … (sampai akhir Surat-Baraa’ (At-Tauba) (9.128-129). Lalu naskah2 (salinan) lengkap Quran disimpan Abu Bakr sampai dia mati, lalu disimpan ‘Umar sampai akhir hidupnya, dan kemudian disimpan Hafsa, anak perempuan Umar.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sewaktu kami mempelajari Hadis Sahih di atas dan Hadis yang lain yang sama pesannya, kami mendapatkan hal2 yang penting. <strong>Pertama</strong>, Umar khawatir jika Quran tidak ditulis, dan jika qurra banyak yang mati, maka sebagian besar Quran akan hilang.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kedua</strong>, ini adalah tugas yang monumental (besar sekali) yang diberikan pada Zaid karena Muhammad sendiri tidak pernah melakukan hal ini, dan Zaid menjelaskan kekhawatirannya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ketiga,</strong> perlu banyak usaha untuk mengumpulkan ayat2 Quran karena beberapa ayat hanya diingat oleh satu orang dan tidak ada orang lain yang menegaskan atau membenarkannya. Ada beberapa Hadis Sahih lain yang juga mengatakan hal itu.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kejujuran Zaid membuat kami waswas. Apakah betul ini adalah tugas yang sangat berat? Apakah memang dia orang yang tepat melaksanakan tugas itu? Kami mulai mencari dan menemukan bahwa Muhammad telah menganjurkan orang2 lain dan bukan Zaid untuk mengajar Quran pada muslim lain.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari 61:521</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dikisahkan oleh Masriq: &#8216;Abdullah bin &#8216;Amr mengingatkan &#8216;Abdullah bin Masud dan berkata, &#8220;Aku akan mencintai orang itu selamanya, karena aku mendengar sang Nabi berkata, ‘Belajarlah Qur’an dari empat orang ini: </span><span style="color:#0000ff;"><strong>&#8216;Abdullah bin Masud, Salim, Mu&#8217;adh dan Ubai bin Ka&#8217;b.’&#8221;</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kami sangat khawatir karena tidak seorangpun dari keempat orang yang direkomendasikan Muhammad untuk mengajar Quran diberi tugas untuk mengumpulkan atau menegaskan kebenaran Quran. Yang disuruh justru juru tulisnya Muhammad: Zaid bin Thabit. Dia juga khawatir bahwa tugas ini terlalu berat. Tapi baik Kalifah Abu Bakr maupun Umar pada saat itu tidak minta satu pun dari keempat orang di atas untuk memeriksa hasil penyusunan Quran buatan Zaid.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kami lanjutkan penyelidikan dengan rasa agak bingung karena proses penyusunan ini ternyata melibatkan lebih banyak hal yang tidak pernah didengar sebelumnya. Sayangnya, kami mendapatkan bahwa sejarah penyusunan Quran tidak berhenti pada saat itu saja. Dengan makin bertambah dan menyebarnya masyarakat Muslim, jadi bertambah sukar pula untuk mempertahankan keutuhan isi Quran karena tidak ada satu patokan isi Quran yang sah, setiap guru agama punya salinan mereka sendiri. Ini mengakibatkan banyaknya ketidaksetujuan diantara masyarakat Muslim, dan karena itu, Kalifah Utsman diminta untuk berbuat sesuatu untuk menanggulangi hal ini.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Harap diingat bahwa pada saat itu, naskah Quran yang dikumpulkan Zaid tidak disebarkan ke mana2, dan masih disimpan oleh Hafsa. Juga perhatikan apa yang dilakukan Kalifah Utsman seperti yang diterangkan di Hadis Sahih Bukhari berikut.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari, 61:510:</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Dikisahkan oleh Anas bin Malik: Hudhaifa bin Al-Yaman datang pada Utsman pada saat orang2 Sham dan Iraq sedang mengadakan perang untuk menaklukkan Arminya dan Adharbijan. Hudhaifa takut akan perbedaan pelafalan Qur’an yang dilakukan mereka (orang2 Sham dan Iraq), lalu dia berkata pada ‘Utsman, “O ketua orang yang beriman! Selamatkan negara ini sebelum mereka bertentangan tentang Buku ini (Qur’an) seperti yang dilakukan orang Yahudi dan Kristen sebelumnya.” Lalu ‘Utsman mengirim pesan pada Hafsa yang isinya, “Kirim pada kami naskah2 Qur’an sehingga kami bisa mengumpulkan bahan2 Qur’an dalam salinan yang sempuran dan mengembalikan naskah2 itu padamu.”</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Hafsa lalu mengirimkannya pada ‘Utsman. ‘Utsman lalu memerintahkan Zaid bin Thabit, &#8216;Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan &#8216;AbdurRahman bin Harith bin Hisham untuk menulis ulang naskah2 itu menjadi salinan yang sempurna. ‘Utsman berkata pda tiga orang Quraish, “Andaikata kau tidak setuju dengan Zaid bin Thabit tentang isi apapun dalam Qur’an, maka tulislah Qur’an dalam dialek Quraish, agar Qur’an dinyatakan dalam bahasa asli mereka.”</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Mereka melakukan itu, dan ketika mereka telah menulis banyak salinan, ‘Utsman mengembalikan naskah2 yang asli pada Hafsa. ‘</span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;">Utsman mengirim satu salinan Qur’an ke setiap propinsi Muslim, dan memerintahkan semua tulisan2 Qur’an lain, baik yang ditulis di beberapa naskah atau seluruh buku, dibakar.</span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Said bin Thabit menambahkan, “Satu ayat dari Surat Ahzab hilang dariku ketika kita menyalin Qur’an dan aku biasa mendengar Rasul Allah menceritakannya. Maka kami mencarinya dan menemukannya pada Khuzaima bin Thabit Al-Ansari. (Ayat ini berbunyi): ‘Diantara orang2 yang beriman ada orang2 yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.’ (33.23)</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dari mempelajari kisah di atas dan juga Hadis Sahih lain yang pesannya serupa, kami perhatikan ada beberapa kumpulan Quran yang berbeda2 yang tersebar saat itu. Ini adalah bagian kumpulan Quran yang dibuat oleh keempat guru2 Quran yang direkomendasikan Muhammad seperti yang ditulis di Hadis terdahulu, yakni salah satunya Ubai bin Ka&#8217;b. Lagi2 kami merasa terganggu dengan hal2 berikut.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pertama, ada banyak ketidaksetujuan diantara para Muslim tentang apa yang seharusnya ada dalam Quran. Karena itu, Kalifah Utsman memerintahkan naskah2 Quran yang disimpan Hafsa untuk disalin dan disebarkan dan ditunjuk sebagai salinan Quran yang sah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kedua, jika ada banyak ketidaksetujuan diantara ahli2 tulis yang menyalin Quran tentang bagaimana melafalkan suatu ayat, Utsman menyuruh mereka menulisnya dalam dialek Quraish. Kami kecewa ketika tahu bahwa Kalifah Utsman memerintahkan perubahan kata2 Quran ke dalam dialek Quraish. Apakah perubahan bagian dari tujuh versi Quran yang berbeda? Kami tidak menemukan penjelasan ini di Hadis Sahih. Yang terakhir, kami kaget sekali ketika Khalifa Utsman memerintahkan <span style="color:#0000ff;"><strong>PEMBAKARAN</strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span><span style="color:#000000;">Quran2 yang lain, tidak peduli apakah seluruhnya atau sebagian saja.</span> Kami bertanya dalam hati: <span style="color:#0000ff;"><strong>MENGAPA?</strong></span> Mestinya karena Quran2 lain yang beredar saat itu begitu berbeda dengan yang dimiliki Khalifa Utsman sehingga dia sampai2 mengeluarkan perintah yang begitu keras. Ingat saat Al-Yaman bertemu Utsman untuk memintanya menyelamatkan negara karena mereka berbeda pendapat tentang Quran. Sekarang Kalifah Utsman memerintahkan disebarkannya salinan yang dimiliki Hafsa, <span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;"><strong>padahal versi ini belum pula disahkan oleh guru2 Quran terbaik untuk jadi patokan Quran yang sah.</strong></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sewaktu kami menyelidiki apa kemungkinan perbedaannya yang ada, kami menemukan contoh kata <span style="color:#0000ff;"><strong>Bismillah yang hilang pada awal Surah 9, ayat perajaman yang hilang dimakan KAMBING, dan lalu ayat ini dihapus, ditarik kembali, dibatalkan atau dilupakan.</strong></span> Kami telah membicarakan hal ini dalam penelitian kami tentang ayat2 yang dibatalkan (Ayat2 setan). Kami menjumpai bahwa meskipun perintah penghancuran diberikan, beberapa bagian dari versi Quran lain ternyata selamat, mungkin karena orang2 Muslim hafal akan variasi lain dari Quran.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Contohnya, dari terjemahan Quran oleh Abdullah Yusuf Ali, kami menemukan Qiraat (bacaan Quran) lain yang berbeda dengan Quran milik Ka’b yang direkomendasikan Muhammad sebagai satu dari empat guru terbaik untuk mengajar Quran. Dia menulis ada kata2 tambahan bagi Surah 33:6. Kami dulu diajari bahwa tidak ada satu titik pun yang diubah, dan inilah seluruh kalimat yang hilang yang ditandai dengan ** di bawah di catatan kaki 3674 dari Abdullah Yusuf Ali.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;">Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri, ** dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah). (QS 33:6</span>)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">** Catatan kaki 3674 : … Di beberapa Qiraats, seperti yang dimiliki Ubai ibn Ka’b, muncul pula kata2 ini <strong>“dan dia adalah ayah bagi mereka</strong>”, yang mengartikan bahwa hubungan spiritualnya dan hubungannya denga kata2 “dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka”. …</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>As-Suyuti (wafat 1505),</strong> salah seorang pakar Quran yang paling dihormati mengutip Ibn ‘Umar al Khattab : &#8220;Janganlah ada diantara kalian yang mengatakan bahwa ia mendapatkan seluruh Quran, karena bagamana ia tahu bahwa itu memang keseluruhannya? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu, kalian harus mengatakan <span style="color:#0000ff;"><strong>‘</strong></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;"><strong>Saya mendapatkan sebagian Quran yang ada’</strong></span></span>&#8221; (As-Suyuti, Itqan, part 3, page 72).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Aisha, isteri tersayang nabi mengatakan, juga menurut sebuah tradisi yang diceritakan as-Suyuti, &#8220;<span style="font-size:medium;">Selama masa Nabi, saat dibacakan, Surah al-Ahzab berisi 200 ayat. Ketika Utsman mengedit Quran, hanya ayat2 sekarang ini (73) yang tertinggal</span>.&#8221;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">As-Suyuti juga menceritakan ini tentang Uba ibn Ka’b, salah seorang sahabat Muhammad: Sahabat terkenal ini meminta salah seorang Muslim, &#8220;Berapa ayat yang ada dalam Surah al-Ahzab?&#8221; Katanya, &#8220;73 ayat.&#8221; Ia (Uba) mengatakan padanya, &#8220;Dulunya jumlah ayatnya hampir sama dengan Surah ‘Al <span style="color:#000000;">Baqarah’ (sekitar 286 ayat) dan termasuk ayat perajaman&#8221;. Lelaki itu bertanya, &#8220;Apa ayat perajaman itu ?&#8221; Ia (Uba) mengatakan, &#8220;Jika lelaki tua atau wanita melakukan zinah, rajam mereka sampai mati.&#8221;</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibn Mas’ud,</strong> seorang sahabat dekat Nabi, misalnya, memiliki mushaf Quran yang tidak menyertakan surah al-Fatihah (surah pertama). Bahkan menurut Ibn Nadiem (w. 380 H), pengarang kitab al-Fihrist, mushaf Ibn Mas’ud tidak menyertakan surah 113 dan 114. Susunan surahnyapun berbeda dari Quran yang ada sekarang. Misalnya, surah keenam bukanlah surah al-An’am, tapi surah Yunus.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ibn Mas’ud bukanlah seorang diri yang tidak menyertakan al-Fatihah sebagai bagian dari Quran. Sahabat lain yang menganggap surah “penting” itu bukan bagian dari Quran adalah Ali bin Abi Thalib yang juga tidak memasukkan surah 13, 34, 66, dan 96. Hal ini memancing perdebatan di kalangan para ulama apakah al-Fatihah merupakan bagian dari Quran atau ia hanya merupakan “kata pengantar” saja yang esensinya bukanlah bagian dari kitab suci.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Salah seorang ulama besar yang menganggap al-Fatihah bukan sebagai bagian dari Quran adalah Abu Bakr al-Asamm (w. 313 H). Dia dan ulama lainnya yang mendukung pandangan ini berargumen bahwa al-Fatihah hanyalah “ungkapan liturgis” untuk memulai bacaan Quran. Ini merupakan tradisi populer masyarakat Mediterania pada masa awal Islam. Sebuah hadis Nabi mendukung fakta ini: “siapa saja yang tidak memulai sesuatu dengan bacaan alhamdulillah [dalam hadis lain bismillah] maka pekerjaannya menjadi sia-sia.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Seperti yang kita lihat sebelumnya, Utsman mencoba mengatasi situasi kacau ini dengan kanonisasi codex / mushaf Medinah, yang salinannya dikirim kesemua pusat2 metropolitan diiringi perintah untuk menghancurkan kesemua mushaf lain.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Mushaf Utsman ini dianggap sebagai standar teks konsonan, tapi yang kita temukan justru terdapat berbagai variasi teks konsonan yang masih hidup juga sampai abad Islam ke 4. Dari sinilah kemudian muncul beragam bacaan yang berbeda akibat absennya titik dan harakat (scripta defectiva). Misalnya bentuk present (mudhari’) dari kata a-l-m bisa dibaca yu’allimu, tu’allimu, atau nu’allimu atau juga menjadi na’lamu, ta’lamu atau bi’ilmi.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Masalah diperuncing dengan adanya perbedaan kosakata akibat pemahaman makna, dan bukan hanya persoalan absennya titik dan harakat. Misalnya, mushaf Ibn Mas’ud berulangkali menggunakan kata “arsyidna” ketimbang “ihdina” (keduanya berarti “tunjuki kami”) yang biasa didapati dalam <strong>mushaf Utsmani</strong>. Begitu juga, “man” sebagai ganti “alladhi” (keduanya berarti “siapa”). Daftar ini bisa diperpanjang dengan kata dan arti yang berbeda, seperti “al-talaq” menjadi “al-sarah” (Ibn Abbas), “fas’au” menjadi “famdhu” (Ibn Mas’ud), “linuhyiya” menjadi “linunsyira” (Talhah), dan sebagainya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Untuk mengatasi versi2 bacaan yang semakin liar, pada tahun 322 H, Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. Setelah membanding2kan semua mushaf yang ada di tangannya, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama. Bahkan ketujuh mushaf versi Ibn Mujahid memberikan 14 kemungkinan karena masing2 dari ketujuh mushaf itu bisa dilacak kepada dua transmitter berbeda. yakni;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">1. Nafi dari Medinah menurut Warsh dan Qalun</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">2. Ibn Kathir dari Mekah menurut al-Bazzi dan Qunbul</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">3. Ibn Amir dari Damascus menurut Hisham dan Ibn Dakwan</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">4. Abu Amr dari Basra menurut al-Duri dan al-Susi</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">5. Asim dari Kufa menurut Hafs dan Abu Bakr</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">6. Hamza dari Kufa menurut Khalaf dan Khallad</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">7. Al-Kisai dari Kufa menurut al Duri dan Abul Harith</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa “Quran diturunkan dalam tujuh huruf.” Tapi, sebagian ulama menolak pilihan Ibn Mujahid dan menganggapnya telah semena-mena mengesampingkan versi2 lain yang dianggap lebih sahih. Nuansa politik dan persaingan antara ulama pada saat itu memang sangat kental. Ini tercermin seperti dalam kasus Ibn Miqsam dan Ibn Shanabudh yang pandangan2nya dikesampingkan Ibn Mujahid karena adanya rivalitas di antara mereka, khususnya antara Ibn Mujahid dan Ibn Shanabudh.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bagaimanapun, reaksi para ulama tersebut tidak banyak berpengaruh. Sejarah membuktikan pandangan Ibn Mujahid yang didukung penguasa itulah yang kini diterima oleh banyak orang. Pada akhirnya 3 versi bertahan, versinya Warsh (812) milik Nafi dari Medina, Hafs (805) milik Asim dari Kufa, dan al-Duri (860) milik Abu Amr dari Basra. Jaman sekarang, hanya 2 versi yang terus digunakan. Yaitu versi Asim dari Kufa lewat <strong>Hafs</strong>, yang diberikan ijin resmi dengan diadopsi sebagai Quran edisi Mesir tahun 1924; dan milik Nafi lewat <strong>Warsh</strong>, yang digunakan di bagian2 Afrika selain Mesir.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pencetakan Quran di Mesir tahun 1924 adalah rekayasa yang luar biasa, karena upaya ini merupakan yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Quran sepanjang masa. Terbukti kemudian, Quran Edisi Mesir itu merupakan versi Quran yang paling banyak beredar dan digunakan oleh kaum Muslim. Keberhasilan penyebarluasan Quran Edisi Mesir tak terlepas dari unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa2 sebelumnya, kodifikasi dan standarisasi Quran adalah karya institusi yang didukung oleh penguasa politik.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Saudi Arabia mencetak ratusan ribu kopi Quran sejak tahun 1970-an merupakan bagian dari proyek standarisasi kitab suci, yang bertujuan memusnahkan versi2 Quran yang lain. Kendati tidak seperti Utsman bin Affan yang secara terang2an memerintahkan membakar seluruh versi (mushaf) Quran yang bukan miliknya, tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Quran hanya dengan satu edisi, menutupi dan perlahan2 menyisihkan edisi lain yang diam2 masih beredar (khususnya di wilayah Maroko dan sekitarnya).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa Quran versi yang ada sekarang ini jauh dari kata suci dan murni. Bahkan jika dibandingkan dengan kitab samawi lain seperti Taurat dan Injil, kemurnian atau validitas Quran jauh dibawah kedua kitab tersebut. </span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Aisha pernah melaporkan bahwa bahwa ada satu lembaran yang berisi 2 ayat, termasuk ayat2 rajam, ditulis dalam lembaran yang disimpan dibawah tempat tidurnya. Sayang pada waktu pemakaman Rasulullah, seekor binatang memakannya hingga musnah. Disebutkan dalam bahasa Arab bahwa binatang tersebut adalah “dajin”, yang dapat berarti hewan seperti kambing, domba ataupun unggas.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Sumber :</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">• Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">• Zamakshari, al Kashaf, vol 3 p 518, footnote</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">• Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">• Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p 211</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">• Abd al Jalil al Qazwini, p 133</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><strong>Peristiwa hilangnya ayat2 Quran akibat dimakan binatang sungguh menggelikan, menyedihkan dan memalukan, karena ucapan </strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong>ALLAH DIKALAHKAN OLEH SEEKOR KAMBING. </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"><em><strong>Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur&#8217;an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS 15:9)</strong></em></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>MASIHKAH UMAT MUSLIM MENGATAKAN BAHWA KEMURNIAN QURAN SENANTIASA TERPELIHARA OLEH ALLAH? </strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=98&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/sejarah-penyusunan-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWId9pBiitI/AAAAAAAAAE8/BYlBurZatgQ/s400/noble_quran_mss1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Acuan Quran edisi cetak mesiar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMATIAN NABI MUHAMMAD SAW</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/kematian-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/kematian-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 12:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[D. MUHAMMAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Banyak versi yang menceritakan seputar kematian Rasulullah ini. Versi pertama, yaitu yang diakui kebanyakan pakar Islam adalah ia mati akibat diracun oleh wanita Yahudi di Khaibar. Versi kedua adalah ia wafat akibat penyakit yang dideritanya. Berdasarkan gambaran keadaan tubuh sebelum kematiannya diperkirakan ia mengalami radang paru2, pengkritik lain menyebutkan penyakit itu adalah syphilis akut (penyakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=94&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/kematian-muhammad.html"><img class="aligncenter" title="sujud menyembah" src="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIcnvZ_3yI/AAAAAAAAAE0/jmEsV1p-cUw/s400/muhammad+0.jpg" alt="" width="400" height="281" /></a>Banyak versi yang menceritakan seputar kematian Rasulullah ini. Versi pertama, yaitu yang diakui kebanyakan pakar Islam adalah ia mati akibat diracun oleh wanita Yahudi di Khaibar. Versi kedua adalah ia wafat akibat penyakit yang dideritanya. Berdasarkan gambaran keadaan tubuh sebelum kematiannya diperkirakan ia mengalami radang paru2, pengkritik lain menyebutkan penyakit itu adalah <strong>syphilis akut</strong> (penyakit kelamin). Versi ketiga, yang beredar dikalangan Muslim Syiah, diceritakan bahwa nabi meninggal karena diracun oleh istri2nya sendiri, yaitu <strong>Aisha</strong> dan <strong>Hafsa</strong>, yang tidak tahan terhadap kebejatan Muhammad. Kisah ini <span style="color:#000000;">diceritakan pada buku Tafsirul Iyasy, karya Muhammad bin Mahmud bin Iyasy v1, p 200.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>KARENA VERSI PERTAMA ADALAH VERSI YANG PALING DAPAT DITERIMA KAUM MUSLIM, OLEH KARENA ITU KITA HANYA AKAN MEMBAHAS VERSI PERTAMA INI.</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Muhammad meninggal di tahun 632 M, pada umur 62 tahun. Kematiannya diakibatkan karena pengaruh racun yang dimakannya di Khaybar 3 tahun sebelumnya, jadi selama 3 tahun Muhammad berkutat dengan racunnya tersebut, berjuang mati2an agar dapat lepas dari pengaruh racun yang menggerogoti tubuhnya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Khaybar adalah sebuah daerah yang ditempati oleh masyarakat Yahudi. Dua bulan sebelum penyerangannya di Khaybar, Muhammad bersama 1500 pengikutnya yang taat berangkat untuk melakukan Umrah (ibadah haji minor) di Mekah. Akan tetapi karena merasa takut para muslim melakukan kekacauan, pihak Mekah tidak memperkenankan Muhammad dan pengikutnya untuk masuk kota dan memaksa mereka berkemah di tempat yang bernama <strong>Hudaibiya</strong> tak jauh dari Mekah. Ketika di sana, akhirnya Muhammad membuat perjanjian bersama kaum Quraish untuk berdamai selama 10 tahun dan kaum Quraish akan mengijinkan Muhammad masuk Mekah mulai tahun berikutnya untuk melaksanakan ibadah Haji dengan para pengikutnya. Perjanjian ini kemudian disebut dengan perjanjian Hudaibiya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Setelah menandatangani perjanjian ini, Muhammad dan pengikutnya meninggalkan Mekah. Para muslim rupanya tidak senang dengan perjanjian tersebut, mereka menilai perjanjian itu sangat menguntungkan pihak Quraish. Apalagi dengan perjanjian itu, kaum Jihadis menjadi kehilangan kesempatan untuk merampoki orang2 Mekah. Muhammad sadar bahwa dia harus terus menerus menghadiahi para Jihadisnya dengan barang2 rampokan, karena jika tidak meraka akan kehilangan iman terhadap dia. Saat itu terjadi kemarau hebat di Medina. Lalu di perjalanan pulang ke Medina itu, dia memutuskan untuk melakukan serangan mendadak terhadap kaum Yahudi. Karena semua kaum Yahudi di sekitar Medina telah dirampoki dan dimusnahkan, satu2nya yang tersisa hanyalah mereka yang tinggal di Khaybar.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Untuk meyakinkan dan menyenangkan pengikutnya atas perampokan ini, Muhammad menurunkan Sura al-Fath (Kemenangan, <strong>Sura 48</strong>). Di sura ini <strong>ALLAH MENJANJIKAN BARANG2 HASIL PERAMPOKAN BAGI PARA MUSLIM YANG BERGABUNG DALAM JIHAD.</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus. (QS 48:20)</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sekitar 6 minggu kemudian Muhammad memimpin tentaranya dan menyerang masyarakat Yahudi Khaybar. Akhirnya masyarakat Khaybar menyerah, Muhammad memerintahkan para lelaki agar diikat tangan mereka, sementara para wanita dan anak2 disekap secara terpisah. Melihat ini, suku Al-Aus memohon agar nabi memperlakukan mereka dengan ringan. Muhammad mengusulkan agar Sa‘d bin Mu‘adh, diberi tugas untuk menentukan hukuman dan mereka setuju.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sad bin Mu‘adh kemudian berkata;<span style="color:#ff0000;"><strong> “Saya putuskan bahwa para laki2 mereka harus dibunuh dan anak2 serta kaum wanitanya harus diambil jadi tawanan</strong></span>”. Sahut <span style="text-decoration:underline;">Muhammad</span>, “<span style="color:#ff0000;"><strong>Hebat Sad! Engkau telah menjatuhkan putusan untuk mereka dengan putusan (menyerupai) keputusan Allah”</strong></span><span style="color:#ff0000;">. </span><span style="color:#000000;"><strong>(Sahih Bukhari 52:280)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ahhirnya Sekitar 600-800 lelaki Yahudi dipenggal disana. Segera setelah Khaybar ditaklukkan, seorang wanita Yahudi mempersiapkan makan malam untuk Muhammad dan kroninya. Tanpa diketahui para Muslim, wanita ini telah menaburi racun di daging domba yang disajikan untuk makan malam. Muhammad memakan sebagian daging itu dan mati karenanya tiga tahun kemudian</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>MARI KITA LIHAT BEBERAPA KISAH YANG MENCERITAKAN HAL PERACUNAN MUHAMMAD INI:</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad, &#8220;Kitab al-Tabaqat al-Kabir&#8221; v2. p.249:</strong> Rasul Allah dan sahabat2nya makan daging itu. Daging (kambing) itu berkata: “Aku diracuni.” Dia (Muhammad) berkata kepada para sahabatnya, “Tahan tanganmu! Karena daging ini telah mengatakan padaku bahwa dirinya diracuni!” Mereka lalu membuang daging2 itu dari tangannya, tapi Bishr Ibn al-Bara mati. Rasulullah meminta dia (wanita Yahudi) dihadapkan kepadanya dan dia bertanya padanya,”Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, “Aku ingin tahu apakah kau benar2 seorang nabi, yang jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu, dan jika kau ternyata seorang nabi, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu. Muhammad mengeluarkan peritah dan dia pun dihukum mati</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad, p.251, 252</strong>: …. Rasulullah menyuruh memanggil Zaynab dan berkata padanya, “Apa yang membuatmu melakukan apa yang kau telah lakukan?” Dia menjawab, “Kau telah lakukan pada masyarakatku apa yang telah kau lakukan. Kau telah membunuh ayahku, pamanku, suamiku, aku berkata pada diriku sendiri, ‘Jika kau adalah seorang nabi, kaki depan itu akan memberitahumu, dan yang telah berkata, ‘Jika kau seorang raja, kami akan mengenyahkanmu.’” ..Rasul Allah hidup sampai tiga tahu setelah itu sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari 53:394</strong>; Dikisahkan oleh Abu Huraira: …, Dia bertanya,”Apakah kau telah meracuni sup domba ini?” Mereka menjawab,”Ya.” Dia bertanya,”Mengapa kau lakukan itu?” Mereka menjawab, “Kami ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu tidak akan mempan pada dirimu.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Tabari v 8, p.123, 124</strong>: Ketika Rasul Allah beristirahat dari pekerjaannya, Zaynab binti. al-Harith, istri dari Sallam bin. Mishkam, menyajikan baginya sebuah daging domba bakar. Dia telah bertanya sebelumnya bagian domba manakah yang paling disukai Rasul Allah dan diberitahu bagian kaki depannya. Lalu dia membubuhi bagian itu dengan racun, dan dia juga meracuni bagian lainnya. Setelah itu dia menghidangkan daging itu. Ketika daging itu disajikan di hadapan Rasul Allah, dia mengambil bagian kaki depannya dan mengunyah sebagian kecil, tapi tidak ditelannya. Di sebelah dia terdapat Bishr bin al-Bara bin Marur yang seperti Rasulullah juga mengambil bagian daging itu. Akan tetapi Bishr menelan daging itu ketika sang Rasul Allah memuntahkan daging dan berkata, “Tulang ini memberitahu diriku bahwa ia diracuni.” Dia bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan ini?” Wanita itu menjawab, “Bagaimana kau telah memperlakukan masyarakatku sudah nyata di hadapanmu. Jadi aku berkata, “Jika dia memang benar2 nabi, maka dia akan diberitahu; tapi jika dia seorang raja, maka aku akan dapat menyingkirkannya.””. Sang Nabi mengampuninya. Bishr mati karena daging yang dimakannya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>KEADAAN MUHAMMAD MENJELANG KEMATIANNYA</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari 59:713:</strong> …,Dikisahkan oleh Aisha: Sang Nabi dalam penderitaan sakitnya yang mengakibatkannya mati, biasa berkata, “Wahai ‘Aisha! Aku merasa sakit karena daging yang kumakan di Khaybar, dan saat ini, aku merasakan urat nadiku bagaikan dipotong oleh racun itu.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad, p.263</strong>, Sesungguhnya selama dia sakit, sang Nabi melafalkan &#8220;al-Mu&#8217;awwadhatayn&#8221; (Sura 113, dan 114), dan meniupkan udara ke atas tubuhnya sambil menggosok-gosok wajahnya. (Ini adalah usaha untuk sembuh).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad, p.265;</strong> Rasulullah jatuh sakit dan dia yakni Jibril, berdoa baginya sambil berkata, “Dalam nama Allah aku berdoa untuk mengusir semua yang melukaimu dan menangkal semua yang dengki padamu dan dari semua mata yang jahat dan Allah akan menyembuhkanmu.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad, p.322</strong>; Sesungguhnya, ketika Rasulullah merasa sakit, dia meminta kesembuhan dari Allah. Tapi atas sakitnya yang menyebabkan dirinya mati, dia tidak berdoa untuk minta kesembuhan; dia biasa berkata, “Wahai jiwa! Apa yang terjadi atas dirimu sehingga kau mencari berlindung di setiap tempat perlindungan?”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad p.322</strong>: Ketika saat terakhir sang Nabi semakin menderita, dia biasa menarik selimut menutupi mukanya; tapi ketika dia merasa tak nyaman, dia menyingkirkannya dari wajahnya dan berkata, “Kutukan Allah bagi orang2 Yahudi dan Kristen yang membuat kuburan2 para nabi mereka sebagai tempat keramat.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Hisham, Sirah NA p.679</strong>: Lalu penyakit sang Nabi bertambah buruk dan dia menderita sakit hebat. Dia berkata, “Siramkan air tujuh kantung kulit dari sumur2 yang berbeda ke atas tubuhku sehingga aku bisa ke luar bertemu orang2ku dan memerintahkan mereka.” Kami membantunya duduk di sebuah baskom tempat mandi milik Hafsa d. Umar dan kami menyiramkan air ke atasnya sampai dia menjerit,”Cukup, cukup!” …Lalu beberapa istrinya mengelilinginya … ketika pamannya Abbas ada bersamanya, dan mereka setuju untuk memaksanya minum obat. Abbas berkata, “Biar kupaksa dia,” tapi merekalah yang kemudian melakukannya. Ketika dia sembuh dia bertanya siapa yang memperlakukan dirinya seperti itu. Ketika para istrinya berkata padanya itu adalah perbuatan pamannya, dia berkata, “Ini adalah obat2an yang dibeli para wanita dari negara sana,” dan dia menunjuk arah Abyssinia [Ethiopia]. Ketika dia bertanya pada para istrinya mengapa mereka melakukan hal itu, pamannya menjawab, “Kami khawatir kau akan menderita pleurisy” Muhammad menjawab, “Itu adalah penyakit yang tidak akan diberikan Allah padaku. Tidak ada seorang pun yang berkunjung ke rumah ini sampai mereka dipaksa makan obat ini, kecuali pamanku.” Maymuna [salah seorang istri Muhammad] dipaksa untuk makan obat itu meskipun dia sedang puasa karena sumpah sang Rasul sebagai hukuman atas apa yang mereka perbuat padanya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Sa&#8217;ad, p.680; </strong>Umm Bishr datang kepada sang Nabi waktu Nabi sedang menderita sakit dan berkata, “O Rasul Allah! Aku tidak pernah melihat demam seperti ini.” Sang Nabi berkata padanya, ”Jika cobaan kita dua kali lipat beratnya, maka anugrah kita di surga pun jadi dua kali lipat pula. Apa yang orang2 katakan tentang penyakitku?” Dia (Umm Bishr) berkata, ”Mereka bilang itu pleurisy.” Karena itu sang Rasul berkata, “Allah tidak akan membuat RasulNya menderita seperti itu (pleurisy) karena itu tanda kemasukan Setan, tapi (rasa sakitku adalah akibat) daging yang kumakan bersama-sama dengan anak lakimu. Racun itu telah memotong urat nadiku.”</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibnu Hisham p.682</strong>; …. bahwa dia mendengar Aisha berkata: “Sang Rasul mati di pelukanku saat giliranku (malam jatahnya ia dan Muhammad). Aku tidak berbuat kesalahan apapun terhadap orang lain. Adalah karena ketidaktahuanku dan usia mudaku sehingga Rasul Allah mati di pelukanku.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>DARI KISAH KEMATIANNYA INI KITA DAPAT MEMBUKTIKAN BAHWA MUHAMMAD BUKANLAH NABI UTUSAN TUHAN. </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tujuan wanita Yahudi meracun Muhammad adalah untuk membuktikan apakah Muhammad benar2 seorang nabi, ataukah hanya seorang pembohong. Allah rupanya terlambat memberi peringatan kepada Muhammad, sehingga ia terlanjur memakan sedikit dari racun tersebut. Ia merasakan ada hal yang aneh pada rasa daging yang ia makan, kemudian ia berkata bahwa daging itu berbicara padanya (???). Setelah itu ia berusaha mati2an untuk sembuh dari pengaruh racun tersebut, mencari pengobatan kesana kemari. Bahkan ia bersama Jibril berdoa untuk meminta kesembuhan dari Allah. Namun pada akhirnya Muhammad wafat karena kutukan yang ia ucapkan sendiri;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#008000;">Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya, Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari </span><span style="color:#008000;"><strong>pemotongan urat nadi</strong></span><span style="color:#008000;"> itu. (QS 69:44-47)</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Sungguh cara mati yang indah bagi seorang pria berumur 62 tahun, yang mengaku sebagai </span><span style="color:#000000;"><strong>NABI TERAKHIR.</strong></span><span style="color:#000000;"> Mati dipangkuan seorang Aisha, istri muda berusia 18 tahun. Dengarkan apa yang diucapkan Muhammad menjelang kematiannya.</span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan <strong>Teman Yang Maha Tinggi</strong> <strong>…(Sahih Bukhari 59:715)</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>SIAPAKAH TEMAN YANG MAHA TINGGI ? YANG PASTI BUKAN ALLAH ! BIARLAH IMAN ANDA YANG MENJAWABNYA !</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=94&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/kematian-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWIcnvZ_3yI/AAAAAAAAAE0/jmEsV1p-cUw/s400/muhammad+0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud menyembah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBUNUHAN DAN KEKEJAMAN YANG DILAKUKAN MUHAMMAD</title>
		<link>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/pembunuhan-dan-kekejaman-yang-dilakukan-muhammad/</link>
		<comments>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/pembunuhan-dan-kekejaman-yang-dilakukan-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 12:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Exmuslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[D. MUHAMMAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exmuslim.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel ini kami hanya mencuplikkan beberapa pembantaian yang dijatuhkan pada perorangan. Untuk sejarah perampokan dan pembunuhan yang dilakukan secara lengkap anda dapat melihatnya dilink berikut ini; Sejarah Jihad 1, Sejarah Jihad 2, Sejarah Jihad 3, Sejarah Jihad 4, Sejarah Jihad 5, Sejarah Jihad 6. Jika anda menganggap KEJAM orang2 seperti Dukun AS, Fery Idham [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=91&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/pembantaian-oleh-muhammad.html"><img class="alignleft" title="mujizat muhammad" src="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWMCVw2wVAI/AAAAAAAAALs/xB_60wh3zuY/s400/No-Compulsion.jpg" alt="" width="220" height="184" /></a>Pada artikel ini kami hanya mencuplikkan beberapa pembantaian yang dijatuhkan pada perorangan. Untuk sejarah perampokan dan pembunuhan yang dilakukan secara lengkap anda dapat melihatnya dilink berikut ini;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-1.html"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Sejarah Jihad 1</strong></span></span></a></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:medium;"><strong>,</strong></span></span><span style="font-size:medium;"><strong> </strong></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-2.html"><span style="color:#33cc00;"><span style="font-size:medium;"><strong>Sejarah Jihad 2,</strong></span></span></a></span></span><span style="font-size:medium;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-3.html"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Sejarah Jihad 3</strong></span></span></a></span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;"><strong>,</strong></span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-size:medium;"><strong> </strong></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-4.html"><span style="color:#33ccff;"><span style="font-size:medium;"><strong>Sejarah Jihad 4,</strong></span></span></a></span></span><span style="font-size:medium;"><strong> </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-5.html"><span style="color:#ff6600;"><span style="font-size:medium;"><strong>Sejarah Jihad 5</strong></span></span></a></span></span><span style="color:#008080;"><span style="font-size:medium;"><strong>,</strong></span></span><span style="color:#ff6600;"><span style="font-size:medium;"><strong> </strong></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-jihad-6.html"><span style="font-size:medium;"><strong>Sejarah Jihad 6.</strong></span></a></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Jika anda menganggap KEJAM orang2 seperti Dukun AS, Fery Idham Heryansah, yang “hanya” membunuh beberapa orang saja. Anda harus melihat apa yang telah dilakukan Muhammad terhadap orang2 dibawah ini;</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>1 AL-NADR BIN AL-HARITH (AYAT SERUPA AL-QUR&#8217;AN)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Nadr bin Al Harits pertama disebutkan sebagai wakil Quraish yang berunding dengan Rasulullah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 196</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">… para pemimpin dari semua kelompok Quraish – Utbah bin Rabi&#8217;ah dan Sahiba ….. NADR BIN HARITS saudara dari bani Abdudar …</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan pemuka Quraish menawarkan uang, kemuliaan dan kedudukan jika itu memang yang diminta Muhammad SAW. Muhammad SAW menyatakan bukanlah itu yang dia inginkan melainkan pengakuan bahwa dia adalah Rasul yang diutus oleh Allah SWT.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Atas pernyataan tersebut, pemuka Quraish meminta bukti yaitu :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">1. Menyingkirkan gunung-gunung</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">2. Mengalirkan ke tanah Arab sungai-sungai</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">3. Menghidupkan kembali nenek moyang mereka.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Atas permintaan pembuktian itu Muhammad SAW menyatakan ketidakmampuannya. Akhirnya pertemuan berakhir tanpa kesepakatan apa-apa.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Halaman 198 – 199 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Abdullah bin abu Umayyah mendekati Rasulullah dan berkata, &#8220;Wahai Muhammad, MEREKA TELAH MEMBERIKAN TAWARAN YANG BAIK KEPADAMU YANG TERNYATA KAMU TOLAK. Pertama mereka meminta sesuatu darimu untuk mereka agar mereka mengetahu bahwa kedudukanmu disisi Tuhan adalah seperti apa yang kamu katakan sehingga mereka dapat mempercayaimu dan mengikutimu, DAN KAMU TIDAK MELAKUKAN APA-APA. Kemudian mereka memintamu untuk melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, agar mereka tahu kelebihanmu atas mereka dan kedudukanmu disisi Tuhan, DAN KAMU TIDAK MAU MELAKUKANNYA. Kemudian mereka memintamu untuk mendatangkan hukuman atas mereka agar mereka menjadi takut, dan KAMU TIDAK MELAKUKANNYA ……..</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Karena ketidakmampuan Muhammad SAW meyakinkan Quraish, maka pertentangan terhadap Muhammadpun berlanjut. Salah satunya dilakukan oleh Nadr bin al Harits</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber : Ibid</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Halaman 200 – 201</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada saat itu Nadr bin al Harits adalah salah satu setan dari Quraish. Dia selalu mencaci maki Rasulullah dan menunjukkan sikap bermusuhan. Dia pernah pergi ke al Hira dan belajar di sana tentang hikayat raja-raja Persia, hikayat tentang Rustum dan Isbandiyar. Ketika Rasullulah mengadakan pertemuan dimana dia mengingatkan mereka tentang Tuhan, dan mengingatkan umatnya tentang apa yang telah terjadi pada banyak generasi yang telah lalu akan pembalasan yang ditimpakan Tuhan atas kelaliman mereka, AL NADR MENGATAKAN KEPADA MEREKA, &#8220;AKU MEMILIKI KISAH DAN CERITA YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH MENARIK DARI YANG DIA MILIKI, IKUTLAH AKU&#8221;. Kemudian dia mulai menceritakan kepada mereka kisah tentang raja-raja Persia, Rustum dan Isbandiya, dan kemudian dia berkata, &#8220;Atas dasar apa kalian menganggap Muhammad adalah seorang penutur kisah yang lebih baik dari aku?&#8221;.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi kesalahan Nadr bin Al Harits adalah karena dia berani menyaingi Muhammad SAW dalam menceritakan kisah-kisah umat terdahulu. NADR BERANI MELAYANI TANTANGAN UNTUK MEMBUAT AYAT-AYAT YANG SERUPA AL-QUR&#8217;AN, DAN AKIBATNYA ADALAH HUKUMAN MATI.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :Ibid</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>jilid 2, halaman 122</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">… Ketika Rasulullah sedang berada di al Safira, NADR DIBUNUH OLEH ALI, sebagaimana yang diceritakan oleh seorang penduduk dari Mekah kepada saya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sungguh ironis, Muhammad SAW sendiri yang menantang orang-orang untuk mendatangkan ayat-ayat serupa Al-Qur&#8217;an, dan SAAT ADA YANG MELADENI TERNYATA TIDAK BISA DITERIMA OLEH MUHAMMAD SAW. Dan akibatnya adalah hukuman mati.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dengan perbuatannya ini Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT dalam Al-Qur&#8217;an yaitu :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 42 : 37 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan APABILA MEREKA MARAH MEREKA MEMBERI MAAF.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada mengikuti perintah Allah SWT untuk memberi maaf. Lagi-lagi, ironi terbesar muncul. Muhammad SAW yang gemar mencaci maki Yahudi and Nasrani ternyata TIDAK LEBIH BAIK DARI YANG DICACI MAKINYA.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 2 : 59 : </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lalu orang-orang yang zalim MENGGANTI PERINTAH dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi daripada mengikuti perintah untuk memaafkan, lebih baik bagi Muhammad SAW untuk mengganti perintah tersebut dengan pembunuhan. Tampaknya bagi Muhammad SAW berlakulah hukuman sesuai ayat Al-Qur&#8217;an berikut:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 29 : 68 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau MENDUSTAKAN YANG HAK [1160] TATKALA YANG HAK ITU DATANG KEPADANYA? BUKANKAH DALAM NERAKA JAHANNAM itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Perintah datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah yang mendustakan perintah tersebut. Dan menyedihkannya karena MENURUT AL-QUR&#8217;AN, sikap begini diganjar menjadi PENGHUNI NERAKA JAHANAM.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>2. UQBAH BIN ABI MUAIT (2 PERTANYAAN JEBAKAN)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Uqbah adalah satu sahabat dekat dari Nadr bin al Harits. Dia diutus oleh Quraish bersama Nadr untuk menemui rabi Yahudi yang memberikan 3 pertanyaan untuk mengetest Muhamamad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 201</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada pendeta Yahudi di Medinah ……. Sang pendeta berkata, &#8220;Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang 3 hal yang akan kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika dia tidak dapat menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang bajingan…… Tanyakan kepadanya tentang ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu ….. kedua, tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG yang telah mencapai negeri timur dan negeri barat. TANYAKANLAH KEPADANYA TENTANG ROH. Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia …..</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketiga pertanyaan kemudian disampaikan kepada Muhammad oleh Nadr dan Uqbah, dan Muhammad menjawab, &#8220;Aku akan memberikan jawabannya besok&#8221; (hal 202).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ternyata Muhammad SAW tidak dapat menjawab sesuai waktu yang dijanjikannya sendiri dan baru dapat menjawab SETELAH LEBIH DARI 15 HARI.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jawaban Muhammad adalah :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">1. Tentang orang muda yang menghilang dimasa lalu terjawab dengan sura Al-Kahfi yang menceritakan beberapa pemuda tertidur selama ratusan tahun (QS 18 : 9 – 26)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">2. Tentang pengembara terjawab dengan ayat-ayat tentang Zulkarnain yang mencapai tempat matahari terbenam di lumpur hitam (QS 18 : 83 – 101).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">3. Sementara tentang roh, Muhammad SAW tidak dapat menjawab dan hanya mendapatkan wahyu bahwa roh adalah diluar jangkauan pikiran manusia.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 17 : 85 : </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah : &#8220;Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit&#8221;.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Satu hal yang tidak disadari oleh Muhammad SAW adalah bahwa pendeta YAHUDI MENJEBAK MUHAMMAD SAW dengan 3 pertanyaan. Dari 3 pertanyaan, 2 pertanyaan yaitu tentang pemuda yang tertidur di gua dan Zulkarnain ADALAH PERTANYAAN JEBAKAN KARENA CERITA INI JELAS ADALAH LEGENDA TIDAK ADA NILAI TEOLOGISNYA SAMA SEKALI.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">* Kisah pengembara yang mencapai tempat matahari adalah LEGENDA TENTANG KAISAR KAFIR <span style="font-size:medium;"><strong>Alexander Agung. </strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">* Sedangkan cerita tentang pemuda yang tertidur ADALAH LEGENDA THE SEVEN SLEEPERS OF EFESSUS. Cerita ini diterjemahkan dalam bahasa Syria oleh James dari Sarug (w. 521 M).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lucunya untuk 2 PERTANYAAN JEBAKAN INI MUHAMMAD JUSTRU BISA MENJAWAB BAHKAN MASUK DALAM AL-QUR&#8217;AN. Sementara untuk pertanyaan yang sesungguhnya yaitu tentang roh tidak mampu dijawab.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Akibatnya celaan terhadap Muhammad tidaklah surut, malah semakin keras. Dan nasib Uqbah yang mengajukan pertanyaan menjadi jelas, yaitu harus dihukum mati.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :Ibid</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>jilid 2, halaman 122</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Disaat Rasulullah sedang berada di Irqul Zabya, Uqbah terbunuh. Dia ditangkap oleh Abdullah bin Salimah, salah seorang keluarga bani Ajlan. Ketika RASULULLAH MEMERINTAHKAN UNTUK MEMBUNUHNYA, dia berkata, &#8220;Tetapi siapa yang akan mengasuh anakku wahai Muhammad?&#8221;. &#8220;NERAKA, &#8220;JAWAB RASULULLAH, dan Asim bin Thabit bin Abul Aqlah al Anshari membunuhnya …..</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kesalahan Uqbah adalah karena dia mengajukan 3 pertanyaan yang menjebak Muhammad SAW. Dan sangat ironis karena Muhammad SAW ternyata memang terjebak. Dendam Muhammad SAW bahkan terlihat saat dia menjawab bahwa anak-anak Uqbah akan disuh oleh neraka. Anak-anak yang belum tahu apa-apa ikut menjadi korban dendam Muhammad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang lain lagi.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 45 : 14 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka MEMAAFKAN ORANG-ORANG YANG TIADA TAKUT HARI-HARI ALLAH karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya karena terjebak memberi jawaban salah daripada mengikuti perintah Allah SWT untuk memberi maaf.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>3. KAAB IBN ASHRAF (PUISI YANG MENGKRITIK)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Setelah pindah ke Medinah, Muhammad SAW mulai menghimpun kekuatan. Pada waktu itu golongan Yahudi menolak ajakan Muhammad SAW untuk memeluk Islam. Salah satu dari antaranya adalah Kaab bin Al Ashraf yang tidak mempercayai bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan mendukung Quraish. Namun Kaab tidaklah pernah mengangkat senjata terhadap Muhammad SAW ataupun muslim lainnya. Yang dilakukannya hanyalah MENGARANG LIRIK-LIRIK DIMANA DIA MERATAPI ORANG-ORANG QURAISH YANG TERBUNUH saat perang Badar dan lirik yang dianggap menghina wanita muslim. Dan karena tulisannya, Kaab harus dibunuh atas perintah Muhammad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 188 – 191</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">… Kaab mulai mencaci maki Rasulullah dan menyusun baris-baris dimana DIA MERATAPI KAUM QURAISH YANG DILEMPARKAN KEDALAM LUBANG SETELAH TERBUNUH di perang Badar. Ia berkata :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Perang Badar telah menumpahkan darah manusia</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Melihat Badar air matamu pasti meleleh dan menangis</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Orang-orang terbaik dibantai di sekeliling kantung air mereka</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">………..</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Aku mendengar Harits ibnu Hisyam (cat : dia adalah seorang pembesar Quraish)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Melakukan hal yang benar dan mengumpulkan pasukan</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Menuju Yatsrib dengan tentara-tentaranya</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Karena hanya mereka yang mulia</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Yang rupawan yang akan melindungi reputasi mereka yang tinggi</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">………</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lalu dia menulis puisi cinta yang MENGEJEK KEADAAN WANITA-WANITA ISLAM. (cat vivaldi : tidak dituliskan lirik yang yang dimaksud). RASULULLAH BERKATA, &#8220;SIAPA YANG AKAN MENYINGKIRKAN IBN ASHRAF UNTUKKU?. Muhammad bin Maslamah …. berkata , &#8220;Aku yang akan melakukannya untukmu wahai Rasulullah. Aku akan membunuhnya&#8221; . Beliau berkata, &#8220;Kerjakanlah jika kamu sanggup&#8221;.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">…………….</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KUTUSUKKAN BELATI KE BAGIAN BAWAH TUBUHNYA, LALU AKU TERUS MENUSUK HINGGA KE KEMALUANNYA, dan diapun jatuh ketanah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">………..</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kami mengucapkan salam ketika beliau sedang shalat dan ketika beliau keluar kami mengatakan bahwa kami telah membunuh musuh Allah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Atau menurut hadis;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari 59 no 369 </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Jabir Abdullah :<strong> </strong>RASULULLAH BERSABDA, &#8220;SIAPA YANG BERSEDIA MEMBUNUH KA`B BIN AL-ASHRAF YANG TELAH MENYAKITI ALLAH DAN RASULNYA?&#8221; Dari situ Maslama berdiri dan berkata, &#8220;Oh, Rasulullah! Apakah kamu suka kalo saya membunuhnya? &#8221; Nabi bersabda, &#8220;Ya&#8221;. Maslama berkata, &#8220;Kalo begitu <strong>BIARKAN SAYA MEMFITNAH</strong> (dengan kata lain menipu Ka`. NABI BERSABA, <strong>&#8220;ANDA BOLEH MENGATAKAN DEMIKIAN.&#8221; </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Maslama pergi ke Ka`b dan berkata, &#8220;Orang itu (i.e Muhammad) meminta Sadakah (i.e Zakat, pajak) dari kita, dan dia menyebabkan masalah pada kita, dan saya dating untuk meminjam sesuatu dari mu.&#8221; Untuk itu, Ka`b berkata, &#8220;Oleh Allah, kamu akan cape (bosan) menghadapi dia (Muhammad)!&#8221; Maslama berkata, &#8220;Sekarang sejak kami sudah mengikutinya, kami tidak mau meninggalkan dia dan sampai kami melihat bagaimana dia akhirnya. Sekarang kami mau kamu meminjamkan kepada kami satu atau dua truk onta penuh dengan makanan.&#8221; Ka`b berkata, &#8220;Ya, tapi kamu mesti memberikan jamiman pada saya.&#8221; Maslama dan temannya berkata, &#8220;Apa yang kamu mau?&#8221; Ka`b menjawab, &#8220;Jaminkan perempuan anda pada saya&#8221;. Mereka berkata, &#8220;Bagaimana mungkin kami menjaminkan perempuan kami pada anda dan anda adalah yang terganteng daripada semua orang Arab?&#8221; Ka`b berkata, &#8220;Kalau begitu jaminkan anak anda kepada saya.&#8221; Mereka berkata, &#8220;Bagaimana mungkin kami menjaminkan anak-anak kami kepada mu? Di waktu yang akan datang, mereka akan dihina oleh orang-orang bahwa si anu telah dijaminkan untuk satu truk onta penuh makanan. Hal itu akan membuat kami malu, tapi kami akan menjaminkan senjata kami kepadamu.&#8221;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Maslama dan temannya menjanjikan pada Ka`b bahwa Maslama akan kembali padanya. Dia datang ke Ka`b pada malam harinya bersama dengan saudara lelaki angkat Ka`b, Abu Na`ila. Ka`b mengundang mereak untuk masuk kedalam rumahnya dan pergi bersama dengan mereka. Isterinya menanyakan padanya, &#8220;Kemana engkau akan pergi di waktu malam demikian?&#8221; Ka`b menjawab, &#8220;Tidak lain tetepai Maslama dan saudara angakat saya abu Na`ila yang datang.&#8221; Isterinya berkata, &#8220;Saya mendengar suara seakan-akan darah bercucuran darinya.&#8221; Ka`b berkata, &#8220;Mereka tidak lain tetapi saudara saya Maslama dan saudara angkat saya Abu Na`la. Seorang yang murah hati selayaknya memenuhi undangan untuk melewatakan malam hari walaupun jika diundang untuk dibunuh.&#8221;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Maslama pergi dengan kedua lelaki tersebut. Jadi Maslama masuk bersama dengan dua orang, dan berkata kepada mereka, &#8220;Ketika Ka`b datang, saya akan menyentuh rambutnya dan menciumnya, dan ketika kamu melihat bahwa saya telah memegang kepalanya, pukulah dia. Saya akan membiarkan anda mencium kepalanya.&#8221;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ka`b bin al-Ashraf turun dan menghampiri mereka dalam pakaiannya, dan menyebarkan bau parfum. Maslama berkata, &#8220;Saya belum pernah mencium wangi yang lebih baik dari pada ini.&#8221; Ka`b menjawab, &#8220;Saya mempunyai wanita Arab terbaik yang mengetahui cara penggunaan parfum kelas tinggi.&#8221; Maslaam meminta Ka`b, &#8220;Bolehkan saya mencium kepala anda?&#8221; Ka`b berkata, &#8220;Boleh.&#8221; Maslama menciumnya dan membuat temanya menciumnya juga. Kemudian dia meminta Ka`b lagi, &#8220;Apakah saya boleh (mencium kepala anda)?&#8221; Ka`b berkata, &#8220;Boleh.&#8221; Ketika Maslama berhasil memegangnya erat, dai berkata (kepada teman-temannya) , &#8220;Tangkap dia!&#8221; KEMUDIAN MEREKA MEMBUNUHNYA dan pergi kepada nabi untuk memberitahukan kepadanya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Atau sumber kuno lainnya :</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dari Ibn Sa&#8217;d,</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kitab Al Tabaqat Al Kabir, volume 1, halaman 37 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Mereka (Maslama dan teman-temannya) memotong kepalanya (Ka` dan membawanya …. MEREKA MENYUGUHKAN KEPALA KA`B DIHADAPAN MUHAMMAD. DIA (NABI) MEMUJI ALLAH ATAS KEMATIANNYA (KA`B)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi seseorang bisa dengan mudah dibunuh hanya karena tulisannya. Padahal apa yang ditulis oleh Kaab hanyalah lirik yang menyesalkan banyaknya orang Quraish yang meninggal. Tuduhan bahwa Kaab menulis lirik yang menghina muslimah tidak pernah dibuktikan terbukti dengan tidak adanya dalam kutipan Ibn Ishaq diatas.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi karena Muhammad SAW tidak senang dengan tulisan Kaab bin Al Ashraf, MAKA DIBUNUHNYALAH ORANG TERSEBUT DENGAN CARA YANG LICIK, DIMALAM HARI DAN DENGAN PENIPUAN.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tampaknya Muhammad SAW memang adalah orang yang tidak bisa memaafkan orang lain. Dan ironis sekali karena Muhammad SAW sendiri ternyata melanggar apa yang sudah diperintahkan oleh Allah SWT.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 5 : 13 : ………… dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka MAAFKANLAH MEREKA DAN BIARKAN MEREKA, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi bagi Muhammad SAW adalah LEBIH BAIK MEMUASKAN DENDAMNYA DARIPADA MENGIKUTI PERINTAH ALLAH SWT untuk memaafkan dan membiarkan dan menjadi orang baik-baik.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:medium;">4. IBN SUNAYNA (KEBENCIAN RAS)</span></strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 194</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Rasulullah berkata, &#8220;BUNUH SETIAP YAHUDI yang jatuh kedalam kekuasaanmu&#8221; . Setelah itu Muhayyisa bin Mas&#8217;ud menyergap dan menyerang Ibnu Sunayna seorang pedagang Yahudi yang sebenarnya mempunyai hubungan sosial dan bisnis dengan mereka dan dia membunuhnya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">SUNNAH NABI YANG SANGAT KEJI. Membunuh setiap Yahudi hanya karena dia terlahir sebagai Yahudi. Tidak perduli apakah si Yahudi benar atau salah. Sungguh ironis, muslim senantiasa menuduh Yahudi membenci Islam, namun sunah nabi diatas jelas menunjukkan sebaliknya, Muhammad SAWlah yang sangat membenci Yahudi.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pembunuhan ini dikecam oleh saudara Muhayyisa yang bernama Huwayissa yang menyatakan, &#8220;Kamu membunuhnya sedangkan banyak lemak diperutmu berasal dari kekayaannya&#8221; (halaman 194)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Cerita kemudian berkembang dimana Huwayyisa tertarik dengan Islam karena kepatuhan Muhayyisa untuk mentaati Muhammad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid, halaman 194</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">&#8220;Demi Allah, jika Muhammad memerintahkanmu untuk membunuhku, apakah engkau akan melakukannya&#8221; . Dia (Muhayyisa) berkata, &#8220;Ya, demi Allah, seandainya dia memerintahkan aku untuk membunuhmu aku akan melakukannya&#8221; . Dia (Huwayyisa) berkata, &#8220;Sungguh menakjubkan agama yang dapat membuatmu menjadi seperti ini!&#8221;. Dan mulai saat itu dia (Huwayyisa) masuk Islam.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kisah yang sangat ironis. Huwayyisa tertarik dengan Islam karena kepatuhan saudaranya terhadap apa yang diperintahkan Muhammad SAW. TERMASUK KEPATUHAN UNTUK MEMBUNUH SAUDARANYA SENDIRI.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:medium;">5. SALLAM IBN ABUL-HUQAIQ (PEMBUNUHAN UNTUK KEPUASAN)</span></strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 324 – 325</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">…., muncullah masalah Sallam ibn Abdul Huqaiq yang dikenal sebagai Abu Rafi berkaitan dengan mereka yang telah mengumpulkan orang-orang dari berbagai suku untuk bersama-sama melawan Rasulullah ……. Maka Khazraj meminta kepada Rasulullah dan DIIJINKAN OLEH BELIAU UNTUK MEMBUNUH SALLAM yang saat itu sedang berada di Khaibar. …….. Ketika Aus telah membunuh Kaab karena sikap permusuhannya terhadap Rasulullah, segera Khazraj mengucapkan kata-kata itu dan bertanya kepada kaumnya sendiri siapakah yang begitu memusuhi rasulullah sebagaimana Kaab?. Merekapun segera ingat kepada Sallam yang berada di Khaibar dan meminta izin Rasulullah untuk membunuhnya dan merekapun diijinkan. ……….. Saat mereka telah sampai di Khaibar segera mereka mendatangi rumah Sallam di malam hari …. ISTRI SALLAM KELUAR DAN MENANYAKAN SIAPAKAH MEREKA DAN DIJAWABLAH BAHWA MEREKA ADALAH ORANG-ORANG ARAB YANG MENCARI MAKANAN. MAKA MEREKAPUN DIPERBOLEHKAN MASUK. Ketika kami masuk kami segera mengunci pintu kamarnya karena kami khawatir akan ada yang menghalangi kami. ……… Setelah kami menebaskan pedang padanya, ABDULLAH BIN UNAIS MENUSUK PERUTNYA SAMPAI TEMBUS …….</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">MUHAMMAD SAW MEMBUNUH SALLAM HANYA UNTUK MEMUASKAN KEINGINAN BANI KHAZRAJ yang ingin berjasa seperti bani Aus yang telah membunuh Kaab bin Al Ashraf.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pembunuhan diatas ditambah lagi dengan KEBOHONGAN DENGAN MEMANFAATKAN KEBAIKAN HATI KELUARGA SALLAM yang mau menerima mereka untuk memberi makan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Sungguh ironis sekali.</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang lain lagi.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 15 : 85 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, MAKA MAAFKANLAH (MEREKA) DENGAN CARA YANG BAIK.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada mengikuti perintah Allah SWT untuk memaafkan dengan cara yang baik.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>6</strong><span style="font-size:medium;"><strong>. UMAIYA BIN KHALAF ABI SAFWAN (BENCI KARENA GAGAL MERAMPOK)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Bukhari Volume 4, buku 56, Nomor 826: </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Dikisahkan oleh &#8216;Abdullah bin Mas&#8217;ud: </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sad bin Muadh datang ke Madinah dengan tujuan untuk melakukan umrah dan dia tinggal di rumah Umaiya bin Khalaf Abi Safwan ……&#8230; Umaiya berkata kepada Sa&#8217;d, &#8220;Tunggulah hingga siang hari saat orang-orang berada dirumah mereka, baru kamu pergi melakukan tawaf mengelilingi Kabah&#8221;. Saat Sad sedang mengelilingi Kabah, Abu Jahl mendatanginya dan berkata, &#8220;Siapa itu yang sedang bertawaf?&#8221; Sad menjawab, &#8220;Aku Sad&#8221;. Abu Jahl berkata, &#8220;Apakah kamu aman sekalipun kamu pernah memberikan perlindungan kepada Muhammad dan sahabat-sahabatnya. ?&#8221; Sad berkata, &#8220;Ya&#8221;, dan mereka mulai bertengkar. Umaiya berkata kepada Sad, &#8220;Jangan bertengkar dengan Abu Jahl karena dia adalah pemimpin Mekkah&#8221;. Sad kemudian berkata kepada Abu Jahl, &#8220;Demi Allah, jika kamu menghalangi aku bertawaf, Aku akan menghancurkan perdaganganmu dengan Syam&#8221;. Umaiya terus berusaha menenangkan Sad. Sad menjadi marah dan BERKATA KEPADA UMAIYA, &#8220;PERGILAH DARIKU KARENA AKU MENDENGAR MUHAMMAD AKAN MEMBUNUHMU&#8221;. Umaiya bertanya, &#8220;Apakah Muhammad benar akan membunuhku?&#8221; . Sad berkata, &#8220;Ya!&#8221;. Umaiya berkata, &#8220;Demi Allah, jika Muhammad berkata sesuatu, dia tidak akan berbohong&#8221;. ………. Maka ketika kaum Quraish menuju ke Badar dan menyatakan perang, …..istri Umaiya berkata, Tidaklah kamu mengingat apa yang dikatakan saudaramu yaitu Sad&#8221;. (cat : bahwa Muhammad akan membunuh Umaiya) Umaiya memutuskan tidak berperang tetapi Abu Jahl berkata kepadanya, &#8220;Kamu aalah dari keluarga bangsawan di Mekah, maka kamu harus ikut kami untuk satu atau dua hari.&#8221; UMAIYA PERGI BERSAMA MEREKA DAN ALLAH KEMUDIAN MEMBUNUHNYA.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kebencian Muhammad SAW tampaknya dipicu karena KEGAGALANNYA UNTUK MERAMPOK BARANG DAGANGAN UMAYYA BIN KHALAF. Namun siapa sih orang yang mau barang dagangannya dirampok, sekalipun yang merampok mengaku sebagai utusan Allah SWT dan mungkin kegiatannya merampok atas wahyu Allah SWT.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sejarah Hidup Muhammad SAW</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad Husain Haekal</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">BAGIAN KEDUABELAS: SATUAN-SATUAN DAN BENTROKAN-BENTROKAN PERTAMA</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lalu ia mengadakan persekutuan dengan pihak Banu Dzamra; bahwa sebulan sesudah itu ia pergi lagi mengepalai 200 orang dari Muhajirin dan Anshar &#8211; menuju Buwat dengan SASARAN SEBUAH KAFILAH YANG DIPIMPIN O]EH UMAYYA B. KHALAF yang terdiri dari 2.500 ekor unta dikawal oleh 100 orang pasukan perang. Tapi juga sudah tidak bertemu lagi, sebab mereka sudah MENGAMBIL HALUAN LAIN, bukan jalan kafilah</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi setelah berada di Medinah, Muhamamd SAW sering malakukan penyerangan terhadap kafilah-kafilah Quraish untuk merampok mereka.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 97, 121</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ekspedisi Besar ke Lembah Badar</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kemudian Rasulullah mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb datang dari Syria dengan sebuah kereta besar kaum Quraish yang membawa uang dan barang dagangan …… beliau memanggil orang-orang Islam dan berkata, &#8220;INI ADALAH KERETA QURAISH YANG BERISIKAN HARTA KEKAYAAN MEREKA. BERANGKATLAH UNTUK MELAKUKAN PENYERANGAN, semoga Allah memberikan keberhasilan kepada kita.&#8221;… Kemudian Rasulullah memerintahkan agar semua BARANG RAMPASAN PERANG yang telah dikumpulkan didalam tenda dibawa bersama-sama ……</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Akibat perampokan inilah yang kemudian memicu terjadinya perang Badar yang merenggut sangat banyak korban jiwa dari kedua belah pihak. Umayya sendiri akhirnya mati karena dibunuh oleh Bilal yang mendendam karena pernah disiksa oleh Umayya. Tampaknya agama Islam yang dipeluknya tidak dijalankannya dengan benar.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sejarah Hidup Muhammad SAW</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad Husain Haekal</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>BAGIAN KETIGABELAS : PERANG BADR</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bilal melihat Umayya b. Khalaf dan anaknya, begitu juga beberapa orang Islam melihat mereka yang dikenalnya di Mekah dulu. Umayya ini adalah orang yang pernah menyiksa Bilal dulu, ketika ia dibawanya ketengah-tengah padang pasir yang paling panas di Mekah. Ditelentangkannya ia di tempat itu lalu ditindihkannya batu besar di dadanya, dengan maksud supaya ia meninggalkan Islam. Tetapi Bilal hanya berkata: &#8220;Ahad, Ahad. (Yang Satu, Yang Satu.)&#8221; Ketika dilihatnya Umayya, Bilal berkata : &#8220;Umayya, moyang kafir. Takkan selamat aku, kalau kau lolos!&#8221; Beberapa orang dari kalangan Muslimin mengelilingi Umayya dengan tujuan jangan sampai ia terbunuh dan akan dibawanya sebagai tawanan. Tetapi Bilal di tengah-tengah orang banyak itu berteriak sekeras-kerasnya: &#8220;Sekalian tentara Tuhan! Ini Umayya b. Khalaf kepala kafir. Takkan selamat aku kalau ia lolos.&#8221; Orang banyak berkumpul. Tetapi Bilal tak dapat diredakan lagi, DAN UMAYYA DIBUNUHNYA.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">MUHAMMAD SAW SENDIRI MENCURI dan ironisnya dalam salah satu perintahnya Allah SWT memberikan syarat untuk bisa diampuni Allah SWT adalah TIDAK MENCURI.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 60 : 12 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, TIDAK AKAN MENCURI, tidak akan berzina, ……. maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kegiatan mencuri memang DIKECAM OLEH ALLAH SWT. NAMUN TOH TETAP DILAKUKAN OLEH MUHAMMAD SAW dengan merampok.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 29 : 67 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, SEDANG MANUSIA SEKITARNYA RAMPOK-MERAMPOK. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kegiatan merampok dan mencuri bahkan diancam hukuman potong tangan. Namun hukuman potong tangan ini tampaknya tidak berlaku bagi Muhammad SAW dan pengikut-pengikutny a. Jadi perintah ini dilanggar sendiri oleh Muhammad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 5 : 38 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang MENCURI, POTONGLAH TANGAN KEDUANYA (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sangat jelas bahwa Muhammad SAW dan pengikut-pengikutnya telah mendustakan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an sendiri, dan Al-Qur&#8217;an memang sudah memperingatkan hal ini.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 6 : 49 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan orang-orang yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT KAMI, mereka akan ditimpa SIKSA disebabkan mereka selalu BERBUAT FASIK.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>7. AMIR BIN JIHASY BIN KAAB (PEMBUNUHAN KARENA CURIGA &#8211; 1)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan bahwa sat Muhammad SAW mengunjungi bani Nadhir, Muhammad memang sedang mencari2 alasan agar bisa merampok bani Yahudi ini, karenanya ia menuduh seorang dari mereka yaitu Amir bin Jihasy bin Kaab BERMAKSUD menjatuhkan batu keatas Muhammad SAW saat sedang duduk.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 270</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Rasulullah duduk disebelah dinding rumah salah seorang diantara mereka pada saat itu. Amir bin Jihasy bin Kaab mengajukan diri untuk melakukannya dan NAIK KE ATAS UNTUK MENJATUHKAN BATUNYA. Ketika rasulullah sedang berada bersama sejumlah pengikutnya yang diantaranya adalah Abu Bakar, Umar dan Ali, DATANGLAH KABAR UNTUKNYA DARI SURGA mengenai orang-orang yang dimaksud dan kemudian beliau berdiri dan berkata kepada rombongannya, &#8220;Jangan kemana-mana sampai aku kembali kesini lagi&#8221;. Dan beliau kembali ke Madinah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi Muhammad SAW mendapatkan pemberitahuan dari langit bahwa Amir bin Jihasy akan membunuhnya. TUDUHAN YANG TIDAK PERNAH DIBUKTIKAN. Bahkan sahabat-sahabat Muhammad sendiri tidak mengetahui alasan Muhammad SAW meninggalkan mereka di bani Nadhir.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid, halman 270 &#8211; 271</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika para sahabat itu merasa telah lama menunggu Rasulullah, maka BANGKITLAH MEREKA UNTUK MENCARINYA dan menjumpai seseorang yang baru tiba dari Medinah dan menanyakan kepadanya mengenai beliau. Dikatakannya bahwa dia telah melihat beliau masuk Madinah, dan berangkatlah mereka, dan ketika mereka menemukan beliau, oleh Rasulullah MEREKA DIBERITAHU tentang penghianatan orang-orang Yahudi (cat : bani Nadhir) yang ditujukan pada beliau. Rasulullah memerintahkan mereka untuk menyiapkan diri untuk berperang …. Untuk mendatangi mereka.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bani Nadhir yang memang tidak memiliki kekuatan bersenjata, akhirnya menyerah dan harus merelakan hartanya dirampok oleh Muhammad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid, halaman 271 </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Mereka meninggalkan harta bendanya kepada Rasulullah yang dapat digunakan menurut kehendak dan kebijakan beliau.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Namun Muhammad tidak dapat melupakan dendam pribadinya karena pernah MERASA AKAN dilempar batu oleh Amir bin Jihasy, dan hukuman matilah yang dijatuhkan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid, halaman 272</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Salah seorang keluarga Yamin mengatakan kepada saya bahwa Rasulullah mengatakan kepada Yamin, &#8220;Pernahkan kamu melihat bagaimana sepupumu menerimaku dan apakah yang ingin dia lakukan ?&#8221;. Maka kemudian Yamin memberi uang kepada seseorang dan menyuruhnya membunuh Amir bin Jihasy dan diapun membunuhnya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Luar biasa, nyawa seseorang harus melayang KARENA KECURIGAAN MUHAMMAD SAW yang MERASA akan ditimpa batu. Kecurigaan yang tidak pernah diklarifikasi dan dibuktikan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Melihat dari kisah diatas sangat mungkin bahwa Muhammad SAW memang MENYEBAR FITNAH bahwa dia akan ditimpa batu oleh Amir bin Jihasy agar mendapatkan legitimasi untuk menyerang dan merampok kekayaan bani Nadhir.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Apa yang dikatakan tentang fitnah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 68 : 10 – 11 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang BANYAK BERSUMPAH lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari MENGHAMBUR FITNAH</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ayat diatas tampaknya mengena bagi Muhammad SAW karena beliau sendiri gemar bersumpah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sejarah Hidup Muhammad SAW</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad Husain Haekal</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Bagian keenambelas : Pengaruh Uhud</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tetapi Muhammad jadi marah karena sikap lemah dan mau surut itu. IA BERSUMPAH mengatakan kepada mereka, bahwa ia akan pergi juga ke Badr walaupun seorang diri.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Begitupula saat Muhamamad SAW bersumpah kepada istri-istrinya dan kemudian harus dibatalkan dengan bantuan ayat Al-Qur&#8217;an.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Bagian keduapuluh enam : Ibrahim dan Istri-Istri Nabi </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Muhammad segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang telah mendorong Hafsha menyatakan apa yang telah disaksikannya itu serta membicarakannya kembali dengan Aisyah atau isteri-isterinya yang lain. Dengan maksud hendak menyenangkan perasaan Hafsha, ia bermaksud HENDAK BERSUMPAH MENGHARAMKAN MARIA BUAT DIRINYA kalau Hafsha tidak akan menceritakan apa yang telah disaksikannya itu. ……. Ia pergi ke mesjid, dan dengan suara keras ia berkata kepada mereka: &#8220;Rasulullah &#8211; s.a.w. &#8211; tidak menceraikan isterinya.&#8221; Sehubungan dengan peristiwa inilah ayat-ayat suci ini turun: &#8220;Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan sesuatu yang oleh Tuhan dihalalkan untukmu; hanya karena engkau ingin memenuhi segala yang disenangi para isterimu? Dan Allah jua Maha Pengampun dan Penyayang. Tuhan telah MEWAJIBKAN KAMU MELEPASKAN SUMPAH KAMU ITU. Dan Tuhan jua Pelindungmu, Dia mengetahui dan Bijaksana.&#8221;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>8. SEORANG YANG TIDAK DIKENAL (PEMBUNUHAN KARENA CURIGA &#8211; 2)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tampaknya Muhammad SAW memang memiliki tingkat kecurigaan yang sangat tinggi. Kisah berikut ini membuktikan dimana nyawa seseorang sungguh tidak berarti dimata Muhammad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Bukhari Volume 4, Buku 52, Nomor 286: </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Dikisahkan oleh Salama bin Al-Akwa :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Seorang mata-mata kafir datang kepada Rasulullah saat dalam satu perjalanannya. Mata-mata tersebut duduk bersama sahabat-sahabat nabi dan bercakap-cakap kemudian pergi. Rasulullah berkata kepada sahabat-sahabatnya, &#8220;KEJAR ORANG TADI DAN BUNUH DIA&#8221;. Maka aku membunuhnya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bahkan siapa nama orang yang dituduh mata-mata itupun tidak diketahui. Tidak juga ada usaha klarifikasi atas tuduhan Muhammad SAW. Betapa tidak berharganya nyawa orang tersebut. Tidakkah terpikir bagaimana nasib istri dan anak-anaknya?</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah berikut yaitu agar tidak kebanyakan purba sangka.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 49 : 12 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Hai orang-orang yang beriman, JAUHILAH KEBANYAKAN PURBA-SANGKA (kecurigaan) , karena sebagian dari purba-sangka itu DOSA</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>9. ABU AFAK (PEMBUNUHAN KARENA SYAIR)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Salah satu pembunuhan yang paling tidak pandang bulu adalah pembunuhan seorang KAKEK TUA RENTA YANG TELAH BERUMUR 120 TAHUN yaitu Abu Afak hanya karena Abu Afak menuliskan syair mengecam Muhammad SAW.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233 &#8211; 234</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Abu Afak adalah salah seorang dari bani Amr bin Auf dari kelompok bani Ubaidah. Dia menunjukkan kemunafikannya ketika Rasulullah membunuh Harits bin Suwaid bin Samit dan berkata :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Aku telah hidup lama tetapi aku tidak pernah menemui</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sebuah kelompok atau perkumpulan orang</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Yang lebih setia kepada tanggungjawab mereka</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan sekutu-sekutu mereka ketika memanggil mereka</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Daripada keturunan Qaila ketika mereka sedang berkumpul</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Orang-orang yang melempar gunung dan tidak pernah menyerah</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Penunggang kuda yang datang kepada mereka memecah mereka menjadi dua (mengtakan)</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">&#8220;Izinkan&#8221;, &#8220;Jangan izinkan&#8221; segala amalan dan tindakan</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jika engkau percaya akan kejayaan atau kerajaan</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Engkau akan mengikuti Tuba</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Rasulullah berkata, &#8220;SIAPA YANG BERSEDIA MEMBUAT PERHITUNGAN DENGAN BAJINGAN INI UNTUKKU?&#8221; Kemudian Salim bin Umair dari bani Amr bin Auf salah satu dari para penangis berangkat dan membunuh dia………</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Atau menurut sumber kuno berikut :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kitab Al Tabaqat Al Kabir Volume 2, </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibn Sa`d, halaman 32 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kemudian terjadi serangan (&#8220;sariyyah&#8221;) oleh Salim Ibn Umayr al-Amri terhadap Abu Adak, orang Yahudi pada (bulan) Shawwal dipermulaan dari bulan ke duapuluh dari hijrah Rasulullah. Abu Afak adalah dari Bani Amr Ibn Awf dan seorang yang sudah tua yang telah mencapai umur 120 tahun. Dia seorang Yahudi, dan dulunya pernah menghasut orang-orang untuk menentang Rasulullah, dan menyusun bait-bait puisi yang bersifat menyindir (Muhammad). Salim Ibn Umayr yang adalah salah seorang yang paling berduka yang berpartisipasi dalam perang Badr berkata, &#8220;Saya bersumpah bahwa saya harus membunuh abu Afak atau mati dihadapannya. &#8221; Dia menunggu kesempatannya sampai suata malam yang panas datang, dan Abu Afak tidur di ruang terbuka. Salim Ibn Umayr mengetahui hal ini, sehingga dia MENUSUKKAN PEDANGNYA PADA HATI ABU AFAK DAN MENEKANNYA SAMPAI TEMBUS KE KASURNYA. Musuh Allah berteriak dan orang-orang yang menjadi pengikutnya segera datang kepadanya, membawa dia ke rumahnya dan menguburkannya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Abu Afak menuliskan syair-syairnya di Medinah yang mengkritisi Muhammad SAW. Abu Afak menilai bahwa pengajaran Muhammad SAW sering diubah-ubah, tercermin dari kritikannya &#8220;Izinkan&#8221; dan &#8220;Jangan izinkan&#8221;. Selain itu Abu Afak menyerukan untuk mengikuti Tuba yang adalah seorang raja dari Yaman yang beragama Yahudi.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Namun tidak ada satu catatanpun dimana Abu Afak membujuk kaumnya untuk melakukan kekerasan fisik terhadap Muhammad SAW. Seorang yang berumur 120 tahun, sudah barang tentu bukanlah ancaman bagi Muhammad SAW secara fisik.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Namun karena Abu Afak telah berani mengkritik Muhammad SAW dan karena dia adalah keturunan Yahudi, maka nasib sudah ditentukan yaitu Abu Afak harus mati apapun penyebabnya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tidakakah Anda melihat bahwa pembunuhan terhadap Abu Afak seorang tua renta oleh Salim seorang pejuang Muslim dengan cara mencuri-curi pada saat Abu Afak tertidur lelap sebagai perbutaan yang sangat pegecut?</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Apakah ada yang berani mempertanyakan kediktatoran Muhmmad dan para sahabat? Adakah yang berani vokal pada jaman Orba? Adakah rakyat Irak yang berani menentang Saddam Hussein sebelum jatuh? Apakah yang akan terjadi pada mereka yang berani menentang para diktator? Jawabnya, jelas akan dibunuh dengan keji.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Apakah hanya karena sindrian dari puisi dan kata-kata Abu Afak yang tidak berkenan dihati Muhammad, nyawanya bisa diambil oleh Muhammad begitu saja? Apakah ini standard moral Muhammad sebagai seorang utusan Allah?</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tampaknya bagi Muhammad SAW membunuh seorang kakek tua renta yang sudah ompong hanyalah hal kecil saja dan tidak ada artinya. Kekejian ini bisa jadi adalah inspirasi dari syaitan sesuai peringatan ayat berikut :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 2 : 169 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>10. ASMA BINTI MARWAN (NASIB MUNIR WANITA)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Begitulah yang terjadi sesudah pembunuhan Abu Afak yang tua renta yang sudah tidak bergigi itu. Asma bint Marwan menyuarakan ketidakpuasan atas kekejaman dan ketidakadilan Muhammad dalam memerintahkan pembunuhan Abu Afak. Karena berani mempertanyakan perbuatan keji Muhammad, nyawa Asma bint Marwan pun melayang sia-sia tanpa bekas. Kambing pun tidak akan peduli, begitulah kira-kira pernyataan Muhammad setelah Asma dibunuh.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233 &#8211; 234</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Asma adalah dari bani Umayyah bin Zaid. Ketika Abu Afak terbunuh dia menunjukkan kemunafikannya. Abdullah bin Harits bin Fudail dari ayahnya mengatakan bahwa di dinikahi seseorang dari bani Khatma yang bernama Yazid bin Zaid. Dia mencaci-maki Islam dan para pengikutnya dengan mengatakan :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Aku memangdang rendah Bani Malik dan Al Nabit</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan auf dan bani Khazeaj</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Engkau mematuhi orang asing yang bukan golonganmu</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dia bukan Murad atau Madhhij</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Apakah yang engkau harapkan darinya setelah kematian pemimpinmu</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Seperti orang yang kelaparan yang menantikan kaldu</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tidak adakah orang yang berani menyerang dia dengan kejutan</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan mematahkan harapan mereka yang menantikan sesuatu darinya</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">……….</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika Rasulullah mendengar apa yang dia katakan, beliau berkata, &#8220;SIAPA YANG AKAN BERANGKAT UNTUK MEMBEBASKAN AKU DARI PUTRI MARWAN ITU?&#8221; Umair bin Adiy al Khatami yang saat bersama beliau mendengarnya dan pada tengah malam dia pergi kerumah Asma dan membunuhnya. Dia menemui Rasulullah esok harinya dan menceritakan kepada beliau apa yang telah terjadi dan beliau berkata, &#8220;Wahai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasulullah&#8221;. Ketika dia berkata bagaimana jika dia mendapat ancamanatau akibat buruk, beliau menjawab, &#8220;dua ekor kambing tidak akan menandukkan kepala mereka karena kematiannya&#8221; .</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Atau sumber kuno berikut :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kitab al-Tabaqat al-Kabir, terjemahan S. Moinul Haq, Vol. 2, hal. 31 </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibn Sa&#8217;d</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>SERANGAN (SARIYYAH) UMAYR IBN ADI </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kemudian terjadilah serangan (sariyyah) Umayr ibn Adi Ibn Kharashah al-Khatmi terhadap Asma Bint Marwan dari Bani Umayyah Ibn Zayd, ketika lima malam sebelum bulan suci Ramadhan, dipermulaan bulan keduapuluh sejak hijrah Rasulullah. Asma adalah isteri Yazid Ibn Zayd Ibn Hisn al-Khatmi. Dia sebelumnya pernah mencerca Islam, menyakiti hati nabi (Muhammad) dan mempengaruhi orang-orang menentang dia. Dia membuat bait-bait puisi. UMAYR IBN ADI MENDATANGINYA PADA MALAM HARI DAN MASUK KE RUMAHNYA. ANAK-ANAKNYA SEDANG TIDUR DI SEKITARNYA. ADA SATU YANG SEDANG DIA SUSUI. DIA (UMAYR) MENCARINYA DENGAN TANGANYA KARENA DIA BUTA, DAN MEMISAHKAN ANAK ITU DARINYA. DIA MENGHUJAMKAN PEDANGNYA DI DADANYA HINGGA TEMBUS KE PUNGGUNGNYA. Kemudian dia melakukan sholat pagi bersama dengan nabi (Muhammad) di al-Madina. Rasulullah bersabda padanya: &#8220;Apakah kamu sudah membantai anak perempuan Marwan?&#8221; Dia berkata: &#8220;Sudah. Apakah adalah hal lain yang perlu saya lakukan?&#8221; Dia (Muhammad) bersabda: &#8220;Tidak ada. DUA KAMBING TIDAK AKAN MENGADU KEPALA MENGENAI DIA (Asma).&#8221; Inilah adalah kata-kata yang pertama kali didengar dari Rasulullah. Rasulullah memberi julukan kepadanya Umayr, &#8220;basir&#8221; (yang melihat).</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lagi-lagi suatu pembunuhan keji dan pengecut yang dilakukan oleh pengikut setia Muhammad. Pembunuhan terhadap Abu Afak dan Asma bint Marwan dilakukan dengan sangat pengecut secara diam-diam pada malam hari saat korban sedang tidur lelap. Pembunuhan Asma seorang WANITA YANG SEDANG MENYUSUI ANAKNYA YANG MASIH BALITA adalah sangat kejam. Hanya karena puisinya dan pembelaannya atas kematian Abu Afak yang tua renta, Asma dihabisi oleh Muhammad secara kejam dan keji. Begitu teganya Muhammad menghabisi nyawa seorang perempuan tak berdaya yang mempunyai lima anak dan satu diantaranya masih menyusui. Bisa dibayangkan penderitaan keluarga Asma.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Yang lebih parah lagi, Muhammad mengatakan bahwa kambingpun tidak akan beradu kepala mengenai hal ini. Yang artinya tidak akan ada yang peduli. Memang Muhammad dan pengiktunya tidaklah akan peduli, tapi lima anak Asma yang masih kecil dan keluraganya tentunya sangat peduli</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Asma yang memprotes pembunuhan adalah gambaran seorang pembela HAM seperti MUNIR. Dan karena memprotes pembunuhan makanya Asma harus disingkirkan. Betapa miripnya dengan nasib Munir yang memprotes penghilangan aktivis, hidupnya harus berakhir tewas dibunuh dengan diracun</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Al-Qur&#8217;an yang menyuruh untuk memberikan harta bagi anak-anak yatim. Bukannya mengasihi anak yatim, Muhammad SAW justru membuat anak-anak menjadi yatim. Ironis sekali.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 2 : 177 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya KEBAJIKAN ITU IALAH beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, ANAK-ANAK YATIM,</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:medium;">11. ABDULLAH BIN KHATAL (NASIB ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM &#8211; 1)</span></strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54 – 55</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Seorang lagi yang harus dibunuh adalah Abdullah bin Khatal dari bani Taim bin Ghalib. Dia pernah menjadi muslim dan diutus Rasulullah untuk mengumpulkan zakat bersama seorang Anshar dengan dibantu seorang bekas budak yang telah merdeka. Ketika mereka beristirahat, Abdullah memerintahkan si bekas budak itu untuk menyembelih kambing dan memasaknya lalu dia menunggunya sambil tidur. Ketika bangun perintahnya ternyata belum dilaksanakan, maka bekas budak itu dibunuhnya dan lalu DIA MENJADI KAFIR……… Abdullah bin Khatal dibunuh oleh Said bin Huraits al Makhzumi dan Abu Barzah al Aslami</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Atau menurut sumber hadis berikut :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sahih Bukhari, volume 5 nomor 582 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dikisahkan oleh Anas bin Malik : Pada hari penaklukan, Rasulullah memasuki Mekah, menggunakan penutup kepala. Ketika Rasulullah melepas penutup kepalanya, seseorang datang dan berkata, &#8220;Ibn Khatal sedang memanjat dinding Kabah&#8221;. RASULULLAH BERKATA, &#8220;BUNUH DIA!&#8221;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibn Khatal akhirnya dibunuh di Kabah.</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kitab al Tabaqat al Kabir, volume 2, halaman 174 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibn Sa&#8217;d</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sungguh, Rasullah memerintahkan pengikutnya pada hari kemenangan untuk membunuh Ibn Abi Sarh, Fartana Ibn al-Zibr&#8217;ra and Ibn Khatal. Abu Barzah datang dan melihat [B]Ibn Khatal memegang erat dinding Kabah. ABU BARZAH KEMUDIAN MEROBEK PERUT IBN KHATAL.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ibn Khatal dibunuh tampaknya karena dia berpaling dari Islam. Itulah hukuman bagi orang yang pindah agama dari Islam, bunuh!!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Ibn Khatal telah berusaha untuk berlindung di Kabah, namun tetap dibunuh oleh pengikut Muhammad SAW, padahal katanya Kabah adalah tempat yang diberkahi dan siapapun yang memasukinya akan menjadi aman.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 3 : 96 – 97 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang DIBERKAHI dan menjadi petunjuk bagi semua manusia [214]. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim [215]; BARANGSIAPA MEMASUKINYA (BAITULLAH ITU) MENJADI AMANLAH DIA</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dengan perintah pembunuhan ini maka Muhammad SAW TELAH MENGINGKARI AL-QUR&#8217;ANNYA SENDIRI dan menjadikan apa yang ditulis oleh ALQUR&#8217;AN SALAH.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:medium;">12. MIQYAS BIN HUBABAH (NASIB ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM &#8211; 2) </span></strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54, 55</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Rasulullah telah memerintahkan semua komandan pasukannya untuk hanya menyerang mereka yang melawan, kecuali beberapa orang yang beliau perintahkan untuk dibunuh ……. Kemudian juga Miqyas bin Hubabah yang pernah membunuh seorang Anshar yang membunuh saudaranya secara tidak sengaja, dan setelah itu KEMBALI KEPADA QURAISH SEBAGAI KAFIR ……… sedangkan Miqyas dibunuh oleh Numailah bin Abdullah, seorang pengikutnya sendiri. Saudara perempuan Miqyas berturur :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Demi hidupku, Numaila telah membuat malu kaumnya</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan mengejutkan orang-orang dikala dia membunuh Miqyas</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Siapapun pasti pernah menemui seorang seperti Miqyas</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">YANG MENYEDIAKAN MAKANAN BAGI PARA IBU MUDA DISAAT-SAAT SULIT.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Miqyas adalah seorang yang murah hati, dia menyediakan makanan bagi para ibu muda dikala sulit. Namun karena DIA TELAH BERPALING DARI ISLAM MAKA NASIBNYA SUDAH JELAS, HARUS DIBUNUH.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>13. FARTANAH (KISAH SEDIH SEORANG BIDUANITA</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bahkan seorang budak wanita yang hanya bisa menyanyipun tidak luput dari perintah pembunuhan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55 </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Beliau juga memerintahkan untuk MEMBUNUH DUA PENYANYI WANITA MILIK ABDULLAH, salah satunya bernama Fartanah, karena mereka biasa menyanyikan lagu sindiran terhadap Rasulullah…… Sedangkan dua orang penyanyi Ibn Khatal, SEORANG TELAH DIBUNUH dan seorang lagi melarikan diri sampai kemudian dia meminta ampunan kepada Rasulullah dan dikabulkan.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Luar biasa, apa yang dimiliki oleh budak wanita yang bernama Fartana itu?.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kekayaan?? Tidak!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Kekuatan?? Tidak!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pasukan??? Tidak!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Apakah Fartana merupakan ancaman bagi Muhammad SAW???? Tidak!</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Seorang budak wanita yang miskin harus dibunuh karena pernah menyanyi lagu yang membuat Muhammad SAW tersinggung.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Terlihat bagaimana lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah untuk memperlakukan kaum miskin.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 4 : 8 : </strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat [270], anak yatim dan ORANG MISKIN, MAKA BERILAH MEREKA DARI HARTA ITU [271] (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka PERKATAAN YANG BAIK.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi bukannya santunan dan perkataan baik yang diterima Fartana, melainkan perkataan &#8220;BUNUH&#8221; yang dia terima. Dimana rasa memaafkan orang tidak berdaya itu??</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sementara Muhammad SAW sendiri mengajarkan dalam ayat Al-Qur&#8217;an untuk memaafkan :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 4 : 149 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau MEMAAFKAN SESUATU KESALAHAN (ORANG LAIN), maka sesungguhnya Allah Maha Pema&#8217;af lagi Maha Kuasa.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span style="font-size:medium;">14. HUWAIRITS BIN NUQAITS (ANAK JATUH, NYAWA MELAYANG)</span></strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Juga ada Huwairits bin Nuqaits bin Wahab binAbdul bin Qusayi YANG DIBUNUH karena sering menghina Rasulullah di Mekah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Apa penghinaan yang dilakukan Huwairits?.</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid, halaman 357</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Menurut catatan Ibn Hisham no. 804 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Pada suatu hari Abbas menaikkan Fatimah dan Ummi Khultum dua putrid Rasulullah pada seekor unta untuk membawa mereka dari Mekah menuju Madinah dan tiba-tiba al-Huwairits menghalau unta itu sehingga Fatimah dan Umi Kulhum terlempar dan jatuh dari atas unta itu.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi hanya karena kedua putrid Muhammad SAW terjatuh dari unta maka Huwairits harus dibunuh. Padahal bisa saja Huwairits tidak sengaja menghalau unta tersebut, atau bahkan mungkin kedua putri Muhammad SAW tidak berpegangan dengan kencang sehingga terjatuh. Jadi karena anak terjatuh, orang lain harus dibunuh.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>15. SARAH (PENGANTAR SURAT YANG MALANG)</strong></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">SARAH JUGA SEORANG BEKAS BUDAK YANG TIDAK MEMILIKI KEKUATAN APAPUN. Dia pernah membawa surat yang memperingatkan Quraish bahwa Muhammad hendak menyerbu Mekah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhammad bin Yasar bin Ishaq</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 46 &#8211; 47</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">….. ketika Rasulullah memutuskan untuk menyerbu Mekah, Hatib bin abu Balta&#8217;ah menulis sebuah surat kepada Quraish mengatakan kepada mereka bahwa Rasulullah bermaksud mendatangi mereka. Dia memberikan surat tersebut kepada seorang wanita ….. adalah Sarah, seorang bekas budak……. Wanita tersebut menyembunyikan surat tersebut diatas kepalanya. Rasulullah mendapatkan kabar dari langit tentang apa yang telah dilakukan Hatib dan saat itu juga mengutus Ali dan Zubair bin Awwam untuk mengejar wanita itu…… Merasa terdesak akhirnya wanita itu mengeluarkan surat tersebut dan memberikannya kepada Ali dan kemudian memberikannya kepada Rasulullah ….</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sarah tampaknya berhasil menyelamatkan dirinya. Namun vonis mati tampaknya memang sudah diberikan dan akhirnya dilaksanakan pada saat Umar berkuasa.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Ibid,halaman 56 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Sementara itu Sarah yang hidup hingga masa kepemimpinan UMAR, DIA DIBUNUH oleh seorang prajurit di satu lembah di Mekah.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bahkan hingga Muhammad SAW meninggalpun tampaknya hukuman mati kepada Sarah tidak dicabut. Bayangkan Sarah yang miskin, seorang diri dan terlunta-lunta bersembunyi pada akhirnya harus juga menerima kematiannya.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">KOMENTAR DARI AL-QUR&#8217;AN</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Tampaknya ayat berikut ini berlalu bagitu saja :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">QS 2 : 177 :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya KEBAJIKAN ITU IALAH beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, ORANG-ORANG MISKIN, MUSAFIR (YANG MEMERLUKAN PERTOLONGAN) dan orang-orang yang meminta-minta</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Jadi dari penuturan sumber-sumber Islam sendiri terlihat bagaimana sikap Muhammad SAW terhadap mereka yang pernah &#8220;mengkritisi&#8221; dirinya. Ironi paling besar adalah bagaimana SIKAP MUNAFIK yang diperlihatkan :</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Perintah-perintah Al-qur&#8217;an yang jelas dan gamblang yang DIKLAIM DIHAFAL LUAR KEPALA OLEH RIBUAN MUSLIM sahabat-sahabat Muhammad SAW ternyata dilanggar begitu saja.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Perintah datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah yang mendustakan perintah tersebut. Dan menyedihkannya karena menurut Al-Qur&#8217;an, sikap seperti ini diganjar menjadi PENGHUNI NERAKA JAHANAM.</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>QS 29 : 68 :</strong></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify">Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau MENDUSTAKAN YANG HAK [1160] TATKALA YANG HAK ITU DATANG KEPADANYA? BUKANKAH DALAM NERAKA JAHANNAM itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><strong>Atau jangan-jangan ayat-ayat tentang memaafkan itu dikarang kemudian setelah Muhammad SAW meninggal?? Mungkin saja. </strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/exmuslim.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/exmuslim.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/exmuslim.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/exmuslim.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/exmuslim.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/exmuslim.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/exmuslim.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/exmuslim.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/exmuslim.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/exmuslim.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/exmuslim.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/exmuslim.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/exmuslim.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/exmuslim.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=exmuslim.wordpress.com&amp;blog=6897233&amp;post=91&amp;subd=exmuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/08/pembunuhan-dan-kekejaman-yang-dilakukan-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/004bc65282ddfe297b49ed1a6f1db3e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Exmuslim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_PZFVh4KtDnA/SWMCVw2wVAI/AAAAAAAAALs/xB_60wh3zuY/s400/No-Compulsion.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mujizat muhammad</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
